Jawa Timur – Balai Besar Wilayah Sungai Brantas terus memperkuat kinerja pelaksanaan program melalui rapat koordinasi monitoring dan evaluasi (monev) kegiatan Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai target, tepat waktu, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat di wilayah sungai Brantas.
Rapat koordinasi tersebut tidak hanya difokuskan pada evaluasi progres fisik dan keuangan, tetapi juga menjadi forum penting dalam merumuskan langkah antisipatif terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Isu banjir, kekeringan, hingga dampak erupsi Gunung Semeru menjadi perhatian utama, mengingat kondisi geografis wilayah sungai Brantas yang rentan terhadap berbagai risiko bencana.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala BBWS Brantas dan dihadiri oleh seluruh pejabat struktural serta kepala satuan kerja. Dalam arahannya, Kepala BBWS Brantas menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan kegiatan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas hasil pekerjaan serta penguatan koordinasi lintas sektor.
Ia menekankan bahwa penyiapan paket pekerjaan prioritas harus segera dituntaskan, terutama yang berkaitan dengan peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Proses pengadaan juga diminta untuk terus dikawal agar berjalan transparan dan sesuai jadwal, khususnya untuk kegiatan yang bersumber dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025.
“Setiap tahapan harus dipastikan berjalan tepat waktu, mulai dari perencanaan, lelang, hingga pelaksanaan di lapangan. Ini penting agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Selain percepatan program, penguatan penanganan darurat bencana juga menjadi prioritas. BBWS Brantas diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi banjir dan kekeringan melalui langkah-langkah preventif maupun respons cepat saat terjadi kondisi darurat. Hal ini mencakup optimalisasi infrastruktur sumber daya air serta kesiapan personel di lapangan.
Dampak erupsi Gunung Semeru yang masih dirasakan hingga saat ini juga menjadi perhatian serius. Sejumlah jaringan irigasi dilaporkan mengalami kerusakan akibat material vulkanik, sehingga diperlukan langkah identifikasi dan inventarisasi ulang secara menyeluruh. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan program rehabilitasi yang lebih terarah dan efektif.

Dalam mendukung sistem pengendalian dan pengelolaan sumber daya air, BBWS Brantas juga mendorong peningkatan pemantauan tinggi muka air pada bendungan melalui pemanfaatan teknologi CCTV. Sistem ini diharapkan mampu memberikan informasi secara real time sehingga dapat mempercepat pengambilan keputusan dalam situasi darurat.
Tak hanya itu, program pemberdayaan masyarakat melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) juga terus dipersiapkan. Program ini dinilai strategis dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan irigasi sekaligus mendukung ketahanan pangan di daerah.
Sinkronisasi data sumur air tanah juga menjadi salah satu fokus penting dalam rapat tersebut. Melalui integrasi sistem SIATAB dan WRDC, diharapkan data yang dihasilkan menjadi lebih akurat dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan serta pengambilan kebijakan yang tepat.
Di sisi lain, BBWS Brantas juga menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Balai siap memberikan fasilitasi dan dukungan bagi pemerintah daerah maupun organisasi perangkat daerah (OPD) yang melaksanakan kegiatan rapat dan koordinasi di lingkungan balai, sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Melalui rapat monitoring dan evaluasi ini, BBWS Brantas menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja pelaksanaan program, memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana, serta memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Dengan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang terukur, serta koordinasi yang solid, diharapkan pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai Brantas dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap berbagai tantangan ke depan.(Puji)



