Kunjungan Wapres Gibran Rakabuming Raka ke Lokasi Bencana Longsor di Cisarua
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan langsung ke lokasi bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (25/1). Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memastikan proses penanganan darurat dan keselamatan warga terdampak berjalan secara optimal.
Berdasarkan data sementara hingga pukul 12.00 WIB, bencana longsor tersebut telah menewaskan sebanyak 11 orang, dengan 23 orang ditemukan selamat dan sekitar 79 warga masih dalam pencarian. Total warga yang terdampak mencapai antara 114 hingga 123 orang, termasuk 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah yang tertimbun material longsor.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres memberikan arahan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh unsur terkait agar turun langsung ke lapangan dan melakukan pendampingan intensif kepada masyarakat. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada warga terdampak atas ketidakmampuan tim untuk menjangkau semua korban dalam waktu singkat.
“Saya mohon maaf, tim sudah terjun ke lapangan. Kita doakan tim yang di lapangan dapat bekerja dengan baik,” ujar Gibran kepada warga terdampak.
Fokus pada Kebutuhan Dasar dan Perlindungan Kelompok Rentan
Gibran menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, dan layanan kesehatan harus dilakukan secara maksimal. Selain itu, ia juga menekankan perlunya langkah antisipatif agar bencana serupa tidak terulang kembali.
Secara khusus, Wapres meminta perhatian ekstra bagi kelompok rentan, termasuk lansia, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta penyandang disabilitas. Ia juga menitipkan pesan kepada Wakil Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bandung Barat agar segera menindaklanjuti persoalan alih fungsi lahan di wilayah rawan bencana.
“Untuk lansia dan ibu menyusui agar diberikan atensi khusus, yang sakit juga harus diperhatikan, dan bantuan dipastikan tepat sasaran,” katanya.
Operasi SAR yang Dilakukan oleh Basarnas
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan bahwa sebanyak 250 personel Tim Search and Rescue (SAR) terlatih dikerahkan dalam operasi pencarian 79 korban longsor hari kedua di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan bahwa operasi SAR dilakukan secara bertahap dengan melibatkan seluruh unsur kementerian dan lembaga terkait, termasuk TNI dan Polri yang berada di wilayah Jawa Barat. Dalam operasi ini, sebanyak 250 personel terlatih sudah tergabung dalam tim SAR dengan Basarnas bertindak sebagai koordinator, dibantu seluruh kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri.
Selain tim SAR utama, operasi pencarian juga diperkuat oleh ratusan personel pendukung dari berbagai unsur yang bertugas membantu kelancaran pelaksanaan evakuasi di lapangan. Untuk tim operasi pendukung terdapat sekitar 450 personel.
Strategi Pencarian dan Penggunaan Alat Berat
Setelah melakukan asesmen awal di lokasi kejadian, mulai dari titik mahkota longsor hingga lidah longsor, Basarnas memutuskan untuk membagi area pencarian ke dalam beberapa sektor untuk memaksimalkan upaya evakuasi korban.
Tim SAR gabungan juga mengerahkan sarana dan prasarana melalui dua unsur utama, yakni udara dan darat. Sebanyak 12 unit robot udara (drone) digunakan, sedangkan unsur darat melibatkan personel serta sejumlah alat berat yang disiagakan.
Namun, penggunaan alat berat belum sepenuhnya bisa dilakukan karena kondisi medan yang masih sangat rawan dengan material longsoran didominasi bubur pasir yang berpotensi membahayakan tim SAR.
“Alat berat belum sepenuhnya bisa digunakan karena kondisi medan masih berupa longsoran bubur pasir dan sangat rawan,” jelasnya.
Upaya Pendukung Pencarian Korban
Target awal pencarian difokuskan pada sekitar 80 orang yang dilaporkan masih tertimbun material longsor. Dalam upaya pendukung pencarian, Basarnas mengerahkan anjing pelacak (K9) dari unsur Polri dan TNI serta upaya modifikasi cuaca.
“Kita juga sudah mengerahkan anjing pelacak K9 dari TNI dan Polri. Kita berharap cuaca mendukung dan telah dilakukan modifikasi cuaca bekerja sama dengan BNPB,” ujar dia.



