Latihan yang Mengubah Lari Menjadi Percakapan
Sesi latihan yang berlangsung sejak Desember 2025 ini terasa seperti ruang bertemu banyak cerita. Ada yang mengejar personal best, ada yang sekadar ingin kembali konsisten berlari. Namun perlahan, semuanya menemukan ritme bersama. Latihan ini pun dirancang untuk membantu pelari membangun performa secara bertahap dan konsisten. Dengan pendekatan latihan terstruktur membantu pelari menemukan ritme terbaik sebelum race day. Lari pun tidak lagi terasa seperti tugas, melainkan ibarat percakapan antara tubuh dan jalanan.
Langkah Pertama dengan PUMA Deviate 4
Kesan pertama saat mengenakan Deviate 4 adalah ringan, seringan hampir seperti kaki diberi ruang bernapas lebih luas. Namun yang lebih penting, sepatu ini memberi rasa stabil, bahkan ketika pace berubah. Bantalan NITRO Foam terasa memantulkan energi langkah, membuat lari terasa lebih efisien. Bukan dorongan agresif, melainkan bantuan halus yang menjaga ritme tetap hidup.
“Saya merasakan sepatu ini mampu menjaga ritme, bahkan ketika pace berubah. Sensasinya seperti memiliki ‘penjaga keseimbangan’ di kaki, membantu tubuh tetap efisien tanpa terasa dipaksa,” ungkap penulis usai mencoba mengenakan PUMA Deviate 4 di lintasan saat salah satu sesi latihan.

Stabilitas yang Terasa Saat Tubuh Mulai Lelah
Di kilometer berikutnya, saat napas mulai berat, terasa peran PWRPLATE, teknologi yang dimiliki PUMA Deviate 4. Transisi langkah terasa lebih mulus dan kaki seperti diarahkan tetap efisien. Fitur tersebut dirancang untuk membantu stabilitas dan efisiensi langkah di berbagai pace. Sepatu ini tidak terasa memaksa cepat, tetapi membantu tetap konsisten.
“Sepatu ini dibuat untuk mendukung performa progresif, bukan hanya saat lomba, tetapi juga sepanjang proses latihan,” demikian salah satu poin yang disampaikan tim PUMA.

Traksi, Napas, dan Kenyamanan yang Bertahan
Outsole PUMAGRIP memberikan cengkeraman kuat, sementara engineered mesh upper menjaga kaki tetap sejuk. Kombinasi ini membuat sepatu terasa aman sekaligus nyaman, bahkan saat latihan berlangsung cukup lama. Hal-hal kecil seperti ini sering kali menentukan apakah lari terasa menyenangkan atau justru melelahkan secara mental. Bukan hanya faktor latihan, gear yang memadai juga menjadi salah satu alasan olahraga lari terasa memuaskan.

Ketika Sepatu Lari Juga Bicara Soal Gaya
Menariknya, Deviate 4 tidak hanya terasa performatif, tetapi juga punya tampilan simpel yang kuat secara visual. Dalam lanskap lari urban saat ini, pelari juga memikirkan gaya. Bukan sekadar demi tren, tetapi karena olahraga kini menjadi bagian dari identitas diri. Oleh karenanya, sepatu ini terasa bisa menyeberang dari lintasan ke keseharian, tanpa kehilangan karakter performanya.

Dari Latihan Menuju Podium
Melihat hasil akhir di Planet Sports Run 2026, di mana banyak atlet binaan PUMA berhasil naik podium, membuat kesadaran muncul bahwa performa terbaik jarang lahir dari keberuntungan. Ia lahir dari latihan yang konsisten, komunitas yang mendukung, dan perlengkapan yang membantu tubuh bekerja lebih efisien. Sesi latihan yang digelar oleh PUMA Indonesia pun bukan hanya persiapan lomba, tetapi bagian dari perjalanan menjadi pelari yang lebih kuat. Pada akhirnya, pengalaman berlari bukan hanya soal waktu tempuh atau posisi finis, tetapi perjalanan menemukan ritme diri dan kadang, sepatu yang tepat bisa membantu kita menemukannya lebih cepat.

PUMA Deviate 4 bukan sekadar sepatu baru. Ia terasa seperti pengingat bahwa setiap langkah kecil di masa latihan punya arti besar di hari lomba. Mungkin, di situlah makna sebenarnya dari berlari: bukan sekadar menuju garis finis, tetapi menuju versi diri yang lebih baik.



