Indonesiadiscover.com,
JAKARTA — Tiongkok secara resmi meluncurkan penerbangan perdana pesawat kargo tanpa awak bernama Tianma—1000. Pesawat ini memiliki bentuk yang mirip drone dan mampu mengangkut logistik serta digunakan dalam situasi darurat.
Tianma—1000 merupakan transportasi ketinggian menengah dan biaya rendah pertama di Tiongkok. Menurut laporan dari China Central Television (CCTV), pesawat ini mampu menavigasi medan pegunungan yang kompleks, melakukan lepas landas dan mendarat dengan jarak sangat pendek, serta beralih antara misi kargo dan penjatuhan udara.
Selain itu, pesawat ini dirancang untuk berbagai peran multifungsi, termasuk pengangkutan kargo, penyelamatan darurat, dan operasi pengiriman udara. Dengan kemampuan mencapai ketinggian maksimum 8.000 meter, terbang sejauh 1.800 kilometer, serta mengangkut muatan satu ton, Tianma—1000 memungkinkan pengiriman pasokan besar dalam satu penerbangan.
Drone ini dikembangkan oleh Xi’an Aisheng Technology Group Co., yang berafiliasi dengan China North Industries Group Corp.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga sedang mempersiapkan pengembangan Advance Air Mobility (AAM) atau Unmanned Aircraft System (UAS), yaitu transportasi udara serupa drone, tetapi dengan ukuran lebih besar.
Kementerian Perhubungan Kembangkan Drone Logistik
Sebelumnya, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Sokhib Al Rohman, menyampaikan bahwa Menteri Perhubungan memberikan perhatian besar terhadap operasional drone di berbagai wilayah Indonesia, terutama daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Saat ini, Kemenhub sedang menyusun peta jalan atau roadmap kesiapan Indonesia menyambut teknologi baru ini, termasuk penyusunan regulasinya. Langkah-langkah dalam membangun peta jalan ini dimulai dengan membentuk satuan tugas (task force) drone. Selanjutnya, dilakukan pemetaan kebutuhan dan tantangan, diskusi, menetapkan sasaran dan tujuan yang akan dicapai.
Kemenhub juga melakukan identifikasi perumusan rencana, penyusunan rencana kerja, uji coba dan evaluasi, serta iterasi, pembaruan, dan komitmen pimpinan dan tim Satgas. “Harapannya Pak Menteri, ingin di Desember 2026 ada satu yang bisa beroperasi untuk komersil,” kata Sokhib pada Oktober 2025 lalu.
Diharapkan, keberadaan drone ini dapat membantu mengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke pelosok Indonesia.
Saat ini, produsen drone di Indonesia sudah tersedia. Dua perusahaan berada di Bandung, yaitu PT Iter Aero Industri dan PT Vela Prima. Sementara itu, merek internasional pun mulai masuk dan melakukan demonstrasi.
Teranyar, Dreamfly Indonesia resmi melakukan uji coba terbang (test flight) perdana untuk drone kargo listrik DF-L100 di Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat, Senin (20/10/2025).



