Kritik Asghar Saleh Terhadap Komdis PSSI Berujung Sanksi
Asghar Saleh, Wakil Manager Malut United, mengalami sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI setelah melakukan kritik keras terhadap wasit dalam pertandingan Persib Bandung melawan Malut United. Kritik ini dilakukan melalui akun Facebook pribadinya, yang membuat Komdis PSSI merasa terganggu dan menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas selama tiga bulan.
Sanksi tersebut tertuang dalam Salinan Keputusan Komite Disiplin PSSI bernomor 156/L1/SK/KD-PSSI/II/2026. Selain Asghar, sejumlah petinggi Malut United juga menyoroti keputusan wasit Yudai Yamamoto yang memimpin laga pekan ke-20. Mereka menilai ada beberapa keputusan yang kontroversial dan tidak adil.
Pelatih Malut United, Hendri Susilo, menyampaikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit. Ia menegaskan bahwa banyak keputusan yang kurang tepat dan meminta evaluasi terhadap wasit. “Hal yang perlu dievaluasi malam ini adalah wasit, saya pikir banyak keputusan yang kurang tepat darinya,” ujarnya.
Willem D. Nanlohy, COO Malut United, juga setuju dengan pendapat pelatihnya. Ia mempertanyakan cara kerja wasit VAR dan wasit tengah dalam berkoordinasi melihat kejadian dan memutuskan sebuah kejadian. “Menurut saya, dampak dari keputusan yang tidak akurat merusak permainan,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa wasit Yudai Yamamoto, yang sudah tiga kali memimpin laga Persib musim ini, tidak mau melihat rekaman kejadian saat pelanggaran terhadap David da Silva dan Tyronne del Pino. “Kita berharap kehadiran wasit asing dan penggunaan VAR tidak dipakai untuk menguntungkan suatu pihak demi skenario mereka,” tambahnya.
Pengalaman Asghar Saleh di Sidang Komdis PSSI
Asghar Saleh mengaku menghadiri sidang Komdis PSSI pada tengah malam waktu Ternate. Ia menilai isi surat yang diterima tidak sesuai dengan fakta yang terjadi dalam pertandingan. “Sidang kurang lebih 20 menit dan saya sudah tahu arah sidang itu karena selama ini – Komdis hanya pura-pura bersidang agar punya dasar menjatuhkan hukuman yang sudah disiapkan,” ujarnya.
Ia juga menyatakan bahwa ini pertama kalinya ia menghadiri sidang Komdis sejak mengurus sepakbola sejak tahun 2003. “Secara pribadi – ini baru pertama kali menjalani sidang Komdis sejak mengurus sepakbola tahun 2003. Dan jujur saya tidak punya alasan yang cukup untuk memahami posisi Komdis karena banyak ketidakadilan yang justru terlewatkan.”
Asghar juga mengkritik keputusan Komdis yang menjatuhkan hukuman larangan tiga pertandingan tanpa banding kepada Yakob Sayuri. “Entah apa dasarnya karena Malut United tidak pernah dimintai penjelasan tentang apa yang terjadi di lorong pemain saat ricuh di stadion Indomilk Arena.”
Kritik yang Dianggap Menghina
Asghar menegaskan bahwa ia tidak menyebut jabatan sebagai Wakil Manager dalam kritiknya. “Saya menulis sebagai refleksi personal terhadap keburukan wasit dalam pertandingan itu yang disaksikan jutaan orang di televisi.” Ia juga menantang Komdis untuk menonton ulang pertandingan tersebut.
“Di dunia media sosial yang tanpa batas, sangat banyak orang yang menyampaikan kritik secara terbuka. Presiden Prabowo saja sering dikritik. Kapolri berulang kali dikritik. Tapi mereka semua menyikapi tanpa arogansi seperti Komdis PSSI,” ujarnya.
Asghar juga menyatakan bahwa dirinya akan tetap mendukung Malut United meskipun dihukum larangan beraktivitas selama tiga bulan. “Saya akan terus mendukung Malut United karena ini adalah kebanggaan bersama. Ini identitas dan alat perjuangan kami untuk perbaikan sepakbola Indonesia.”
Ia berkomitmen untuk terus mengkritik segala sesuatu yang tidak benar dalam sepakbola Indonesia. “Kalau kritik dibungkam dengan hukuman dan denda – maka saya akan terus melawan dengan akal sehat.”



