Ringkasan Berita:
- Meskipun harus puas berbagi poin dalam tiga laga berturut-turut, Marcos Santos menegaskan hasil tersebut tetap menjadi modal berharga.
- Pelatih asal Brasil itu juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan kekompakan.
- Di sisi lain, Otusanya berharap gol debutnya dapat menjadi pemicu untuk terus bekerja keras.
Indonesiadiscover.com, MALANG –Momen spesial mewarnai laga lanjutan Super League 2026/2027 saat striker Arema FC, Samuel Otusanya, sukses mencetak gol pertamanya bagi Singo Edan di hadapan publik Aremania.
Gol sundulan penyerang berusia 22 tahun itu tak hanya membakar semangat tim, tetapi juga menghindarkan Arema FC dari poin kosong.
Usai laga, pelatih Marcos Santos pasang badan dan meminta publik melihat sisi positif dari konsistensi timnya yang belum tersentuh kekalahan.
Berikut ulasan selengkapnya:
Kebahagiaan Gol Debut Otusanya
Samuel Otusanya mencetak gol debutnya saat Arema FC ditahan imbang Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 2-2 pada pekan keempat Super League 2026/2027, Sabtu (10/10/2026).
Gol tersebut terasa spesial karena menyelamatkan Arema FC dari kekalahan.
Dipercaya tampil sejak menit awal, Samuel Otusanya bermain cukup menjanjikan sebagai seorang striker di lini depan.
Meskipun jarang mendapatkan peluang karena rendahnya suplai bola yang ia dapatkan, namun Otusanya cukup menjadi ancaman bagi lini belakang Bhayangkara FC.
Alhasil pada menit ke-60, Samuel Otusanya mampu membobol gawang Bhayangkara FC setelah memanfaatkan umpan hasil tendangan bebas Marcos Vinicius.
Sundulannya tak mampu dibendung oleh kiper Bhayangkara FC, Awan Setho yang sudah terbang untuk menghalau bola.
Bagi Otusanya, mencetak gol di hadapan Aremania menjadi pengalaman yang membahagiakan.
Pemain asal Nigeria itu mengaku merasakan kebahagiaan tersendiri karena bisa memberikan kontribusi untuk tim di tengah dukungan suporter.
“Mencetak gol di stadion ini bersama para suporter adalah hal yang sangat luar biasa,” kata Otusanya seusai pertandingan.
Gol debut ini menjadi momen penting bagi Otusanya untuk membangun kepercayaan diri bersama Arema FC.
Sebagai penyerang, Otusanya dituntut untuk mampu menemukan celah di pertahanan lawan sekaligus memaksimalkan setiap kesempatan yang didapat.
Otusanya menyadari tugas tersebut tidak selalu mudah, namun ia memilih untuk terus mengandalkan kemampuannya sendiri dan mencari cara agar bisa memberikan kontribusi bagi tim.
“Bagi saya, sebagai seorang penyerang, saya harus bermain dan menemukan jalannya. Ini mungkin sulit, tetapi pada akhirnya saya adalah seorang penyerang,” ujarnya.
Otusanya menjelaskan, seorang striker harus mampu membaca kelemahan lawan dan memahami peluang yang bisa dimanfaatkan di lapangan.
“Jadi saya mungkin akan mencari kelemahan lawan dan juga mencoba melihat apa yang bisa saya lakukan. Saya mengandalkan apa yang bisa saya lakukan, dan saya harus melakukannya,” lanjutnya.
Gol debut ini diharapkan menjadi titik awal bagi Otusanya untuk semakin produktif bersama Arema FC.
Apalagi, tim membutuhkan kontribusi para pemain depan agar bisa bersaing dan menjaga konsistensi sepanjang kompetisi.
Meski demikian, Otusanya memilih tidak terburu-buru membicarakan target jangka panjang maupun masa depannya bersama Singo Edan.
Bagi Otusanya, hal terpenting saat ini adalah terus bekerja keras, baik secara individu maupun bersama tim. Ia meyakini hasil dari kerja keras tersebut akan terlihat seiring berjalannya waktu.
“Untuk saat ini kami tidak berbicara tentang masa depan. Sekarang adalah sekarang. Jadi saya terus bekerja keras, begitu juga dengan tim terus bekerja keras,” tandasnya.
Pembelaan Marcos Santos Usai Imbang
Sementara itu, pelatih Arema FC, Marcos Santos memilih melihat sisi positif setelah timnya kembali gagal meraih kemenangan pada laga yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang itu.
Marcos Santos menegaskan timnya masih memiliki modal penting berupa rekor belum terkalahkan, yang membuat Arema FC mencatatkan tiga hasil imbang secara beruntun.
Pada dua pertandingan sebelumnya, Singo Edan juga harus puas berbagi poin yakni saat menahan imbang PSM Makassar 3-3 dan ditahan imbang Persik Kediri 1-1.
Meski rentetan hasil imbang itu membuat Arema FC belum kembali merasakan kemenangan, Marcos tidak ingin timnya hanya terpaku pada kegagalan mengamankan tiga poin.
Pelatih asal Brasil tersebut menilai, satu kemenangan dan tiga hasil imbang dalam empat pertandingan awal merupakan catatan yang tetap memiliki sisi positif, terlebih Arema FC masih mampu menjaga rekor belum terkalahkan.
“Hal yang paling penting adalah kami tidak kalah, kami menambah poin, dan kami memenangkan satu pertandingan. Jadi kompetisi ini masih panjang, kami masih memiliki lebih banyak pertandingan untuk dimenangkan,” kata Marcos Santos.
Marcos optimistis, Arema FC masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki hasil dan kembali meraih kemenangan.
Oleh sebab itu, Marcos menganggap masih banyak sisi positif yang didapatkan oleh Arema FC.
“Kami belum kalah. Saya pikir kami memiliki lebih banyak hal positif daripada negatif,” katanya.
Selain menyoroti pertandingan, Marcos juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya kebersamaan di dalam tim.
Menurutnya, kemenangan, kekalahan, maupun hasil imbang merupakan tanggung jawab seluruh elemen tim, bukan individu tertentu.
Marcos juga menegaskan keberhasilan Arema FC bukan tentang dirinya, melainkan tentang klub dan seluruh orang yang berada di dalamnya.
“Tidak ada saya, adanya kami. Bukan Marquinho Santos, bukan Marcos Santos, ini adalah Arema,” tegasnya.
Pelatih berusia 47 tahun itu juga menjelaskan sepak bola merupakan olahraga tim, sehingga setiap hasil yang diraih harus diterima dan diperjuangkan bersama, baik oleh pelatih maupun para pemain.
Baginya, kekompakan menjadi bagian penting dalam perjalanan Arema FC mengarungi kompetisi yang masih panjang.
“Ini semua tentang tim, bukan tentang pelatih, bukan tentang para pemain secara individu, tapi akan selalu bersama sebagai sebuah tim, sebagai sebuah keluarga,” tandasnya.
Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com

