Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan di Dunia Medis
Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI) kini semakin masif digunakan dalam berbagai industri, termasuk dunia medis. Di Indonesia, teknologi ini disebut dapat membantu dokter dalam proses pemeriksaan kanker agar lebih cepat dan akurat. Dengan meningkatnya tantangan dalam dunia medis, terutama dalam diagnosis kanker yang sering kali baru terdeteksi pada stadium lanjut, penggunaan AI menjadi solusi yang menjanjikan.
Tantangan dalam Diagnosis Kanker di Indonesia
Tantangan dunia medis di Indonesia semakin besar karena banyak kasus kanker yang baru terdiagnosis pada stadium lanjut, sehingga memengaruhi tingkat keberhasilan pengobatan. Diketahui bahwa tingkat kematian akibat kanker di Indonesia mencapai 240 ribu dari 400 ribu kasus. Hal ini menunjukkan pentingnya adanya inovasi dalam metode diagnosis dan skrining kanker.
Konferensi Pers tentang Penggunaan AI dalam Diagnosis Kanker
Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (25/2/26) di Hotel Raffles Jakarta, para pakar kesehatan di bidang onkologi membahas optimalisasi pemanfaatan AI dalam mendukung proses diagnosis kanker payudara dan skrining kanker paru. Berikut adalah penjelasan mengenai peran AI dalam meningkatkan akurasi dan percepatan deteksi awal penyakit kanker.
AI Bantu Akurasi dan Percepat Deteksi Awal Penyakit Kanker
Dr. dr. Patricia Diana Prasetyo, Msi.Med, Sp.PA menyoroti penggunaan AI bukan sebagai pengganti dokter, namun sebagai alat bantu yang memperkuat sistem pemeriksaan. AI dalam proses pemeriksaan kanker membantu membaca data dan pola agar pasien mendapat terapi yang tepat. “Jadi AI itu dia akan menganalisa, dia memberikan pola, kemudian laporannya ini akan digunakan oleh saya dan dokter patolog yang lain. Kita tidak serta-merta mempercayai 100% hasil AI itu, jadi kita akan melakukan evaluasi lagi, telaah lagi, baru setelah itu dokter patolog akan merilis hasilnya,” tutur Dokter Patricia.
AI Dapat Deteksi HER2 Lebih Akurat, Bantu Diagnosis Kanker Payudara

Kasus kanker payudara pada tahun 2020 berdasarkan data GLOBOCAN mencapai 65 ribu kasus baru dengan lebih dari 22 ribu kematian. Pemanfaatan AI ternyata dapat membantu identifikasi tipe kanker serta mendeteksi status ekspresi Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER2), protein yang mendorong pertumbuhan sel kanker agresif secara lebih konsisten dan akurat. Batas antara HER2-Low dan Ultralow sangat tipis dan sulit untuk dilihat atau dideteksi secara konvensional tanpa menggunakan AI sebagai alat bantu. AI HER2 di Indonesia yang pertama diimplementasikan sebagai first reader yang membantu dokter membaca hasil pemeriksaan.
Dalam Skrining Kanker Paru, AI Bantu Tandai Area yang Dicurigai

Selain dimanfaatkan untuk deteksi kanker payudara, pemanfaatan AI di Indonesia juga digunakan untuk mempercepat proses skrining kanker paru. Menurut dr. Dewi Tantra Hardiyanto, Sp.Rad, AI dalam deteksi dini kanker paru berperan sebagai alat bantu atau second reader. “AI itu berperan sebagai alat bantu, jadi second reader untuk menandai area paru yang mencurigakan, misalnya ditemukan pada nodul adanya kelainan, maka AI itu akan membantu memberikan gambaran supaya dokter radiologi bisa lebih cepat melihat adanya kelainan paru,” jelas Dokter Dewi.
AI Terbukti Tingkatkan Deteksi Kanker Payudara dan Paru

Menurut data dari studi yang dipresentasikan pada ASCO Annual Meeting 2025, pemanfaatan AI sebagai pendamping penilaian HER2 terbukti meningkatkan akurasi penilaian hingga 92%. Teknologi ini juga memperbaiki konsistensi antar pemeriksa dari 66% menjadi 82%, serta membantu meningkatkan deteksi HER2-ultra low sebesar 40% dibandingkan penilaian konvensional. Sementara itu, pemanfaatan AI dalam deteksi kanker paru dapat membantu menandai modul yang perlu dikaji karena tidak sebagian nodul ada yang bersifat jinak sehingga tidak membutuhkan tindakan agresif.
FAQ Seputar AI dalam Dunia Kesehatan
Apakah AI bisa mendeteksi penyakit?
AI juga digunakan dalam diagnosis penyakit melalui analisis citra medis dengan tingkat akurasi yang tinggi.Apakah dokter bisa digantikan dengan AI?
AI bisa mengambil alih tugas-tugas teknis, tetapi sisi kemanusiaan dalam praktik kedokteran tetap tak tergantikan.Bagaimana peran AI dalam dunia kesehatan?
AI dalam kesehatan merevolusi layanan medis dengan meningkatkan efisiensi, akurasi diagnosis, dan pemantauan pasien secara real-time.



