Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 29 April 2026
Trending
  • Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Asusila Tukang Bakso Tasikmalaya
  • Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 20 April 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • KORMI Bandung Percepat Inisiatif, Hilman Majid Usung Olahraga sebagai Kebiasaan Harian Warga Kota
  • Semangat membara, ribuan suporter berkumpul rayakan ulang tahun Persela Lamongan ke-59
  • Adegan Inara Rusli dan Insanul Fahmi Terungkap dalam 7 Potongan Video CCTV, Jawab Isu Zina
  • Motorola Edge 70 Pro Bocor, HP Premium dengan Kamera 50MP dan Pengisian Cepat 90W
  • Tampil Mewah! Stylo 160 ABS 2026 Tampil Cemerlang dengan Desain Elegan dan Warna Glossy Premium
  • Alasan Terbaru Liam Rosenior Usai Chelsea Kalah dari Man United di Liga Inggris
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Bukannya Kompak, Tim Ekonomi Prabowo Dinilai malah Sibuk Berkompetisi Politik
Nasional

Bukannya Kompak, Tim Ekonomi Prabowo Dinilai malah Sibuk Berkompetisi Politik

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Bukannya Kompak, Tim Ekonomi Prabowo Dinilai malah Sibuk Berkompetisi Politik
Presiden Prabowo Subianto (depan tengah) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (baris kedua, kedua kanan) bersiap untuk berfoto bersama jajaran Menteri dan Kepala Lembaga Tinggi Negara Kabinet Merah Putih yang baru dilantik di Istana Merdeka, Ja(ANTARA/Hafidz Mubarak A)

DIREKTUR Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri menyatakan, masalah koordinasi menjadi salah satu penyebab kebijakan ekonomi yang dibuat oleh kabinet ‘Merah Putih’ tidak terarah. Kebijakan-kebijakan ekonomi yang disusun tidak terlihat seirama dalam implementasinya di tiap kementerian.

Sebagai contoh, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah bakal memberikan insentif diskon tarif listrik sebesar 50%. Menjawab rencana itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku kementeriannya tidak dilibatkan dalam perumusan kebijakan tersebut.

“Dengan begitu besarnya postur kabinet, kemudian juga fungsi dan tujuannya itu terdistribusi secara sangat luas, sering kali kita lihat ada overlap antara satu kementerian dengan lembaga yang lain. Atau juga ada kurangnya koordinasi, kurangnya komunikasi. Sehingga sampai sekarang belum bisa dipecahkan, belum bisa dikembangkan satu mekanisme yang memungkinkan komunikasi antara satu lembaga dan kementerian itu dengan lembaga kementerian lainnya,” ucap Yose saat dihubungi, Selasa (3/6).

Di sisi lain, Yose melihat political motive yang semakin menguat pada menteri-menteri kabinet Merah Putih. Sebab, hampir seluruh kementerian di kabinet Merah Putih diisi oleh para politisi.

 

“Misalnya ketua-ketua umum partai politik itu dijadikan menteri. Sehingga terjadi semacam kompetisi yang makin mencuat, dulu-duluan di antara kementerian dan lembaga ini, sehingga tidak mengkoordinasikan. Sekali lagi, akhirnya kembali ke tidak adanya komunikasi dan koordinasi,” sebut Yose.

 

Selain itu, ia juga melihat makin langkanya technocratic approach  karena jarangnya diskursus atau debat yang menampilkan angka-angka ataupun evidence based policy.

 

“Jadi kebanyakan kebijakan-kebijakan ini bukan berdasarkan analisis yang cukup baik, tetapi dilakukan tadi karena political motive misalnya, ataupun juga kompetisi antara satu kementerian dan kementerian yang lainnya. Ini menyebabkan kadang-kadang program itu juga dijalankan atau diluncurkan hari ini, seminggu kemudian dibatalkan,” beber Yose. (Fal/E-1)

berkompetisi Bukannya Dinilai Ekonomi Kompak Malah Politik Prabowo Sibuk Tim
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Asusila Tukang Bakso Tasikmalaya

29 April 2026

Adegan Inara Rusli dan Insanul Fahmi Terungkap dalam 7 Potongan Video CCTV, Jawab Isu Zina

29 April 2026

Semangat membara, ribuan suporter berkumpul rayakan ulang tahun Persela Lamongan ke-59

29 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Asusila Tukang Bakso Tasikmalaya

29 April 2026

Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 20 April 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

29 April 2026

KORMI Bandung Percepat Inisiatif, Hilman Majid Usung Olahraga sebagai Kebiasaan Harian Warga Kota

29 April 2026

Semangat membara, ribuan suporter berkumpul rayakan ulang tahun Persela Lamongan ke-59

29 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?