Kepadatan Arus Balik di Bandara Minangkabau
Arus balik di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menunjukkan peningkatan yang signifikan. Terminal keberangkatan tampak dipadati oleh calon penumpang yang berdatangan untuk melakukan perjalanan kembali ke kota asal mereka. Antrean check-in terlihat memanjang hingga melewati tali pembatas yang disiapkan oleh pihak bandara.
Petugas maskapai dan bandara sibuk mengatur alur antrean agar proses keberangkatan tetap berjalan lancar. Penumpang terus berdatangan bersama keluarga yang mengantar hingga pintu masuk terminal. Meskipun terjadi kepadatan di area keberangkatan, kondisi di area kedatangan terlihat lebih lengang.
Kondisi Terkini di Bandara Minangkabau
Pantauan di lokasi sekira pukul 11.30 WIB menunjukkan bahwa pintu kedatangan dipadati oleh calon penumpang serta pihak keluarga yang akan mengantar sanak saudaranya. Selain itu, pada bagian loket check in juga tampak antrian calon penumpang yang mengular hingga melewati tali pembatas.
Sementara itu, pada bagian pintu kedatangan tidak tampak kepadatan penumpang yang baru saja mendarat. Begitu pula dari arah pintu kedatangan international dan Stasiun Kereta Api BIM.
Data Pergerakan Penumpang
Airport Operation Center Head InJourney Airports Kantor Cabang BIM, Nazal Rauf, menjelaskan bahwa pada Sabtu (28/3/2026) tercatat sebanyak 11.584 penumpang dengan total 73 pergerakan penerbangan. Ia menyatakan bahwa arus balik setelah Work From Anywhere (WFA) memang meningkat, namun masih lebih rendah dibandingkan arus balik H+1 Lebaran yang mencapai 12.498 penumpang.
Menurutnya, pada arus balik H+1 Lebaran atau 23 Maret 2026 terdapat 72 penerbangan dengan 12.498 penumpang. Sementara pada H+2 Lebaran, jumlahnya mencapai 12.006 penumpang dengan 74 pergerakan penerbangan.
Lonjakan arus balik usai WFA dipengaruhi oleh masih banyaknya masyarakat yang menunda perjalanan kembali, menunggu kebijakan tersebut berakhir. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak bandara bersama maskapai turut menambah penerbangan tambahan (extra flight).
Tercatat, terdapat 13 penerbangan tambahan dalam dua hari terakhir, terdiri dari 7 penerbangan kedatangan dan 6 penerbangan keberangkatan. Penambahan extra flight ini dilakukan untuk mengakomodir tingginya permintaan penumpang pada periode arus balik.
Rute Tujuan Penumpang
Dari sisi rute, pergerakan penumpang didominasi tujuan Jakarta. Sebanyak 4.255 penumpang atau sekitar 70 persen dari total penumpang berangkat memilih rute tersebut. Sementara sisanya menuju sejumlah kota lain seperti Kuala Lumpur, Batam, Yogyakarta, Kualanamu, Singapura, hingga Gunung Sitoli.
Nazal juga memprediksi kepadatan penumpang masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Hal ini terlihat dari tingkat keterisian kursi (load factor) penerbangan yang mencapai 97 persen.
Dengan load factor yang tinggi, kemungkinan peningkatan pergerakan penumpang masih akan terjadi setelah periode puncak arus balik ini. Pihak bandara dan maskapai terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi para penumpang yang sedang melaksanakan perjalanan kembali.



