Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 19 Februari 2026
Trending
  • Hanya 0,02 Liter per KM! Yamaha Zuma 2026 Kalahkan Motor Lain
  • Harga dan Spesifikasi Samsung A26 5G Terbaru Februari 2026: Masih Layak Dibeli?
  • Anggaran MBG Melonjak, Sektor Ini Paling Menguntungkan di Awal 2026
  • Profil Polwan Aipda Dianita Agustina yang Terlibat Narkoba Bersama AKBP Didik Putra Kuncoro
  • 5 isu sosial penting dalam drakor The Art of Sarah
  • Bukan Wasit UEFA, Ini Alasan La Penna Pimpin Laga Inter vs Juventus
  • Menjelajah Bali: Wisata Tak Terlupakan dari Tanah Lot ke Pantai Eksotis
  • Tiga Teknologi Drone Iran Dikagumi Pakar UI
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Anggaran MBG Melonjak, Sektor Ini Paling Menguntungkan di Awal 2026
Ekonomi

Anggaran MBG Melonjak, Sektor Ini Paling Menguntungkan di Awal 2026

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan peningkatan yang signifikan pada awal tahun 2026. Realisasi anggaran MBG pada Januari 2026 mencapai sebesar Rp19,5 triliun, yang jauh lebih tinggi dibandingkan capaian bulanan tertinggi pada tahun fiskal 2025 sebesar Rp13,9 triliun di November 2025. Pada periode tersebut, program ini mampu menjangkau 43,8 juta penerima manfaat. Sementara itu, pada Januari 2026, jumlah penerima manfaat meningkat menjadi 60,7 juta orang dengan dukungan sekitar 22.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dengan tren positif ini, MBG dinilai berada di jalur yang tepat untuk mencapai target anggaran tahun fiskal 2026 (FY26) sebesar Rp330 triliun. Analis dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Andreas Saragih, menyatakan bahwa percepatan belanja MBG dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang lebih luas di perekonomian.

“Peningkatan belanja MBG tidak hanya berdampak pada penciptaan lapangan kerja yang kini telah melampaui satu juta tenaga kerja, tetapi juga berpotensi mendorong konsumsi di berbagai sektor,” ujar Andreas dalam risetnya pada 11 Februari 2026.

Andreas melihat potensi dampak positif terhadap sektor telekomunikasi melalui peningkatan penggunaan data, termasuk emiten seperti Telkom Indonesia (TLKM), Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT), dan XL Axiata (EXCL). Selain itu, sektor produk konsumen harga terjangkau seperti Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) dan Mayora Indah (MYOR), ritel fesyen berbasis nilai seperti Matahari Department Store (LPPF) dan Ramayana Lestari Sentosa (RALS), serta industri rokok seperti Wismilak Inti Makmur (WIIM) juga diperkirakan terdampak positif.

Andreas memperkirakan, jika 1% dari belanja yang tidak tepat sasaran saat ini beralih menjadi konsumsi tambahan, maka akan ada potensi tambahan konsumsi lebih dari Rp2 triliun per tahun di berbagai sektor tersebut.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia berencana menaikkan kuota impor grand parent stock (GPS) pada tahun 2026 menjadi sekitar 800.000 ekor, dari 580.000 pada tahun 2025. Tujuan kebijakan ini adalah untuk memenuhi peningkatan permintaan daging ayam dari program MBG, mengurangi volatilitas harga day old chick (DOC) dan ayam pedaging (broiler), serta mendukung rencana investasi Rp20 triliun oleh Danantara di industri perunggasan.

Namun, Andreas mengingatkan bahwa peningkatan impor GPS berisiko memicu kelebihan pasokan ayam pedaging pada tahun 2028 dan berpotensi menimbulkan pemusnahan massal (culling) seperti yang terjadi pada tahun 2023. Untuk memitigasi risiko tersebut, pelaku industri perunggasan kemungkinan akan memperkuat segmen makanan olahan ke depan.

Dari sisi harga, rata-rata harga DOC di Jawa Barat pada Januari 2026 tercatat naik menjadi Rp7.055 per ekor atau tumbuh 0,5% secara bulanan dan melonjak 22,7% secara tahunan. Sebaliknya, harga ayam broiler turun menjadi Rp19.489 per kilogram atau melemah 14,6% secara bulanan dan 1,7% secara tahunan.

Menurut Andreas, ketahanan harga DOC didorong oleh tingginya harga broiler pada Desember 2025 yang sempat mencapai Rp22.814 per kilogram, serta faktor musiman menjelang Ramadan. Sementara itu, koreksi harga broiler pada Januari dinilai sebagai normalisasi yang sehat akibat peningkatan pasokan.

Dengan realisasi belanja MBG yang kuat, dinamika harga DOC dan broiler, serta pergerakan biaya input, Mirae Asset Sekuritas tetap mempertahankan proyeksi kinerja emiten perunggasan seperti CPIN dan JPFA. Andreas menegaskan bahwa pihaknya tetap mempertahankan rekomendasi overweight pada sektor poultry, didukung perbaikan keseimbangan pasokan-permintaan serta progres berkelanjutan program MBG. Saham CPIN diberi rekomendasi buy dengan target harga di Rp6.826. Sedangkan saham JPFA diberi rekomendasi buy dengan target harga Rp3.750 per saham.

Adapun risiko penurunan yang perlu dicermati meliputi harga DOC dan broiler yang lebih rendah dari perkiraan, kenaikan biaya input yang lebih tinggi dari estimasi, serta dampak MBG yang tidak sebesar ekspektasi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Cinta Produk Dalam Negeri: Kunci Stabilitas Ekonomi

18 Februari 2026

Aturan Mudik 2026: One Way, Contra Flow, dan Ganjil Genap

18 Februari 2026

Apa Itu Emas Spot? Panduan Cepat Harga Emas Terkini

18 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Hanya 0,02 Liter per KM! Yamaha Zuma 2026 Kalahkan Motor Lain

18 Februari 2026

Harga dan Spesifikasi Samsung A26 5G Terbaru Februari 2026: Masih Layak Dibeli?

18 Februari 2026

Anggaran MBG Melonjak, Sektor Ini Paling Menguntungkan di Awal 2026

18 Februari 2026

Profil Polwan Aipda Dianita Agustina yang Terlibat Narkoba Bersama AKBP Didik Putra Kuncoro

18 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?