Perayaan Imlek di Batam dan Komentar Menteri Koordinator IPK
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hadir dalam perayaan Imlek 2577 di Kawasan Nagoya, Batam. Dalam kesempatan tersebut, AHY menyampaikan beberapa catatan khusus mengenai perkembangan Batam ke depan. Ia menilai bahwa Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), memiliki kekhususan yang harus terus diperkuat, terutama dari sisi industri dan hilirisasi.
“Batam ini kan spesial ya, dari awal didesain sebagai kota yang punya kekhususan. Ada FTZ yang kita kenal sebagai sebuah mekanisme yang juga diharapkan bisa mendatangkan banyak peluang ekonomi,” ujar AHY saat berada di Batam pada Selasa (17/2/2026) dini hari.
Menurut AHY, industri di Batam harus terus diperkuat, termasuk melalui hilirisasi agar tidak hanya mengekspor sumber daya alam mentah. “Hilirisasi juga menjadi bagian penting, tidak mungkin kita hanya mengekspor sumber daya alam kita. Kita harus punya nilai tambah,” katanya.
Kasus Oknum Polisi di Batam Diduga Hamili Remaja
Selain informasi tentang Batam, ada kabar baru yang datang dari oknum polisi di Batam. Seorang wanita berinisial A (19), mantan tenaga honorer di salah satu instansi pemerintah melaporkan oknum polisi di Polresta Barelang berpangkat Bripda berinisial Ap atas dugaan menghamilinya tanpa tanggung jawab.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H menegaskan jika terlapor telah diproses sesuai ketentuan yang berlaku. “Yang bersangkutan sudah diproses. Sudah ditempatkan khusus (patsus). Saat ini masih berproses untuk sidang etik nantinya,” ujar Anggoro belum lama ini di loby Polresta Barelang.
Sidang etik terhadap oknum polisi tersebut akan digelar pada 19 Februari 2026. Hal ini menunjukkan bahwa proses hukum tetap berjalan meskipun kasus ini sedang dalam penanganan.
Korupsi Rehabilitasi Mangrove di Natuna
Polres Natuna telah menetapkan dua tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi penyelenggaraan anggaran swakelola percepatan rehabilitasi mangrove tahun 2021. Kerugian Negara ditaksir mencapai Rp350.150.825 berdasarkan hasil audit BPKP Kepri.
Dua tersangka yang ditetapkan berinisial I (36) dan Ar (39), mereka diduga terlibat dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban atau Surat Pertanggungjawaban (SPj) fiktif dan manipulasi kuitansi kegiatan bersama Ketua Kelompok Tani Mitra saat itu. Penetapan tersangka disampaikan langsung oleh Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie.,S.H.,S.I.K.,.M.M., M.Tr.Opsla saat konferensi pers di Mapolres Natuna, Selasa (17/2/2026).
Kronologi korupsi rehabilitasi mangrove di Natuna juga mengungkap bahwa Ketua Kelompok Tani (Poktan) yang memimpin kegiatan swakelola itu meninggal dunia saat proses penyelidikan dugaan korupsi masih berjalan. Meski demikian, proses hukum tetap berlanjut hingga polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus korupsi di Natuna ini.
Pencurian di Karimun Viral di Media Sosial
Aksi pencurian di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terjadi dua kali dalam sepekan. Aksinya kriminal di Karimun sempat viral di medsos, terekam kamera pengawas (CCTv).
Kasus pencurian di Karimun pertama terjadi pada Kamis (12/2/2026) pukul 03.00 WIB. Kejadian ini sempat viral di medsos, setelah terlibat aksi kejar kejar antara pemuda dan terduga pencuri yang terjadi di Kelurahan Kapling Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun. Pencurian di Karimun kedua terjadi pada Senin (15/2/2026) pada pukul 01.40 WIB.
Warga Karimun merasa cemas dan berharap polisi segera menindak pelakunya. Informasi ini menunjukkan bahwa masalah keamanan di wilayah tersebut semakin menjadi perhatian masyarakat.
Hujan Mengakhiri Kekeringan di Bintan
Setelah hampir dua bulan dilanda kekeringan akibat kemarau panjang, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akhirnya diguyur hujan, Selasa (17/2/2026). Intensitas cukup deras. Hujan mulai membahasi tanah wilayah Bintan sejak pukul 09.30 WIB hingga siang ini.
Fenomena alam yang terjadi ini disambut sukacita warga setempat. Mengingat, sudah satu bulan lebih terakhir wilayah setempat sudah tidak hujan lagi. Saat hujan turun, warga Toapaya pun bergegas mengambil ember-ember kosong dari dalam rumah.
Pengamatan Hilal di Batam untuk Menentukan Awal Ramadan
Pantauan hilal untuk penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah di Kota Batam berlangsung di Menara Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (17/2/2026) sore. Sejak sore hari, tim pemantau telah bersiap di area tertinggi masjid yang menjadi titik pengamatan.
Terlihat dua teleskop dipasang berdampingan, satu milik BMKG, satu lagi milik LDII. Keduanya diarahkan ke ufuk barat untuk memantau posisi bulan sabit muda penanda awal Ramadan. Namun, proses rukyatul hilal terkendala cuaca, sejak pagi, hujan turun di Batam dengan intensitas ringan hingga sedang.
Kemenag Batam menunggu hasil sidang isbat untuk menentukan kapan 1 Ramadan 1447 H akan dimulai.



