Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa Jawa Timur adalah provinsi dengan produksi jeruk terbesar di Indonesia. Ia mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap impor dan lebih memilih konsumsi jeruk lokal yang berkualitas.
“Jeruk siam dari Desa Tutur ini sangat unggul. Dua bulan lalu saya datang ke sini, dan hari ini kembali lagi. Saya terkesan melihat buahnya tumbuh lebat, kulitnya agak tebal berwarna oranye, ukurannya besar, dan rasanya manis seperti bercampur madu,” ujar Khofifah saat mengunjungi sentra jeruk siam di Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.
Menurut Khofifah, kunjungan ini tidak hanya menegaskan posisi Jawa Timur sebagai daerah dengan produksi jeruk terbesar nasional, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap petani jeruk lokal.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, total produksi jeruk di provinsi tersebut pada triwulan III 2025 mencapai 959.231,31 ton. Angka ini menyumbang sekitar 36,22 persen dari total produksi jeruk nasional selama periode yang sama.
“Produksi jeruk di Jawa Timur merupakan yang tertinggi se-Indonesia. Ini adalah potensi besar yang harus kita jaga bersama, salah satunya dengan meningkatkan konsumsi jeruk lokal dan secara bertahap mengurangi ketergantungan impor,” kata Khofifah.
Ia menjelaskan bahwa jeruk siam Tutur memiliki keunggulan dalam hal rasa, ukuran, dan kualitas karena ditanam di wilayah pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, yang ideal bagi pengembangan hortikultura.
“Kami terus mendukung petani jeruk siam. Ini bagian dari upaya memperkenalkan jeruk lokal agar semakin diminati masyarakat,” ujarnya.
Khofifah menambahkan bahwa konsumsi jeruk lokal tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga berdampak langsung terhadap penguatan ekonomi petani dan perekonomian daerah.
“Dengan mengonsumsi jeruk lokal, kita tidak hanya mendapatkan produk yang segar dan sehat, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi petani kita sendiri. Ini bagian dari gerakan cinta produk dalam negeri,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Jawa Timur juga berdialog dengan para petani terkait tantangan produksi, distribusi, serta peluang pengembangan nilai tambah komoditas jeruk ke depan. “Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus hadir mendampingi petani, mulai dari peningkatan kualitas produksi hingga penguatan akses pasar, agar jeruk Jawa Timur semakin berdaya saing,” ujar Khofifah.
Keunggulan Jeruk Siam Tutur
Rasa yang istimewa
Jeruk siam Tutur dikenal memiliki rasa yang manis dan segar, seperti bercampur madu. Hal ini membuat jeruk ini sangat diminati oleh masyarakat.Ukuran dan kualitas
Buah jeruk siam Tutur memiliki ukuran yang besar dan kulit yang agak tebal, sehingga mudah disimpan dan tahan lama.Lokasi tanam yang ideal
Jeruk siam Tutur ditanam di wilayah pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, yang cocok untuk pertumbuhan hortikultura.
Langkah Pemerintah dalam Mendukung Petani
Peningkatan kualitas produksi
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memberikan dukungan kepada petani untuk meningkatkan kualitas produksi jeruk.Penguatan akses pasar
Pemerintah juga berupaya memperkuat akses pasar bagi produk jeruk lokal agar dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.Pengembangan nilai tambah
Selain itu, pemerintah juga fokus pada pengembangan nilai tambah komoditas jeruk, seperti olahan jeruk dan produk turunan lainnya.
Pentingnya Konsumsi Jeruk Lokal
Manfaat kesehatan
Jeruk lokal kaya akan vitamin C dan nutrisi lainnya yang baik untuk kesehatan tubuh.Mendorong perekonomian daerah
Dengan mengonsumsi jeruk lokal, masyarakat tidak hanya mendapatkan produk berkualitas, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian petani setempat.Gerakan cinta produk dalam negeri
Konsumsi jeruk lokal menjadi bagian dari gerakan untuk mendukung produk-produk dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.



