Tips Mengidentifikasi Kondisi Motor Bekas yang Sebenarnya
Membeli motor bekas sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi calon pembeli. Banyak orang terpukau oleh tampilan bodi yang kinclong dan cat yang mengkilap, tanpa menyadari bahwa estetika luar tidak menjamin kesehatan komponen internal. Karena itu, penting untuk memperhatikan kondisi mesin dan komponen lainnya agar tidak tertipu dengan motor yang tampak baik tetapi memiliki masalah mendasar.
Berikut beberapa cara untuk mengecek kondisi motor bekas secara mendalam:
1. Mendeteksi Suara Aneh dari Blok Mesin dan Area Transmisi
Langkah pertama yang paling penting adalah menyalakan mesin dalam kondisi suhu dingin atau saat pagi hari sebelum digunakan. Mesin motor yang sehat akan menghasilkan suara stabil dan bulat. Jika terdengar suara ketukan logam tajam atau gesekan benda tumpul dari dalam blok silinder, ini bisa menjadi indikasi keausan pada piston, ring piston, atau setang seher.
Pada motor jenis matik, perhatikan juga area bak transmisi otomatis atau CVT. Munculnya suara seperti decitan tikus atau gerungan kasar saat tuas gas ditarik menandakan kerusakan pada v-belt, roller, atau kampas ganda. Suara tidak wajar ini sering disamarkan dengan oli mesin yang lebih kental, sehingga pemeriksaan harus dilakukan secara mendalam dengan membiarkan mesin menyala hingga mencapai suhu optimal.
2. Mengamati Warna Asap Knalpot dan Rembesan Oli Tersembunyi
Warna gas buang dari knalpot bisa menjadi cermin dari kesehatan ruang pembakaran. Motor dengan mesin empat tak yang normal seharusnya tidak mengeluarkan asap berwarna. Jika muncul asap putih tipis atau pekat, ini bisa menunjukkan bahwa oli mesin merembes ke ruang bakar akibat ring piston yang lemah atau seal klep yang bocor. Kondisi ini bisa membuat volume oli cepat habis dan memicu kerusakan total pada komponen lain.
Selain itu, jangan hanya melihat bagian luar yang bersih. Periksalah sela-sela mesin, area bawah bak oli, dan sambungan antara blok mesin untuk mencari tanda-tanda rembesan oli. Penjual nakal sering membersihkan rembesan ini sebelum pembeli datang, namun jejak oli biasanya masih ada di area sulit dijangkau. Keberadaan rembesan oli menunjukkan bahwa paking atau segel mesin sudah tidak rapat dan berisiko menyebabkan kebocoran lebih besar di masa depan.

3. Lakukan Test Drive untuk Mengecek Tarikan Motor
Uji jalan atau test ride merupakan tahap final yang sangat penting untuk mengetahui kinerja mekanis motor. Saat berkendara, perhatikan respons motor saat tuas gas dibuka tiba-tiba. Motor yang sehat akan memberikan tenaga instan tanpa gejala mesin kosong atau tersedat. Getaran yang keras pada setang atau pijakan kaki saat mesin dipacu pada kecepatan tertentu bisa menjadi tanda bahwa kruk as atau sistem penyeimbang mesin sudah tidak presisi lagi.
Selama pengujian, cobalah merasakan perpindahan gigi pada motor bebek atau sport, serta kehalusan penyaluran tenaga pada motor matik. Jika motor terasa sulit berpindah gigi atau gredek saat mulai melaju dari posisi diam, ini bisa menunjukkan masalah pada kopling atau transmisi. Motor yang tidak sehat biasanya akan cepat panas dan tenaganya merosot drastis setelah dikendarai selama 15 menit.

4. Tanda Motor Bekas Pernah Dimodifikasi Berlebihan
Beberapa motor bekas bisa saja pernah dimodifikasi secara berlebihan, yang bisa memengaruhi performa dan keandalannya. Pastikan untuk memeriksa apakah ada modifikasi yang tidak sesuai dengan standar pabrikan. Misalnya, perubahan pada sistem pendingin, suspensi, atau sistem elektronik bisa memengaruhi kinerja keseluruhan motor.
Dengan fokus pada kondisi mesin dan performa berkendara, potensi tertipu oleh motor bekas yang “cacat” secara mekanis dapat diminimalisir sepenuhnya.



