Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 28 Januari 2026
Trending
  • Nutrijell Perkenalkan ‘House of Jelly’ di KidZania Jakarta, Edukasi Profesi Chef Kue untuk Anak dan Keluarga
  • Basarnas: Pergerakan Smartwatch Buktikan Farhan Masih Hidup
  • Shin Tae Yong Bocorkan Tekanan dan Konflik di Balik Layar Timnas dalam Podcast
  • Serangan Tawon Tewaskan Pasangan: Suami Tewas di Kebun, Istri Meninggal Beberapa Jam Kemudian
  • Pekan Depan, Kemenhub Uji Coba Penegakan Hukum ODOL di 5 Lokasi
  • OJK Tanggapi Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
  • Top Skor Proliga 2026: LavAni Bintang Asing Ciptakan Kejutan, Megawati di Urutan Enam dengan 97 Poin
  • Dua Wanita dan Satu Pria Tersesat di Sukasada, Suami Tunggu Dua Hari di Rumah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Bukannya Kompak, Tim Ekonomi Prabowo Dinilai malah Sibuk Berkompetisi Politik
Nasional

Bukannya Kompak, Tim Ekonomi Prabowo Dinilai malah Sibuk Berkompetisi Politik

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Bukannya Kompak, Tim Ekonomi Prabowo Dinilai malah Sibuk Berkompetisi Politik
Presiden Prabowo Subianto (depan tengah) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (baris kedua, kedua kanan) bersiap untuk berfoto bersama jajaran Menteri dan Kepala Lembaga Tinggi Negara Kabinet Merah Putih yang baru dilantik di Istana Merdeka, Ja(ANTARA/Hafidz Mubarak A)

DIREKTUR Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri menyatakan, masalah koordinasi menjadi salah satu penyebab kebijakan ekonomi yang dibuat oleh kabinet ‘Merah Putih’ tidak terarah. Kebijakan-kebijakan ekonomi yang disusun tidak terlihat seirama dalam implementasinya di tiap kementerian.

Sebagai contoh, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah bakal memberikan insentif diskon tarif listrik sebesar 50%. Menjawab rencana itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku kementeriannya tidak dilibatkan dalam perumusan kebijakan tersebut.

“Dengan begitu besarnya postur kabinet, kemudian juga fungsi dan tujuannya itu terdistribusi secara sangat luas, sering kali kita lihat ada overlap antara satu kementerian dengan lembaga yang lain. Atau juga ada kurangnya koordinasi, kurangnya komunikasi. Sehingga sampai sekarang belum bisa dipecahkan, belum bisa dikembangkan satu mekanisme yang memungkinkan komunikasi antara satu lembaga dan kementerian itu dengan lembaga kementerian lainnya,” ucap Yose saat dihubungi, Selasa (3/6).

Di sisi lain, Yose melihat political motive yang semakin menguat pada menteri-menteri kabinet Merah Putih. Sebab, hampir seluruh kementerian di kabinet Merah Putih diisi oleh para politisi.

 

“Misalnya ketua-ketua umum partai politik itu dijadikan menteri. Sehingga terjadi semacam kompetisi yang makin mencuat, dulu-duluan di antara kementerian dan lembaga ini, sehingga tidak mengkoordinasikan. Sekali lagi, akhirnya kembali ke tidak adanya komunikasi dan koordinasi,” sebut Yose.

 

Selain itu, ia juga melihat makin langkanya technocratic approach  karena jarangnya diskursus atau debat yang menampilkan angka-angka ataupun evidence based policy.

 

“Jadi kebanyakan kebijakan-kebijakan ini bukan berdasarkan analisis yang cukup baik, tetapi dilakukan tadi karena political motive misalnya, ataupun juga kompetisi antara satu kementerian dan kementerian yang lainnya. Ini menyebabkan kadang-kadang program itu juga dijalankan atau diluncurkan hari ini, seminggu kemudian dibatalkan,” beber Yose. (Fal/E-1)

berkompetisi Bukannya Dinilai Ekonomi Kompak Malah Politik Prabowo Sibuk Tim
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Nutrijell Perkenalkan ‘House of Jelly’ di KidZania Jakarta, Edukasi Profesi Chef Kue untuk Anak dan Keluarga

28 Januari 2026

Basarnas: Pergerakan Smartwatch Buktikan Farhan Masih Hidup

28 Januari 2026

Serangan Tawon Tewaskan Pasangan: Suami Tewas di Kebun, Istri Meninggal Beberapa Jam Kemudian

28 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Nutrijell Perkenalkan ‘House of Jelly’ di KidZania Jakarta, Edukasi Profesi Chef Kue untuk Anak dan Keluarga

28 Januari 2026

Basarnas: Pergerakan Smartwatch Buktikan Farhan Masih Hidup

28 Januari 2026

Shin Tae Yong Bocorkan Tekanan dan Konflik di Balik Layar Timnas dalam Podcast

28 Januari 2026

Serangan Tawon Tewaskan Pasangan: Suami Tewas di Kebun, Istri Meninggal Beberapa Jam Kemudian

28 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?