Pergerakan Harga Pangan Nasional Menjelang Ramadan
Harga pangan nasional pada hari ini, Ahad, 25 Januari 2025 atau H-24 Ramadan, menunjukkan pergerakan yang beragam. Beberapa komoditas mengalami penurunan harga, sementara beberapa lainnya mengalami kenaikan. Berikut adalah rincian pergerakan harga berbagai bahan pokok:
Bawang dan Cabai
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, harga bawang merah turun cukup dalam sebesar 5,76 persen menjadi Rp 44.200 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada bawang putih yang turun tipis 0,49 persen ke level Rp 40.500 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai mengalami tren penurunan. Cabai merah besar turun 3,47 persen menjadi Rp38.950 per kilogram. Cabai merah keriting melemah 5,25 persen ke Rp 39.700 per kilogram. Cabai rawit hijau turun paling dalam, yakni 6,6 persen menjadi Rp 52.400 per kilogram. Namun, cabai rawit merah justru naik tipis 0,64 persen ke level Rp 55.000 per kilogram.
Beras
Harga beras relatif stabil dengan kecenderungan menurun. Beras kualitas bawah I bertahan di Rp 14.400 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II turun 0,69 persen ke harga yang sama. Beras kualitas medium I dan II masing-masing turun 0,63 persen menjadi Rp 15.900 dan Rp 15.750 per kilogram. Untuk beras kualitas super, tipe I turun menjadi Rp17.100 per kilogram dan tipe II melemah ke Rp 16.650 per kilogram.
Daging dan Telur
Dari komoditas protein, harga daging ayam ras segar turun 1,23 persen menjadi Rp 40.200 per kilogram. Daging sapi kualitas I naik sangat tipis menjadi Rp142.700 per kilogram, sedangkan kualitas II turun ke Rp135.000 per kilogram. Harga telur ayam ras segar juga tercatat turun 1,55 persen menjadi Rp31.700 per kilogram.
Minyak dan Gula
Untuk bahan pokok seperti gula pasir premium masih stabil di Rp 19.850 per kilogram. Gula pasir lokal naik tipis menjadi Rp 18.300 per kilogram. Sedangkan minyak goreng curah mengalami kenaikan ke Rp 18.850 per liter. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek I turun menjadi Rp 22.600 per liter, dan kemasan bermerek II naik ke Rp21.550 per liter.
Data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas)
Berdasarkan data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beras SPHP Bulog di tingkat konsumen tercatat Rp 12.338 per kilogram dan masih berada dalam batas harga eceran tertinggi nasional. Beras medium non-SPHP dijual rata-rata Rp 13.681 per kilogram, beras medium Rp 13.097 per kilogram, dan beras premium Rp 15.450 per kilogram.
Harga cabai rawit merah secara nasional berada di Rp 46.729 per kilogram dan masih sesuai dengan harga acuan penjualan. Cabai merah keriting dijual Rp 30.119 per kilogram dan cabai merah besar Rp 30.254 per kilogram, keduanya berada di bawah harga acuan.
Sebaliknya, harga telur ayam ras menurut Bapanas naik 1,86 persen menjadi Rp30.559 per kilogram, melampaui harga acuan nasional. Harga minyak goreng rakyat Minyakita juga masih bertahan di atas HET Rp 15.700 per liter dengan rata-rata nasional Rp 17.189 per liter.
Stabilitas Harga Selama Ramadan
Menurut Kepala Badan Pangan Nasional Amran Sulaiman, harga jual bahan pangan selama Ramadan tahun ini tidak akan melampaui harga eceran tertinggi (HET). Ia optimistis stabilitas harga dapat dijaga hingga Idul Fitri 2026. Keyakinan tersebut ditopang oleh ketersediaan stok pangan yang memadai. Saat ini, cadangan beras nasional mencapai 3,3 juta ton, sementara stok minyak goreng sekitar 700 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.
Amran menegaskan pemerintah tidak akan ragu menindak pelaku usaha yang menjual bahan pokok di atas HET. Penindakan akan dilakukan melalui Satuan Tugas Pangan untuk menjaga disiplin pasar dan melindungi daya beli masyarakat. Ia menyebut seluruh pemangku kepentingan, mulai dari produsen, distributor, pedagang, hingga konsumen, sepakat menjaga harga pangan strategis tetap sesuai ketentuan.
“Apa tujuannya? Produsen tersenyum, pedagangnya bahagia, dan konsumennya juga ikut menikmati bulan suci Ramadan,” kata Amran.



