Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 13 Februari 2026
Trending
  • Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Rieke Soroti Data Kelompok Miskin
  • Eks Pacar Epstein Menolak Bersaksi di DPR AS, Siap Bicara Jika Trump Grasi
  • Bertemu di Lembur Pakuan, Fraksi PKS Jabar Sampaikan Aspirasi ke Dedi Mulyadi
  • Daftar 89 Sekuritas Aktif dan Kode Broker Resmi BEI, Info Transaksi Kembali Dibuka?
  • Prediksi Skor Chengdu Rongcheng vs Buriram United: Peluang Lolos Semakin Berat
  • Murah dan Nendang! 3 TWS Rp300 Ribu Terbaik 2026 by David GadgetIn
  • Ramalan Zodiak Leo dan Virgo 10 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Geely Serbu Pasar Mobil Listrik, EX2 Rakitan Lokal Jadi Unggulan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Eks Pacar Epstein Menolak Bersaksi di DPR AS, Siap Bicara Jika Trump Grasi
Hukum

Eks Pacar Epstein Menolak Bersaksi di DPR AS, Siap Bicara Jika Trump Grasi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover12 Februari 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penolakan Ghislaine Maxwell untuk Bersaksi di Komite DPR AS

Ghislaine Maxwell, yang kini berusia 64 tahun dan dikenal sebagai mantan kekasih Jeffrey Epstein, menolak memberikan kesaksian kepada Komite Pengawasan DPR Amerika Serikat dalam kasus terkait Jeffrey Epstein. Ia menggunakan haknya untuk tidak menjawab pertanyaan dengan mengacu pada Amandemen Kelima dalam Konstitusi AS, yang melindungi seseorang dari pengakuan yang bisa memperberat dirinya sendiri.

Maxwell saat ini menjalani hukuman penjara federal selama 20 tahun di Texas atas keterlibatannya dalam perdagangan seks. Ia dipanggil secara virtual sebagai bagian dari penyelidikan yang masih berlangsung terhadap jaringan Epstein yang melibatkan banyak figur penting di dunia politik, bisnis, dan media.

Ketua Komite James Comer mengecam keputusan Maxwell. Ia mengatakan bahwa Maxwell mengambil hak Kelima seperti yang diperkirakan dan menolak menjawab pertanyaan komite. Comer menambahkan bahwa pihaknya masih memiliki banyak hal yang ingin diketahui tentang peran Maxwell dan Epstein, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Dalam pernyataan yang mengejutkan, pengacara Maxwell, David Markus, menyatakan bahwa kliennya bersedia berbicara secara lengkap dan jujur, tetapi hanya jika dia diberikan grasi oleh Presiden AS Donald Trump. Markus menggambarkan tawaran ini sebagai peluang untuk mengungkap kebenaran yang sepenuhnya kepada publik dan komite.

Permintaan grasi ini muncul di tengah momentum politik yang sensitif. Baru-baru ini, Departemen Kehakiman AS menerbitkan lebih dari tiga juta halaman dokumen dan ribuan gambar serta video terkait kasus Epstein, rangkaian rilis terbesar yang dirilis di bawah Undang-Undang Transparansi File Epstein. Walaupun tidak ada dakwaan baru yang diumumkan, dokumen yang dirilis mencakup sejumlah referensi luas yang melibatkan Trump, sehingga menambah kontroversi seputar tuntutan grasi Maxwell.

Perjalanan Lengkap Kasus Epstein

Kasus Jeffrey Epstein tengah menjadi sorotan, bersamaan dengan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang merilis lebih dari tiga juta dokumen terkait investigasi kriminal terhadap Epstein pada Jumat, 30 Januari 2026 lalu. Epstein Files yang tengah viral adalah ribuan halaman dokumen yang terkait dengan dua investigasi kriminal perdagangan seks oleh pemodal juga pengusaha Jeffrey Epstein dan wanita yang disinyalir kekasihnya, Ghislaine Maxwell.

Maxwell kini telah sedang menjalani hukuman 20 tahun penjara. Sementara Jeffrey Epstein kini telah tewas usai mengakhiri hidup di penjara, Manhattan, New York Agustus 2019 lalu. Dokumen-dokumen ini, yang mencakup catatan perjalanan, rekaman, dan email, telah menjadi topik pembicaraan sejak kematian Epstein pada tahun 2019.

Rilis besar DOJ ini kembali memunculkan berbagai nama tokoh ternama, termasuk pendiri Microsoft Bill Gates, dalam sejumlah draf email yang ditulis Epstein sebelum kematiannya pada 2019.

Berikut adalah perjalanan lengkap kasus Epstein:

2005 – 2006: Penyelidikan Awal di Florida

  • Maret 2005: Polisi Palm Beach mulai menyelidiki Epstein setelah keluarga seorang gadis 14 tahun melaporkan dugaan pelecehan seksual di rumah mewahnya. Sejumlah remaja lain kemudian mengaku direkrut untuk “pijatan” yang berujung eksploitasi seksual.
  • Mei 2006: Polisi merekomendasikan dakwaan berat terhadap Epstein. Namun jaksa negara bagian mengirim kasus itu ke dewan juri, langkah yang dinilai tidak lazim.
  • Juli 2006: Epstein ditangkap, tetapi hanya didakwa meminta prostitusi — tuduhan yang jauh lebih ringan. FBI mulai ikut menyelidiki.

2007 – 2008: Kesepakatan Rahasia

  • 2007: Jaksa federal menyiapkan dakwaan, tetapi pengacara Epstein bernegosiasi dengan kantor jaksa AS di Miami untuk kesepakatan non-penuntutan federal.
  • Juni 2008: Epstein mengaku bersalah atas dua dakwaan negara bagian dan dihukum 18 bulan penjara. Ia menjalani sebagian hukuman dengan skema “work release”. Kesepakatan rahasia membuatnya lolos dari dakwaan federal, memicu kritik luas bertahun-tahun kemudian.

2009 – 2018: Gugatan Korban & Sorotan Media

  • 2009: Salah satu korban, Virginia Roberts Giuffre, menggugat Epstein dan Ghislaine Maxwell. Ia mengklaim diperdagangkan kepada tokoh-tokoh berpengaruh. Tuduhan tersebut dibantah oleh pihak-pihak yang disebut.
  • 2011: Wawancara media dengan Giuffre memicu perhatian internasional, termasuk terhadap hubungan Epstein dengan kalangan elite global.
  • 2014: Dokumen pengadilan kembali memunculkan klaim Giuffre tentang tokoh-tokoh berpengaruh dunia. Semua pihak yang disebut membantah tuduhan.
  • November 2018: Investigasi media besar menyoroti kembali kesepakatan hukum 2008, memicu kemarahan publik.

2019: Penangkapan & Kematian Epstein

  • 6 Juli 2019: Epstein ditangkap di New York atas dakwaan perdagangan seks federal.
  • 10 Agustus 2019: Epstein ditemukan meninggal di sel tahanan. Otoritas menyatakan kematiannya sebagai bunuh diri, namun peristiwa ini memicu berbagai spekulasi.

2020–2022: Maxwell Diadili

  • 2 Juli 2020: Ghislaine Maxwell didakwa membantu merekrut dan mengeksploitasi korban Epstein.
  • 30 Desember 2021: Maxwell dinyatakan bersalah atas perdagangan seks.
  • 28 Juni 2022: Ia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

2024: Dokumen Pengadilan Mulai Dibuka

  • Januari 2024: Hakim memerintahkan pembukaan lebih banyak catatan pengadilan terkait kasus Epstein, memicu gelombang baru perhatian publik.

2025: Tekanan Politik & Transparansi

  • Awal 2025: Tekanan politik meningkat agar pemerintah membuka seluruh arsip Epstein.
  • Februari 2025: Pejabat tinggi Departemen Kehakiman menyebut dokumen Epstein sedang ditinjau, namun rilis awal dinilai minim informasi baru.
  • April 2025: Virginia Giuffre dilaporkan meninggal dunia. Kepergiannya kembali memicu perhatian terhadap perjuangan para korban.
  • Juli 2025: Departemen Kehakiman menyatakan tidak menemukan “daftar klien” resmi Epstein.
  • November 2025: Kongres meloloskan Epstein Files Transparency Act, mewajibkan pemerintah membuka arsip penyelidikan.
  • Desember 2025: Departemen Kehakiman mulai merilis dokumen, termasuk foto, email, dan catatan investigasi. Rilis dihentikan sementara untuk peninjauan tambahan.

2026: Rilis Dokumen Terbesar

  • Januari 2026: Pemerintah mulai mempublikasikan lebih dari 3 juta halaman dokumen, ribuan video, dan ratusan ribu gambar terkait penyelidikan Epstein dan Maxwell.
  • Dokumen tersebut mencakup laporan polisi awal, rekaman komunikasi korban dengan penyelidik, serta korespondensi Epstein dengan berbagai tokoh publik, ada Bill Gates, Donald Trump hingga Andrew Mountbatten-Windsor (Pangeran Andrew).
  • Banyak nama yang muncul membantah terlibat dalam tindakan ilegal, dan tidak semua pihak menghadapi dakwaan pidana.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kapolres Lamongan Selidiki Kehilangan Sepeda, Harta Kekayaan AKBP Arif Fazlurrahman Jadi Sorotan

12 Februari 2026

Kapolsek Dipecat Karena Diduga Tak Tangkap Pemain Judi, Pelapor Duga Balas Dendam

12 Februari 2026

Kronologi Pria Dianiaya dan Istri Diserempet Mobil oleh Tetangga di Jakbar, Awalnya Drum Berisik

12 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Rieke Soroti Data Kelompok Miskin

13 Februari 2026

Eks Pacar Epstein Menolak Bersaksi di DPR AS, Siap Bicara Jika Trump Grasi

12 Februari 2026

Bertemu di Lembur Pakuan, Fraksi PKS Jabar Sampaikan Aspirasi ke Dedi Mulyadi

12 Februari 2026

Daftar 89 Sekuritas Aktif dan Kode Broker Resmi BEI, Info Transaksi Kembali Dibuka?

12 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?