Penembakan di Rumah Anggota DPRD Jawa Tengah, Suami Korban Ungkap Dalangnya
Pada malam hari yang tak terduga, sebuah kejadian traumatis menimpa anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PPP. Kejadian tersebut melibatkan penembakan yang dilakukan oleh pria misterius di rumah korban. Dalam peristiwa ini, Amat Muzakhin alias Boim (36), suami dari Nur Fatwah, nyaris menjadi korban.
Kronologi Peristiwa
Peristiwa ini terjadi setelah Boim pulang dari kegiatan kemanusiaan yang bertujuan untuk menyalurkan bantuan banjir di Kecamatan Wonokerto, Pekalongan. Sekitar pukul 20.30 WIB, saat sedang berbincang dengan dua rekannya di teras rumah, seorang pria misterius tiba-tiba masuk ke halaman rumah.
Pelaku menggunakan motor matik hitam, jaket kulit, serta helm dan masker. Ia sempat memutar balik kendaraannya sebelum melepaskan satu tembakan. “Saya berhadap-hadapan langsung dengan senjata itu. Jaraknya sekitar 10 meter,” kenang Boim. Beruntung, peluru tersebut meleset.
Meski rekannya ingin mengejar, Boim melarang karena khawatir akan terjadi hal yang lebih buruk. Pelaku diketahui bersenjata api, sehingga membuat situasi semakin memprihatinkan.
Respons Cepat Kepolisian
Polda Jawa Tengah dan Polres Pekalongan langsung merespons cepat terhadap kasus ini. Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, memimpin langsung olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga dini hari untuk mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi.
Sebagai langkah antisipasi, kepolisian kini menyiagakan personel untuk melakukan penjagaan 24 jam di kediaman Boim. “Kami tidak akan berspekulasi. Semua kemungkinan sedang kami dalami,” ujar AKBP Rachmad.
Kasus Menarik Perhatian Nasional
Kasus ini kini menjadi sorotan nasional karena menyeret dugaan keterlibatan pejabat publik tingkat pusat. Meski dibayangi ancaman nyawa, Boim menyatakan tidak akan mundur sedikit pun dalam mengawal kasus penculikan yang tengah ia tangani hingga tuntas.
Bongkar Dugaan Dalang di Baliknya
Setelah sempat bungkam, Boim akhirnya angkat bicara melalui sambungan video call di Inews TV, Senin (17/2/2026) malam. Secara mengejutkan, ia menuding seorang oknum anggota DPR RI sebagai otak di balik aksi teror tersebut.
Boim yang juga aktif sebagai aktivis sosial meyakini bahwa tembakan yang melesat ke arahnya bukan sekadar aksi kriminal biasa, melainkan intimidasi terkait kasus besar yang tengah ia kawal. Saat ini, Boim mendampingi kasus dugaan penculikan seorang pedagang martabak yang penanganannya sedang berjalan di Polda Jawa Tengah.
“Keyakinan saya besar. Kasus yang saya dampingi adalah penculikan pedagang martabak yang menurut hemat saya, dalangnya oknum DPR RI itu. Kami punya petunjuk bukti dan keterangan dari korban,” tegas Boim.
Tak hanya itu, Boim mengungkap adanya upaya pembunuhan karakter sebelum penembakan terjadi. Ia mengaku sempat dituding melakukan pemerasan terhadap pihak tertentu agar kasus penculikan tersebut dihentikan. “Saya dianggap mau memeras supaya peristiwa ini mandek. Ya, oknum DPR RI itu,” imbuhnya.
Profil Nur Fatwah
Hj. Nur Fatwah adalah seorang anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kabupaten Pekalongan. Ia tercatat lahir pada 23 September 1968 dan pada Pemilu 2024 terpilih menjadi anggota DPRD Jateng mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah 13 atas nama Nur Fatwah dari PPP.
Dalam struktur DPRD Jateng, Nur Fatwah tergabung di Komisi A, yang biasanya membidangi urusan pemerintahan, hukum dan politik. Sehingga perannya mencakup pengawasan kebijakan publik serta pembentukan peraturan daerah bersama kolega-kolega legislatif lainnya.
Selain aktivitas legislasi, ia juga dikenal aktif memberikan perhatian pada isu-isu pemerintahan daerah, pelayanan masyarakat, dan pengembangan potensi desa melalui berbagai kegiatan bersama masyarakat di Jawa Tengah, termasuk memaksimalkan potensi wisata desa sebagai bagian dari pemberdayaan lokal.



