Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 29 Januari 2026
Trending
  • Tindakan Richard Lee Pasca-Jadi Tersangka, Gugat Polda Metro Jaya via Praperadilan, Doktif: Tekanan
  • Alvia Nur Vida: Dari Tari Hobi Jadi Jalur Hidup di Sanggar Tresna Budaya Semarang
  • Prediksi Pertandingan Arsenal vs Manchester United di Liga Inggris
  • Mental Juara dan Comeback Mengagumkan: Lima Gol di Emirates, United Kalahkan Arsenal
  • Pemkab Basel Pastikan Pasokan Gas Melon Lancar, Ribuan Tabung Didistribusikan Harian
  • Ter Stegen bantu Girona raih poin pertama di laga debut vs Getafe
  • Datangkan Kurzawa, Persib Puncaki Daftar Pemain Termahal Super League
  • Pekan Ini: MU Kalahkan Arsenal, Chelsea Menang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Fundamen Ekonomi Indonesia Dinilai masih Cukup Jadi Bantalan Sementara
Nasional

Fundamen Ekonomi Indonesia Dinilai masih Cukup Jadi Bantalan Sementara

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Maret 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Fundamen Ekonomi Indonesia Dinilai masih Cukup Jadi Bantalan Sementara
Warga berbelanja daging beku kemasan di kendaraan angkutan daging (Anding) di kompleks Balai Kota, Jakarta. Meski harga melonjak, daya beli masyarakat masih terpantau cukup stabil dan permintaan daging beranjak naik.(MI/Usman Iskandar)

FUNDAMENTAL ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk menjadi bantalan pengaman dalam menghadapi tantangan global. Hanya saja, itu bukan berarti perekonomian dalam negeri akan baik-baik saja lantaran sejumlah indikator menunjukkan adanya risiko yang harus segera ditangani.

Ekonom Center for Sharia Economic Development (CSED) Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abdul Hakam Naja menyoroti pentingnya strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi serta mendorong pertumbuhan inklusif.

“Setelah mengalami kontraksi, ekonomi kita kembali tumbuh. Saat ini, ada target ambisius dari pemerintah untuk mencapai pertumbuhan 8% dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Ini membutuhkan kesiapan yang matang,” ujarnya dalam Disksusi Publik bertajuk Overview Ekonomi Ramadhan secara daring, Jumat (21/3).

Baca juga : Setop Deflasi Beruntun, DPR Desak Pemerintah Lakukan Intervensi

Namun, Hakam mengingatkan, kondisi ekonomi global dan domestik saat ini masih penuh ketidakpastian. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah deflasi yang terjadi di awal 2025.

Deflasi mengindikasikan penurunan daya beli masyarakat, yang dapat berdampak buruk pada konsumsi dan investasi.

“Masyarakat mengalami penurunan kemampuan membelanjakan kekayaannya, yang terlihat dari berkurangnya tabungan. Ini perlu segera diatasi agar tidak berdampak panjang terhadap pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Baca juga : Pemerintah harus Waspadai Ancaman Deflasi Beruntun

Selain itu, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi di berbagai sektor juga memperburuk situasi. Hal itu menyebabkan berkurangnya pendapatan masyarakat dan meningkatkan tekanan terhadap pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja baru.

“PR besar kita saat ini adalah bagaimana membagi ekonomi dan menyerap tenaga kerja secara optimal,” terang Hakam.

Dia juga mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya menguntungkan segelintir kelompok. Jangan sampai, pertumbuhan ekonomi Indonesia menyebabkan kepedihan (immiserizing economic growth), yakni pertumbuhan tinggi yang justru memperlebar ketimpangan sosial.

“Kita harus memastikan pertumbuhan ekonomi tidak menyengsarakan kelompok bawah. Salah satu cara adalah dengan memastikan 50% pembiayaan dari bank emas dialokasikan untuk UMKM,” kata Hakam.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran negara agar kebijakan ekonomi berjalan optimal. “Jangan sampai efisiensi hanya menjadi jargon, sementara ada pihak yang masih berfoya-foya atau bahkan melakukan korupsi. Pemerintah harus tegas dalam menjaga tata kelola ekonomi agar lebih berkeadilan,” pungkas Hakam. (Mir/E-1)

Bantalan Cukup Dinilai Ekonomi Fundamen Indonesia Jadi Masih sementara
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Tindakan Richard Lee Pasca-Jadi Tersangka, Gugat Polda Metro Jaya via Praperadilan, Doktif: Tekanan

29 Januari 2026

Pemkab Basel Pastikan Pasokan Gas Melon Lancar, Ribuan Tabung Didistribusikan Harian

29 Januari 2026

Pembaruan kasus kematian Lula Lahfa: Polisi periksa Reza Arap pada Senin 26 Januari 2026

29 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Tindakan Richard Lee Pasca-Jadi Tersangka, Gugat Polda Metro Jaya via Praperadilan, Doktif: Tekanan

29 Januari 2026

Alvia Nur Vida: Dari Tari Hobi Jadi Jalur Hidup di Sanggar Tresna Budaya Semarang

29 Januari 2026

Prediksi Pertandingan Arsenal vs Manchester United di Liga Inggris

29 Januari 2026

Mental Juara dan Comeback Mengagumkan: Lima Gol di Emirates, United Kalahkan Arsenal

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?