Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 25 Februari 2026
Trending
  • 3 Tempat Ngabuburit Gratis di Karanganyar, Sejuk dan Dekat Kuliner
  • Media Spanyol Bocorkan Rencana Masa Depan Bagnaia, Kejutan Aprilia dengan Murid Rossi Membuat Tim Impian
  • George Osborne: Negara yang Tidak Mengadopsi AI Berisiko Tertinggal
  • Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 22 Februari 2026
  • Polres Belu Tetapkan PK dan Dua Orang Lainnya sebagai Tersangka Kasus Pemaksaan Anak di Atambua NTT
  • 50 Soal Esai Bahasa Indonesia Kelas 11 Terbaru 2026
  • Jadwal BRI Super League 21–22 Feb 2026: Persib dan Persija Terancam oleh Borneo FC
  • Cara Mamalia Laut Bertahan di Laut Dingin
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Cara Mamalia Laut Bertahan di Laut Dingin
Ragam

Cara Mamalia Laut Bertahan di Laut Dingin

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Bagaimana Mamalia Laut Bisa Bertahan di Air Dingin

Pernahkah kamu berpikir, bagaimana paus, lumba-lumba, atau beluga bisa santai berenang di air sedingin es tanpa kedinginan? Sementara kita, baru nyemplung ke air agak dingin langsung menggigil. Mamalia laut hidup di lingkungan ekstrem, tapi tubuh mereka memiliki senjata rahasia untuk mengatur energi dan mempertahankan panas tubuh.

Para ahli sangat tertarik mempelajari bagaimana mamalia laut, terutama kelompok cetacean seperti paus, mampu menjaga suhu tubuhnya tetap stabil meski hidup di perairan bersuhu ekstrem. Yuk, kita bahas berbagai adaptasi unik yang memungkinkan mereka bertahan dan tetap nyaman di habitat sedingin kutub.

Apa Itu Termoregulasi?

Sebelum membahas trik-trik yang digunakan para mamalia laut, kita perlu memahami dulu bagaimana cara kerja termoregulasi. Termoregulasi adalah proses tubuh dalam menjaga suhu tetap stabil. Baik manusia maupun paus sama-sama memiliki suhu tubuh sekitar 37 derajat Celcius. Tantangannya, mereka harus menjaga suhu ini tetap konstan meski air laut jauh lebih dingin dari tubuh mereka.

Jika suhu tubuh terlalu panas, hewan bisa mengalami hipertermia. Kalau terlalu dingin, bisa terjadi hipotermia. Nah, agar semua tetap seimbang, bagian hipotalamus di otak bekerja seperti termostat alami. Ini menerima sinyal dari kulit dan dari suhu darah, lalu memerintahkan tubuh kapan harus melepaskan panas atau kapan harus mempertahankannya.

Lapisan Lemak (Blubber) sebagai Jaket Alami Mamalia Laut

Salah satu alasan utama paus dan mamalia laut lainnya tidak kedinginan adalah keberadaan blubber, yaitu lapisan lemak tebal yang berfungsi sebagai isolator panas. Blubber terdiri dari jaringan lemak dan protein yang bukan hanya menghangatkan, tetapi juga membantu pergerakan dan memperbaiki daya apung tubuh mereka.

Pada paus balin yang bermigrasi jauh, blubber ini juga berfungsi sebagai tabungan energi. Mereka bisa bertahan berminggu-minggu tanpa makan karena tubuh mengambil energi dari cadangan lemak ini. Namun, berbeda dengan paus yang hidup di daerah kutub sepanjang tahun, seperti beluga. Mereka tidak mengandalkan blubber sebagai cadangan makanan, tapi lebih sebagai pelindung utama dari suhu ekstrem. Karena mereka tetap makan secara teratur, lemak mereka tidak pernah benar-benar habis. Semakin tebal blubber yang mereka miliki, semakin efisien tubuh mereka menahan dingin tanpa harus membakar energi ekstra.

Rete Mirabile: Sistem Pipa Ajaib Penahan Panas



Selain blubber, ada mekanisme lain yang jauh lebih canggih: rete mirabile. Ini adalah sistem pembuluh arteri dan vena yang saling berdekatan sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran panas balik (countercurrent heat exchange). Kenapa penting? Karena ada bagian tubuh paus yang hampir tidak memiliki lemak isolasi, seperti sirip punggung, sirip dada, dan ekor. Tanpa sistem ini, panas tubuh akan banyak terbuang lewat area tersebut.

Cara kerjanya seperti ini:

Darah panas dari dalam tubuh melewati arteri menuju bagian ekstremitas.

Darah dingin yang kembali ke jantung melalui vena berpapasan dengan darah panas tadi.

Panas dari arteri ditransfer ke vena sehingga yang kembali ke tubuh sudah hangat lagi.

Selain itu, beberapa spesies paus bahkan memiliki sedikit atau tanpa katup vena, membuat aliran darah lebih cepat sehingga suplai panas ke organ vital tetap lancar.

Migrasi

Meski tubuh mereka sangat ahli dalam mengatasi dingin, paus tetap melakukan migrasi bermusim, terutama paus balin. Alasannya bukan karena mereka kedinginan atau ingin mencari tempat hangat, melainkan soal ketersediaan makanan. Perairan tropis cenderung miskin cadangan makanan seperti krill atau ikan kecil. Sebaliknya, perairan sub-kutub dan kutub yang dingin justru menjadi surga makanan ketika musim panas tiba, berkat ledakan populasi plankton dan organisme kecil lainnya.

Energi yang dibutuhkan paus untuk berburu di perairan tropis jauh lebih besar dibanding manfaat yang mereka dapat dari makanannya. Jadi, lebih efisien bagi mereka untuk berenang ribuan kilometer menuju laut dingin yang kaya makanan. Sementara itu, paus balin harus tetap bermigrasi ke perairan hangat untuk melahirkan. Anak paus lahir dengan blubber yang belum cukup tebal sehingga tidak bisa bertahan lama di air dingin.

Apakah Mamalia Laut Bisa Mati Karena Suhu Ekstrem?

Jawabannya: bisa, tapi jarang terjadi pada hewan yang sehat. Ancaman terbesar datang dari: kurangnya nutrisi, kondisi kesehatan buruk, atau perubahan habitat akibat berpindah tempat karena gangguan lingkungan. Jika blubber mamalia laut terlalu tipis, mereka bisa kehilangan kemampuan mempertahankan panas. Dalam kasus ekstrem, suhu yang terlalu rendah bisa mematikan. Namun, pada kondisi normal, mamalia laut punya cukup banyak “alat pelindung” untuk bertahan bahkan di suhu ekstrem sekalipun.

Pada akhirnya, kemampuan mamalia laut bertahan di suhu ekstrem adalah bukti betapa hebatnya evolusi bekerja. Mereka telah dibentuk untuk menjadi penguasa samudra, bahkan di perairan sedingin es.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Media Spanyol Bocorkan Rencana Masa Depan Bagnaia, Kejutan Aprilia dengan Murid Rossi Membuat Tim Impian

25 Februari 2026

NU di Abad Kedua: Mengarungi Badai Kesenjangan Digital

25 Februari 2026

Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 22 Februari 2026

25 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

3 Tempat Ngabuburit Gratis di Karanganyar, Sejuk dan Dekat Kuliner

25 Februari 2026

Media Spanyol Bocorkan Rencana Masa Depan Bagnaia, Kejutan Aprilia dengan Murid Rossi Membuat Tim Impian

25 Februari 2026

George Osborne: Negara yang Tidak Mengadopsi AI Berisiko Tertinggal

25 Februari 2026

Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 22 Februari 2026

25 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?