Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 30 Maret 2026
Trending
  • Apa Itu Kharg Island? Pulau Strategis Ekspor Minyak
  • Libur Lebaran, Baturraden Dipadati Pengunjung
  • 6 HP Baru Diluncurkan Harga Rp1 Jutaan, Spesifikasi Gahar dengan Layar Halus dan Baterai Besar
  • 5 Alasan Eun He Ingin Menghancurkan Seol Ah di Siren’s Kiss
  • Naskah Khutbah Jumat: 5 Peristiwa Penting di Bulan Syawal yang Jarang Diketahui
  • Jadwal FIFA Series: Era Baru Timnas dengan Herdman, Beri Ruang Pemain Muda dan Ancaman Tak Terduga
  • 5 Kebiasaan Pagi untuk Wajah Awet Muda Pria, Coba Sekarang!
  • Akhir Hari Ini, Puncak Arus Balik Mengintai di Tengah Diskon Tol 30 Persen
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Bryan Adams: Energi Tak Pernah Padam di Jakarta
Nasional

Bryan Adams: Energi Tak Pernah Padam di Jakarta

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Cahaya lampu di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, belum sepenuhnya padam ketika sebuah kejutan terjadi di tengah-tengah kerumunan penonton Kategori 1, pada Selasa (3/2).

Tanpa pengawalan berlebihan, musisi legendaris Kanada, Bryan Adams, muncul di panggung kecil di tengah area penonton, hanya berbekal sebuah gitar akustik.

“Halo, Jakarta!” sapa Adams singkat, yang langsung disambut histeria luar biasa. Di panggung kecil itu, ia membawakan Can’t Stop This Thing We Started dan Straight From the Heart dalam versi akustik yang intim. Pembukaan ini jadi kontras sempurna sebelum ia berjalan menuju panggung utama, menandakan dimulainya parade rock and roll yang intens bertajuk tur Roll With The Punches.

Begitu menginjak panggung utama, musisi berusia 66 tahun itu langsung menggebrak dengan Kick Ass. Lagu ini membawa penonton kembali ke era kejayaan arena rock. Atmosfer semakin memanas saat Run to You dan Somebody dikumandangkan.



Kehadiran balon raksasa yang berputar cepat mengikuti tempo lagu Roll With the Punches menambah dimensi visual yang dinamis. Adams membuktikan, di album ke-17 ini, dirinya masih memiliki selera humor dan kreativitas yang segar. Di sela lagu, Adams sempat bernostalgia mengenai kerinduannya pada Jakarta.

“Sudah lama sekali sejak terakhir kali kami tampil di sini. Dan kami senang sekali akhirnya bisa kembali,” ujar Adams. Dengan katalog lagu yang sangat luas, Adams mengakui sulit untuk merangkum semuanya dalam satu malam.

“Kami punya banyak sekali lagu malam ini. Saya enggak yakin bisa kita bawakan semua dalam satu malam. Karena Roll With the Punches itu album ke-17. Kami tidak tahu, tapi yang satu ini berjudul 18 Till I Die,” tutur Adams disambut riuh teriakan penonton.

Momen emosional memuncak saat Please Forgive Me dilantunkan. Ribuan cahaya dari ponsel penonton menyala, menciptakan lautan kunang-kunang elektrik di dalam stadion. Adams sangat memahami dinamika konser, tahu kapan harus menghentak dan kapan harus membiarkan penonton terhanyut dalam nostalgia. Bahkan lagu Heaven diberikan aransemen yang agak upbeat agar energi yang sudah terbangun dari lagu-lagu sebelumnya tidak merosot jatuh.



Kualitas vokal Adams yang serak basah tetap terjaga sepanjang malam. Mengutip ulasan dari Rolling Stone mengenai tur dunianya, Adams dikenal sebagai sosok perfeksionis yang menjaga staminanya dengan gaya hidup vegan dan disiplin tinggi.

Setlist konser Adams terasa seperti album kompilasi Greatest Hits yang hidup. Mulai dari Summer of ’69 yang legendaris hingga (Everything I Do) I Do It for You. Setiap lagu dinyanyikan bersama oleh penonton dengan lantang. Adams memberikan ruang bagi setiap instrumen untuk bersinar, menciptakan harmoni yang organik antara band dan audiens.



Konser ditutup dengan megah lewat lagu All for Love. Di BCIS, Bryan Adams membuktikan bahwa ia bukan sekadar musisi masa lalu yang menjual nostalgia. Melalui tur Roll With The Punches, rock and roll adalah tentang daya tahan, kegembiraan, dan hubungan emosional yang tak padam oleh waktu.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Libur Lebaran, Baturraden Dipadati Pengunjung

30 Maret 2026

Apa Itu Kharg Island? Pulau Strategis Ekspor Minyak

30 Maret 2026

5 Alasan Eun He Ingin Menghancurkan Seol Ah di Siren’s Kiss

30 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Apa Itu Kharg Island? Pulau Strategis Ekspor Minyak

30 Maret 2026

Libur Lebaran, Baturraden Dipadati Pengunjung

30 Maret 2026

6 HP Baru Diluncurkan Harga Rp1 Jutaan, Spesifikasi Gahar dengan Layar Halus dan Baterai Besar

30 Maret 2026

5 Alasan Eun He Ingin Menghancurkan Seol Ah di Siren’s Kiss

30 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?