Indonesiadiscover.com.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama organisasi pengatur diri (SRO) berkomitmen untuk meningkatkan transparansi pasar modal melalui penguatan pengungkapan kepemilikan saham hingga di atas 1 persen serta penerapan klasifikasi investor yang lebih detail menjadi 27 subtipe. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara regulator pasar modal Indonesia dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berlangsung pada Senin (2/2). “Hari ini, OJK bersama Bursa dan KSEI telah mengajukan proposal solusi yang secara prinsip menjawab seluruh kekhawatiran dan isu terkait dua hal, yaitu transparansi dan peningkatan free float,” ujar Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan…
Author: admin_indonesiadiscover
Perjalanan Indonesia Menuju Kemandirian Energi Indonesia, yang selama beberapa dekade mengalami eksploitasi minyak oleh pihak asing dan kelompok mafia minyak, kini sedang menapaki jalan menuju kemandirian energi. Setelah sukses dalam membangun kemandirian pangan, kini Indonesia berupaya keras untuk menciptakan ketahanan energi yang kuat. Setelah keberhasilan pengoperasian kilang minyak terbesar di Indonesia, RDMP Balikpapan, pada pertengahan bulan lalu, sebuah tanker raksasa bernama SPYROS tiba di pelabuhan Cilacap pada hari Sabtu (30/1). Tanker ini membawa 1 juta barel minyak mentah jenis sweet crude, yang merupakan jenis minyak ramah lingkungan dengan kadar sulfur sangat rendah. Minyak ini bukan hasil impor, melainkan hasil eksplorasi…
Langkah Otoritas Bursa Memicu Kembali Masuknya Investor Asing Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan tanda-tanda positif setelah otoritas bursa mengambil sejumlah langkah yang dianggap strategis. Pada perdagangan Senin (2/2/2026), tercatat net buy asing sebesar Rp654,83 miliar, yang menjadi indikasi bahwa investor asing mulai kembali memperhatikan pasar modal Tanah Air. Perubahan ini terjadi setelah otoritas bursa mengumumkan hasil dialog dengan MSCI. Sebelumnya, pasar sempat mengalami penurunan karena pengumuman pembekuan rebalancing indeks saham Indonesia pada 27 Januari 2026. Namun, kini situasi mulai berubah dengan adanya perbaikan transparansi data pasar yang diajukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Perkembangan Neraca…
Program Berkah Ojek Online MyPertamina (BOOM) Pertamina Patra Niaga mengajak seluruh mitra pengemudi ojek online untuk mengumpulkan poin, menukar voucher undian, dan meraih kesempatan membawa pulang motor impian melalui program Berkah Ojek Online MyPertamina (BOOM). BOOM diluncurkan dalam acara MyPertamina Wikenfest di Tegal pada Sabtu (31/1/2026). Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) memiliki tanggung jawab untuk memasarkan produk dan layanan di Indonesia. Produk seperti BBM Pertamax Series dan Dex Series, serta layanan digital yaitu MyPertamina, merupakan bagian dari fokus bisnis perusahaan. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kesetiaan pengemudi ojek online dalam menggunakan produk Pertamina serta upaya…
Proyeksi Pertumbuhan yang Menjanjikan PT Sumber Sinergi Makmur Tbk. (IOTF) memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sekitar 30% pada tahun 2026. Proyeksi ini merupakan kelanjutan dari tren peningkatan yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Perusahaan ini bergerak dalam bidang penjualan GPS pelacak kendaraan dengan merek Fox Logger. IOTF menyediakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) untuk produk Internet of Things (IoT) transportasi darat berupa GPS tracker. Fokus pada Profitabilitas dan Fundamental Chief Executive Officer Sumber Sinergi Makmur, Alamsyah, menjelaskan bahwa perusahaan melakukan pendekatan yang berfokus pada profitabilitas dan fundamental. Dengan demikian, IOTF berada pada posisi yang lebih resilien untuk menangkap…
Tantangan dan Optimisme dalam Prospek Ekonomi Indonesia Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam perekonomiannya pada tahun 2026. Beberapa faktor utama yang menjadi perhatian adalah pelebaran defisit anggaran, melemahnya nilai tukar rupiah, serta kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang belum menunjukkan kekuatan signifikan. Ketiga hal ini berpotensi menghambat pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang diharapkan. Di sisi lain, dominasi China dalam rantai pasok atau supply chain mulai melemah. Hal ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam perdagangan global. Namun, impor bahan baku masih mengalami penurunan, sementara tren indeks manufaktur tetap berada di level ekspansi. Selain itu, lonjakan inflasi juga menjadi…





