Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 5 Maret 2026
Trending
  • Cara Daftar dan Rute Mudik Gratis PTPN 2026
  • Berpuasa Ramadan dengan udara rumah lebih segar di cuaca lembap
  • Berita Terkini PSBS Biak vs PSIM Yogyakarta: Laskar Mataram Gagal Dapat Penalti Karena PHP VAR
  • Kisah Sumiati: 30 Tahun Mengajar Ngaji Gratis di Samarinda
  • Prediksi Skor Dortmund vs Bayern Munich 1 Maret 2026: Head-to-Head & Live Streaming
  • Bukan Hanya Simbol! 10 Benda di Rumah yang Mencerminkan Kekayaan Nyata
  • Biodata Tasya Kamila Dikritik Karena Beasiswa LPDP, Kontribusinya Disebut Seperti PKK
  • 30 Soal PTS Bahasa Sunda Kelas 3 SD Semester 2 2026 + Jawaban
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Gunung Andong Cocok untuk Pemula
Pariwisata

Gunung Andong Cocok untuk Pemula

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Puncak Andong 1726 mdpl

3 Desember 2025

Foto burik 25 tahun lalu, saat saya mendaki Gunung Sindoro ini menjadi pemicu anak lanang naik gunung.

“Pak temeni naik gunung ya”, pinta anak lanang sambil memperlihatkan foto burik bapaknya di Gunung Sindoro.

Tidak ada jawaban lain, kecuali “Siap”!

Saya menyesal baru bisa menemani mendaki setelah usia saya lebih dari 50 tahun.

Harusnya lima atau sepuluh tahun yang lalu, saat badan saya masih relatif bugar, dan anak saya masih agak manut.

Sengaja saya pilihkan gunung-gunung yang tidak terlalu tinggi, selain karena anak lanang baru pemula dalam hal mendaki, saya mempertimbangkan kondisi kesehatan diri sendiri.

Saya pilihkan Gunung Gajah 948 mdpl di Kulon Progo untuk pemanasan dan Gunung Andong 1.726 mdpl di Magelang sebagai tujuan utama. Tinggi Puncak Gunung Andong hanya separuh dari Gunung Sindoro. Bisa “tektokan” mendaki tanpa harus menginap.

“Kurang menantang Pak”, protes anak lanang ketika saya tawarkan Gunung Andong.

“Coba dulu, kamu baru pertama naik gunung beneran”, jawab bapaknya sambil menjelaskan alasannya.

Ini hanya untuk latihan kalau nanti kamu kuat dan sukses sampai puncak, kita ke gunung-gunung yang lebih tinggi.

Kami memilih pagi pukul 08.00 WIB mulai mendaki. Lewat jalur Gogik, jalur baru biasanya masih bagus dan relatif sepi dibandingkan 4 jalur lainnya yang sudah lama ada.

Anak lanang seneng banget, yang biasanya irit omongan, pagi itu ngoceh terus sepanjang perjalanan. Mirip burung jalak uren di rumah sesaat setelah baru saja dikasih makan pisang.

Pertanyaan-pertanyaan pendaki “newbie” anak lanang muncul sepanjang perjalanan.

Nanti sampai puncak berapa lama? Masih ada hewan liarnya tidak? Di puncak melihat apa? Sampai pada pertanyaan absurd misalnya, di puncak ada Indomaret gak Pak?

Biasanya anak ini susah diajak berfoto, kali ini sering sekali minta didokumentasikan aktivitasnya. “Pak fotoin dong!, Pak vidioin ya!”. Tapi tetep saja banyak foto dan vidio bapaknya. Hee

Momen perjalanan mendaki Gunung Andong kali ini benar-benar susah dilupakan. Apalagi pengelola cukup cerdik membidik para pengunjungnya yang rata-rata gen-z.

Jalurnya bersih, rapi, aman dan nyaman. Pohon-pohon cemara di tertata tertib sekali besar kecil dan tinggi rendahnya seperti diatur mirip pasukan TNI sedang berbaris.

Beberapa sudut ada kalimat-kalimat himbauan yang dikemas dengan kalimat lucu-lucu khas gen-z misalnya:

– Bawa turun sampah dan mantanmu jangan ditinggal di gunung!

– Naik Andong masih gamon, nggak banget!

– Puncak sebentar lagi, semangat Bolo!

dan kalimat-kalimat lucu lainnya yang membuat perjalanan kelihatan lebih mudah.

Menuju puncak melewati pos I sampai III, di setiap pos ada pedagangnya. Selain menjadi teman, pedagang-pedagang ini membantu sekali para pendaki mempersiapkan energi berikutnya atau sekedar menjadi tempat istirahat bagi yang kelelahan. Harga makanan dan minumannya juga murah tidak “nuthuk”.

Hanya di pedagang Gunung Andong, kita masih bisa membeli mendoan gurih Rp 1.000,- rupiah yang bahkan di angkringan terkenal murah saja sudah Rp 1.500,-

Fakta baru, ternyata secara gender pencinta naik gunung mengalami perubahan. 25 tahun yang lalu, pendaki laki-laki mendominasi dan sekarang 60% lebih pendaki yang saya lihat di Gunung Andong adalah perempuan.

Terlalu panjang kalau harus diceritakan. Terutama keindahan dua puncaknya, Alap-alap dan Andong. Apalagi penghubung keduanya, nama magisnya menakutkan bikin mrinding “Jembatan Setan” tapi ternyata setelah dilewati tak sehoror namanya. Justru dari tempat ini, kita bisa melihat keindahan jurang yang curam di sisi kiri dan kanan, hamparan hijau sawah pertanian dan lebatnya hutan pinus di punggungnya Gunung Andong.

4 jam cukup untuk perjalanan naik dan turun Gunung Andong dari basecamp sampai basecamp lagi. Tapi bagi anak lanang tentu akan menjadi ingatan indah sepanjang masa.

“Pak, minggu depan ke Merbabu ya”, ajak anak lanang membuyarkan lamunan.

“Hah” …

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

7 hotel dekat Bandara Ngurah Rai, ideal untuk transit

3 Maret 2026

Jadwal Kapal Labobar 2026: Diskon Tiket Mudik Lebaran Terbaru

2 Maret 2026

Jadwal dan harga tiket bus AKAP Bali ke Jawa Minggu (22/2), cek sekarang!

1 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Cara Daftar dan Rute Mudik Gratis PTPN 2026

5 Maret 2026

Berpuasa Ramadan dengan udara rumah lebih segar di cuaca lembap

5 Maret 2026

Berita Terkini PSBS Biak vs PSIM Yogyakarta: Laskar Mataram Gagal Dapat Penalti Karena PHP VAR

5 Maret 2026

Kisah Sumiati: 30 Tahun Mengajar Ngaji Gratis di Samarinda

5 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?