Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 29 Maret 2026
Trending
  • Cicilan Mitsubishi Pajero Sport 2026 Terbaru, DP Besar dengan Tenor Fleksibel
  • Pandangan: QRIS Menjelma Dunia
  • Berita Terkini: Bukti Korupsi Tambang di Kukar, Uang Miliaran dan Tas Mewah
  • Dokter Tifa Negasi Mundur dari Kasus Ijazah Palsu dan Bertemu Jokowi di Solo
  • Era Baru Dimulai, Selamat Berjuang John Herdman!
  • Cerita cinta John F Kennedy Jr yang menggugah hati
  • Resolusi PBB Picu Perdebatan Soal Reparasi Perbudakan Afrika
  • Mempertahankan Semangat Pedagang Tangguh untuk Ekonomi Berkembang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Dokter Tifa Negasi Mundur dari Kasus Ijazah Palsu dan Bertemu Jokowi di Solo
Politik

Dokter Tifa Negasi Mundur dari Kasus Ijazah Palsu dan Bertemu Jokowi di Solo

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover29 Maret 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penjelasan Dokter Tifa tentang Kehadirannya dalam Polemik Ijazah Jokowi

Dokter Tifa, yang dikenal sebagai salah satu tokoh yang aktif mengkritik isu ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi, akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait spekulasi yang beredar di media sosial. Dalam pernyataannya, ia membantah tudingan bahwa dirinya telah mundur dari kritik atau bahkan mencari pengampunan dari Jokowi di Solo.

Spekulasi ini muncul setelah ia jarang muncul di ruang publik dan tidak memberikan analisis tajam seperti biasanya. Beberapa pihak bahkan menduga bahwa ia telah “merapat” ke pihak penguasa. Namun, melalui pakar hukum Refly Harun, Dokter Tifa menjelaskan bahwa absennya dari publik adalah karena fokus pada ibadah selama 10 hari terakhir Ramadan 2026.

“Saya ingin memusatkan diri pada ibadah,” tulisnya dalam pernyataan yang dibacakan oleh Refly Harun. “Akhirnya beredarlah spekulasi bahwa saya diam-diam ke Solo menghadap Raja Jawa untuk mengharapkan pengampunan.”

Langkah ini sekaligus menepis narasi bahwa nyalinya menciut setelah beberapa rekan seperjuangannya mulai menempuh jalur Restorative Justice. Dokter Tifa tetap menegaskan bahwa perjuangannya masih berlanjut meskipun ia sedang fokus pada ibadah.

Luncuran Buku Baru: Otak Politik Jokowi (OPJ)

Meski jarang muncul di layar kaca, Dokter Tifa membuktikan bahwa pemikirannya tetap tajam dengan meluncurkan buku terbarunya berjudul Otak Politik Jokowi (OPJ). Buku ini menjadi bukti bahwa perjuangannya masih terus berlanjut.

Buku tersebut mengulas fenomena kepemimpinan Jokowi dari sudut pandang neuropolitik, menyentuh isu-isu sensitif mulai dari kebijakan publik hingga polemik pendidikan yang selama ini ia suarakan. Menariknya, karya ini juga mendapatkan kata pengantar khusus dari pengamat politik kenamaan, Rocky Gerung.

“Siapa bilang Dr. Tifa quit?” tulisnya menantang di media sosial. Ia menegaskan akan kembali vokal dan melanjutkan kritik-kritiknya segera setelah bulan Ramadan usai. Penegasan ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pengkritik paling konsisten yang menolak tunduk pada tekanan politik maupun hukum dalam isu ijazah Jokowi.

Kritik Tetap Berlanjut

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui Refly Harun, Dokter Tifa juga menyoroti praktik kekuasaan yang dinilai cenderung melemahkan pihak-pihak yang kritis. “Cara-cara yang digunakan tidak lagi mencerminkan etika seorang negarawan,” ujar Refly menyampaikan pesan tersebut.

Ia menegaskan bahwa polemik yang berkembang sebenarnya dapat diselesaikan secara terbuka. “Jika memang tidak ada yang disembunyikan, cukup tunjukkan saja di depan publik atau di pengadilan,” tegasnya.

Singgungan Terhadap Sikap Rismon Sianipar

Di sisi lain, Dokter Tifa juga menyoroti langkah Rismon Sianipar yang memilih menempuh jalur restorative justice setelah mengakui keaslian ijazah Jokowi. Ia mengaku tidak berada dalam posisi yang sama dan menyayangkan keputusan tersebut.

“Terus terang saya menyesalkan langkah tersebut,” ujarnya. Meski begitu, ia mengaku memahami bahwa setiap individu bisa menghadapi tekanan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menutup pernyataannya, ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dari sikap yang diyakininya.

“Perjuangan ini mungkin tidak mudah. Namun saya percaya, kebenaran tidak membutuhkan keramaian. Ia hanya membutuhkan keteguhan,” pungkasnya.

Peluang Restorative Justice untuk Dokter Tifa

Presiden ke-7 RI Joko Widodo disebut membuka ruang penyelesaian damai melalui mekanisme restorative justice (RJ) dalam kasus tudingan ijazah palsu yang menyeret sejumlah nama. Kesempatan tersebut, menurut Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Andi Azwan, dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu, termasuk Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa.

Namun, peluang serupa tidak berlaku bagi Roy Suryo. “Pak Jokowi terbuka memberikan maaf melalui RJ kepada pihak-pihak yang memenuhi syarat, kecuali Roy Suryo,” ujar Andi, Senin (23/3/2026).

Dua Klaster Tersangka dalam Kasus Ini

Dalam kasus ini, Polda Metro Jaya telah menetapkan delapan tersangka yang terbagi dalam dua klaster. Klaster pertama terdiri dari lima orang, yakni Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah. Dua di antaranya, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, telah lebih dulu mengajukan RJ sehingga status tersangkanya dicabut.

Sementara klaster kedua mencakup Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, serta dr Tifa. Rismon sendiri kini telah mengajukan RJ dan meminta maaf, sekaligus mengakui bahwa ijazah Jokowi adalah asli.

Alasan Roy Suryo Tak Dapat RJ

Andi menjelaskan, Roy Suryo tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan restorative justice karena memiliki riwayat pidana sebelumnya. “Roy Suryo itu residivis, pernah dihukum dalam kasus sebelumnya, jadi tidak bisa masuk dalam tahapan RJ,” tegasnya.

Sebaliknya, dr Tifa dinilai masih memiliki peluang karena tidak memiliki catatan pidana. “Dia tidak punya rekam jejak pidana, sehingga masih bisa mendapatkan kesempatan RJ,” tambah Andi.

Jokowi Dinilai Pemaaf

Menurut Andi, sikap Jokowi menunjukkan karakter sebagai negarawan yang terbuka terhadap penyelesaian damai dan bukan sosok pendendam. Namun demikian, ia menegaskan bahwa proses hukum tetap penting untuk membuktikan keaslian ijazah Jokowi secara terbuka di hadapan publik.

“Pak Jokowi tetap membutuhkan ruang pembuktian di pengadilan agar tidak ada lagi polemik di kemudian hari,” ujarnya.

Roy Suryo Tolak Damai

Di sisi lain, Roy Suryo menegaskan tidak membutuhkan permintaan maaf maupun penyelesaian melalui RJ. Ia menyatakan tetap pada pendiriannya dan siap melanjutkan proses hukum.

“Saya tidak butuh maaf, tidak perlu restorative justice,” kata Roy dalam pernyataannya. Ia juga menyebut kasus tersebut akan terus berjalan dan tidak bisa dihentikan hanya dengan permintaan maaf dari pihak lain.

Rismon Sianipar Ubah Pernyataan Soal Ijazah Jokowi

Rismon Hasiholan Sianipar, salah satu tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo, mengubah pernyataannya. Ia kini menyatakan bahwa ijazah Jokowi adalah asli. Perubahan sikap tersebut menjadi sorotan publik, mengingat sebelumnya Rismon dikenal sebagai pihak yang meragukan keaslian ijazah Presiden ke-7 RI itu.

Meski demikian, kubu Jokowi menegaskan tidak membutuhkan pencabutan atau pembatalan keterangan Rismon dalam persidangan. Kuasa hukum Jokowi, YB Irpan, menyatakan pihaknya sejak awal telah keberatan dengan keterangan Rismon dalam sidang gugatan Citizen Lawsuit (CLS) di Pengadilan Negeri Solo.

“Masalah Rismon sebagai ahli dalam memberikan keterangan di persidangan, kami tidak akan menanggapi. Kami tidak membutuhkan sikap saudara Rismon untuk menganulir di dalam persidangan,” ujar Irpan, Selasa (17/3/2026).

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Bansos PKH, BPNT, dan PIP Segera Cair Usai Lebaran 2026, Cek NIK KTP Anda Sekarang

29 Maret 2026

Prabowo Tiba-Tiba Berkeliling Senen, Pakai Baju Santai, Janjikan Hunian Layak

29 Maret 2026

Respons Demokrat-NasDem Terkait Kehadiran Anies di Halalbihalal SBY Tanpa Undangan

29 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Cicilan Mitsubishi Pajero Sport 2026 Terbaru, DP Besar dengan Tenor Fleksibel

29 Maret 2026

Pandangan: QRIS Menjelma Dunia

29 Maret 2026

Berita Terkini: Bukti Korupsi Tambang di Kukar, Uang Miliaran dan Tas Mewah

29 Maret 2026

Dokter Tifa Negasi Mundur dari Kasus Ijazah Palsu dan Bertemu Jokowi di Solo

29 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?