Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 2 April 2026
Trending
  • 5 destinasi wisata menarik di Tana Tidung Kaltara, jangan lewatkan Air Terjun Gunung Rian
  • Kawasaki KLE500 Meluncur di Bali, Pemesanan Sudah Dibuka
  • Pulau-Pulau Strategis di Selat Hormuz yang Jadi Target AS dalam Perang
  • Sinyal Menggiurkan Persija Jakarta Musim Depan Jika Penuhi 3 Target: Kuat di 2 Posisi Kunci
  • Pemerintah Tenang, Pengamat Kritik Prabowo dan Purbaya: Butuh Rasa Krisis
  • Kantong Parkir Resmi Ditingkatkan Usai Video Pungli Viral di Pantai Padang
  • Kekuatan Rahasia Rencana Ekonomi Syariah dalam Hukum Indonesia
  • Suzuki Smash 2026 Hadir dengan Panel Digital dan ABS, Harga Rp 26 Jutaan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Obat Nyeri Sendi Terbaik Bukan Pil, Ini Penjelasan Ahli
Nasional

Obat Nyeri Sendi Terbaik Bukan Pil, Ini Penjelasan Ahli

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Januari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Olahraga: Terapi yang Sering Terabaikan

Menurut Clodagh Toomey, fisioterapis sekaligus Associate Professor di School of Allied Health, University of Limerick, olahraga adalah salah satu pengobatan paling efektif untuk penyakit sendi kronis yang melumpuhkan, termasuk osteoarthritis. Ironisnya, hanya sedikit pasien yang benar-benar mendapat rekomendasi ini.

Banyak riset di berbagai negara menunjukkan pola serupa. Kurang dari 50 persen penderita osteoarthritis dirujuk ke fisioterapi atau program olahraga oleh dokter layanan primer. Bahkan, lebih dari 60 persen justru menerima perawatan yang tidak direkomendasikan pedoman medis, dan sekitar 40 persen dirujuk ke dokter bedah sebelum mencoba opsi non-bedah.

Angka-angka ini menjadi mengkhawatirkan jika kita memahami bagaimana olahraga bekerja melindungi sendi.

Osteoarthritis Bukan Sekadar “Aus”

Osteoarthritis adalah jenis radang sendi paling umum dan saat ini mempengaruhi lebih dari 595 juta orang di seluruh dunia. Studi global yang dipublikasikan di The Lancet memperkirakan jumlah ini bisa mendekati satu miliar orang pada tahun 2050.

Peningkatan usia harapan hidup, gaya hidup yang semakin sedentari, serta tingginya angka kelebihan berat badan dan obesitas menjadi faktor pendorong utama. Namun kabar baiknya, orang yang rutin berolahraga secara fisik dan biologis sedang melindungi dirinya dari osteoarthritis dan dampak terburuknya.

Tulang rawan yang melapisi ujung tulang berfungsi sebagai bantalan pelindung sendi. Menariknya, jaringan ini tidak memiliki suplai darah sendiri dan sangat bergantung pada gerakan. Ibarat spons, tulang rawan akan tertekan saat kita berjalan atau membebani sendi, mengeluarkan cairan, lalu menyerap kembali nutrisi dan pelumas alami saat tekanan dilepas. Setiap langkah membantu sirkulasi zat penting untuk menjaga kesehatan sendi.

Inilah sebabnya konsep lama yang menyebut osteoarthritis sebagai sekadar “keausan” sangat menyesatkan. Sendi bukan ban mobil yang akan habis begitu saja. Osteoarthritis lebih tepat dipahami sebagai proses panjang antara kerusakan dan perbaikan, di mana gerakan teratur memegang peran penting.

Penyakit Seluruh Sendi, Bukan Hanya Tulang Rawan

Penelitian modern menunjukkan osteoarthritis adalah penyakit seluruh sendi. Ia memengaruhi cairan sendi, tulang di bawahnya, ligamen, otot di sekitarnya, hingga sistem saraf yang mengatur pergerakan.

Latihan terapeutik dirancang untuk menargetkan semua komponen ini. Misalnya, kelemahan otot merupakan salah satu tanda awal osteoarthritis dan dapat diperbaiki melalui latihan kekuatan. Bukti ilmiah kuat menunjukkan otot yang lemah meningkatkan risiko munculnya penyakit ini dan mempercepat perburukannya.

Selain itu, kontrol saraf dan otot juga bisa dilatih melalui program latihan neuromuskular seperti GLA:D® (Good Life with osteoArthritis: Denmark) untuk osteoarthritis lutut dan pinggul. Program ini biasanya dilakukan secara berkelompok di bawah supervisi fisioterapis, dengan fokus pada kualitas gerakan, keseimbangan, dan kekuatan.

Hasilnya signifikan: nyeri berkurang, fungsi sendi membaik, dan kualitas hidup meningkat, bahkan hingga 12 bulan setelah program selesai.

Manfaat Olahraga Hingga Tingkat Molekuler

Olahraga dikenal sebagai “obat” untuk seluruh tubuh dan terbukti bermanfaat bagi lebih dari 26 penyakit kronis. Pada osteoarthritis, manfaatnya tidak hanya memperkuat otot dan tulang rawan, tetapi juga menekan peradangan, gangguan metabolik, dan perubahan hormonal yang mempercepat penyakit.

Obesitas merupakan faktor risiko utama osteoarthritis, bukan semata karena beban mekanis pada sendi. Kadar molekul inflamasi yang tinggi dalam darah dan jaringan sendi dapat merusak tulang rawan dan mempercepat progresi penyakit.

Aktivitas fisik rutin mampu melawan proses ini hingga ke tingkat molekuler: menurunkan penanda inflamasi, mengurangi kerusakan sel, bahkan memengaruhi ekspresi gen yang berkaitan dengan peradangan.

Olahraga Dulu, Operasi Belakangan

Hingga kini, belum ada obat yang benar-benar dapat menghentikan atau membalikkan perjalanan osteoarthritis. Operasi penggantian sendi memang bisa sangat membantu sebagian pasien, tetapi tetap merupakan tindakan besar dan tidak selalu berhasil untuk semua orang.

Karena itu, olahraga seharusnya menjadi pilihan pertama, dan terus dilakukan di setiap tahap penyakit. Risikonya jauh lebih kecil dibandingkan operasi, dengan manfaat tambahan bagi kesehatan secara keseluruhan.

Osteoarthritis bukan sekadar sendi yang “habis terpakai”. Penyakit ini dipengaruhi oleh kekuatan otot, peradangan, metabolisme, dan gaya hidup. Olahraga yang terarah mampu menangani semua faktor tersebut sekaligus—melindungi tulang rawan, memperkuat sendi, dan meningkatkan kualitas hidup.

Sebelum mempertimbangkan meja operasi, satu hal tetap menjadi pengobatan paling kuat yang kita miliki: bergeraklah.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 destinasi wisata menarik di Tana Tidung Kaltara, jangan lewatkan Air Terjun Gunung Rian

2 April 2026

Kantong Parkir Resmi Ditingkatkan Usai Video Pungli Viral di Pantai Padang

2 April 2026

Pemerintah Tenang, Pengamat Kritik Prabowo dan Purbaya: Butuh Rasa Krisis

2 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

5 destinasi wisata menarik di Tana Tidung Kaltara, jangan lewatkan Air Terjun Gunung Rian

2 April 2026

Kawasaki KLE500 Meluncur di Bali, Pemesanan Sudah Dibuka

2 April 2026

Pulau-Pulau Strategis di Selat Hormuz yang Jadi Target AS dalam Perang

2 April 2026

Sinyal Menggiurkan Persija Jakarta Musim Depan Jika Penuhi 3 Target: Kuat di 2 Posisi Kunci

2 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?