Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 31 Maret 2026
Trending
  • Fitur Instagram dan Facebook yang membuat anak kecanduan perlu dikendalikan
  • Rahasia Teknologi Canggih Jaga Pemukiman dari Serangan Gajah
  • Pesan Kritis LPA NTT: Tuntut Penegak Hukum Tangani Eksploitasi Seksual Anak
  • Berbagai cara negara Asia menghadapi krisis BBM: darurat, ganjil-genap, dan pengurangan pajak
  • Dampak Pindahnya Sandro Tonali ke Manchester United bagi Bruno Fernandes
  • Sudut panggul depan: Penyebab dan Dampaknya pada Tubuh
  • Bacaan Injil Katolik Sabtu 28 Maret 2026: Renungan Harian yang Lengkap
  • Raja Diesel Isuzu Panther Mini 2026 Bangkit, Hemat 20 KM/L Muat 9 Orang, Mengapa Murah?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Bacaan Injil Katolik Sabtu 28 Maret 2026: Renungan Harian yang Lengkap
Nasional

Bacaan Injil Katolik Sabtu 28 Maret 2026: Renungan Harian yang Lengkap

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover31 Maret 2026Tidak ada komentar7 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Bacaan Injil Katolik Hari Sabtu 28 Maret 2026

Pada hari Sabtu 28 Maret 2026, umat Katolik merayakan Pekan V Prapaskah dengan perayaan Santo Doroteus dari Gaza, seorang Pengaku Iman. Warna liturgi yang digunakan pada hari ini adalah ungu, simbol dari penyesalan dan pengharapan. Berikut adalah bacaan liturgi yang dirayakan:

Bacaan Pertama: Yehezkiel 37:21-28

Katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka.

Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan.

Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhalanya atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan atau dengan semua pelanggaran mereka. Tetapi Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa, dan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahnya.

Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia.

Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya.

Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.

Tempat kediaman-Kupun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.”

Mazmur Tanggapan: Yer. 31:10,11-12ab,13

Ref. Tuhan Allah menjaga kita seperti gembala menjaga kawanan dombanya.

Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkan mereka kembali, dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanan dombanya.

Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebaikan Tuhan.

Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Ayat. Buanglah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku, dan perbaharuilah hati serta rohmu.

Bacaan Injil: Yohanes 11:45-56

“Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.”

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. Lalu imam-imim kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Kekristenan

Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.” Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.”

Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.

Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya. Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik: Ketika Kebenaran Ditolak, Iman Diuji

Pendahuluan: Iman di Tengah Ketegangan Dunia

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berada di persimpangan antara mengikuti kebenaran atau menyesuaikan diri dengan tekanan dunia. Bacaan Injil hari ini dari Yohanes 11:45-56 menghadirkan situasi yang sangat manusiawi sekaligus dramatis: ketika mukjizat besar justru memicu penolakan, bahkan rencana pembunuhan. Inilah inti dari renungan Katolik hari ini, sebuah undangan untuk merenungkan bagaimana kita bersikap ketika iman kita diuji. Apakah kita berani berdiri di pihak Kristus, atau justru mundur karena takut?

Isi Injil: Antara Percaya dan Menolak

Mukjizat yang Mengguncang Dunia

Perikop ini terjadi setelah Yesus membangkitkan Lazarus, sebuah tanda ilahi yang sangat kuat. Banyak orang yang melihat mukjizat itu akhirnya percaya kepada-Nya. Namun, tidak semua hati terbuka. Sebagian orang justru pergi kepada kaum Farisi untuk melaporkan apa yang terjadi. Di sinilah konflik mulai memuncak.

Ketakutan yang Mengalahkan Kebenaran

Para imam kepala dan orang Farisi berkumpul dalam Mahkamah Agama. Mereka bukan mempertanyakan kebenaran mukjizat itu, tetapi lebih takut kehilangan kekuasaan. Mereka berkata: “Jika kita membiarkan Dia, semua orang akan percaya kepada-Nya, dan orang Romawi akan datang dan merampas tempat serta bangsa kita.” Ketakutan akan kehilangan posisi membuat mereka menolak kebenaran yang nyata di depan mata.

Nubuat yang Tidak Disadari

Kayafas, imam besar saat itu, berkata bahwa lebih baik satu orang mati untuk bangsa daripada seluruh bangsa binasa. Tanpa ia sadari, kata-katanya menjadi nubuat tentang pengorbanan Yesus. Dalam misteri ilahi, bahkan rencana jahat manusia dapat dipakai Tuhan untuk menghadirkan keselamatan.

Refleksi Sabda Tuhan: Ketika Iman Berhadapan dengan Dunia

1. Iman Tidak Selalu Nyaman

Sering kali kita berpikir bahwa mengikuti Tuhan akan membawa kedamaian tanpa konflik. Namun Injil hari ini menunjukkan sebaliknya. “Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.” Mengikuti Kristus bisa berarti:

– Ditolak

– Disalahpahami

– Bahkan dilawan

Renungan harian Katolik ini mengajak kita menyadari bahwa iman sejati tidak selalu nyaman, tetapi selalu benar.

2. Bahaya Ketakutan Duniawi

Para pemimpin agama saat itu bukan tidak tahu kebenaran. Mereka melihat tanda, tetapi memilih menolak karena takut kehilangan kekuasaan. Dalam hidup kita, ketakutan bisa muncul dalam bentuk:

– Takut kehilangan pekerjaan

– Takut dijauhi teman

– Takut dianggap berbeda

Namun pertanyaannya: Apakah kita lebih takut kehilangan dunia, atau kehilangan Tuhan?

3. Tuhan Bekerja di Balik Segala Hal

Meskipun Yesus menjadi target pembunuhan, rencana Allah tetap berjalan. Kayafas yang bermaksud jahat justru menyampaikan nubuat keselamatan. Ini menunjukkan bahwa:

– Tuhan tidak pernah kehilangan kendali.

– Dalam renungan Injil Yohanes hari ini, kita diingatkan bahwa bahkan dalam situasi paling gelap, Tuhan sedang menenun rencana kasih-Nya.

Aplikasi Hidup: Berani Memilih Kristus

1. Setia dalam Hal Kecil

Kesetiaan kepada Tuhan dimulai dari hal sederhana:

– Jujur dalam pekerjaan

– Mengampuni sesama

– Menyisihkan waktu untuk doa

2. Tidak Takut Bersaksi

Menjadi murid Kristus berarti berani menunjukkan iman, meskipun dunia tidak selalu menerima.

3. Percaya pada Rencana Tuhan

Ketika hidup terasa sulit, ingatlah bahwa Tuhan tetap bekerja.

Renungan Mendalam: Jalan Salib Sudah Dimulai

Perikop ini adalah awal dari keputusan untuk membunuh Yesus. Jalan salib bukan terjadi secara tiba-tiba, tetapi dimulai dari hati manusia yang menolak terang. Yesus tahu apa yang akan terjadi, namun Ia tetap berjalan. Ia tidak mundur. Ia tidak melawan dengan kekerasan. Ia memilih kasih. Dan di situlah kita belajar: Kasih sejati sering kali menuntut pengorbanan.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, di tengah dunia yang sering menolak kebenaran, ajarilah aku untuk tetap setia.

Ketika aku takut, kuatkanlah aku. Ketika aku ragu, teguhkanlah imanku. Dan ketika aku harus memilih, berilah aku keberanian untuk memilih Engkau.

Amin.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Fitur Instagram dan Facebook yang membuat anak kecanduan perlu dikendalikan

31 Maret 2026

Pesan Kritis LPA NTT: Tuntut Penegak Hukum Tangani Eksploitasi Seksual Anak

31 Maret 2026

Berbagai cara negara Asia menghadapi krisis BBM: darurat, ganjil-genap, dan pengurangan pajak

31 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Fitur Instagram dan Facebook yang membuat anak kecanduan perlu dikendalikan

31 Maret 2026

Rahasia Teknologi Canggih Jaga Pemukiman dari Serangan Gajah

31 Maret 2026

Pesan Kritis LPA NTT: Tuntut Penegak Hukum Tangani Eksploitasi Seksual Anak

31 Maret 2026

Berbagai cara negara Asia menghadapi krisis BBM: darurat, ganjil-genap, dan pengurangan pajak

31 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?