Tantangan Geopolitik dan Dampaknya pada Investasi Asing di Indonesia
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa tantangan geopolitik global tetap memengaruhi keputusan investasi asing di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa masalah yang terjadi di luar negeri, seperti konflik antar negara atau situasi politik yang tidak stabil, berada di luar kontrol pemerintah.
“Masalah yang terjadi di luar Indonesia adalah masalah yang di luar kontrol kami. Misalnya, ekstrimnya Amerika Serikat menyerang Venezuela kan di luar kontrol kami. Kalau ditanya apakah ada dampaknya ya pastinya adalah investasi,” ujarnya saat ditemui di Kantor BKPM belum lama ini.
Rosan juga menyampaikan bahwa ketegangan atau konflik antarnegara yang menimbulkan ketidakpastian juga mempengaruhi keputusan investor global. “Kalau negara-negara lain sibuk dengan masalah internalnya, mungkin investasinya akan berkurang,” tambahnya.
Namun demikian, menurut Rosan, penyebaran investasi di Indonesia sejauh ini telah berjalan baik, dan komitmen investor dari berbagai negara terhadap proyek di Indonesia tetap tinggi meskipun kondisi global tidak menentu.
Tren Investasi yang Kuat
Tren realisasi investasi sepanjang 2025 terbukti kuat dan bahkan melampaui target nasional sebesar hampir Rp 1.931 triliun. Realisasi investasi tersebut setara 101,3% dari target Rp 1.905,6 triliun dan tumbuh 12,7% secara tahunan (year on year/ yoy) dengan kontribusi signifikan dari investor domestik dan mancanegara.
Strategi Proaktif Menjaga Daya Tarik Investasi
Rosan menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya pasif menunggu investasi masuk, tetapi aktif menjalin komunikasi dengan investor asing untuk memahami kebutuhan dan kekhawatiran mereka. Ia mengatakan bahwa pertemuan intensif baik secara langsung maupun melalui konferensi daring dengan delegasi investor dilakukan secara berkelanjutan demi mengurangi uncertainty atau ketidakpastian yang dirasakan investor.
Menurutnya, penting memberikan pemahaman risiko dan dialog terbuka agar investor merasa yakin menanamkan modal di Indonesia. “Yang mereka tidak suka apabila ketidakpastiannya itu tinggi. Itu susah diukur dari segi mitigasi risikonya,” kata Rosan.
Strategi ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat hubungan dengan negara-negara mitra serta mempromosikan Indonesia sebagai tujuan investasi yang stabil dan menjanjikan, terutama di tengah dinamika ekonomi global saat ini.
Kontribusi Investasi Asing yang Signifikan
Data realisasi investasi menunjukkan kontribusi investasi asing masih signifikan terhadap total investasi nasional, mencerminkan tingkat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik. “Kami sudah melihat alternatif-alternatif itu, penyebaran investasi asing ke kami selama ini sudah sangat baik, dan negara-negara yang masuk ke kita komitmennya juga masih terus tinggi,” ungkap Rosan.
Rosan mengakui ketidakpastian geopolitik dapat memberikan tekanan, namun ia tetap optimistis bahwa Indonesia akan terus menarik investasi asing karena fundamental ekonomi negara yang kuat, kebijakan pro-investasi yang konsisten, dan posisi strategis Indonesia dalam kawasan regional.
Upaya Pemerintah dalam Memperluas Komunikasi
Pemerintah juga tengah berupaya memperluas komunikasi dengan investor global melalui peran Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) di berbagai negara guna memperkuat brand investasi dan menawarkan peluang proyek strategis.
Rosan menilai bahwa tantangan geopolitik bukan penghalang mutlak, melainkan faktor yang perlu diantisipasi melalui dialog intensif, penyusunan kebijakan yang responsif, dan upaya mitigasi risiko yang konkret agar investor tetap melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik di 2026 dan tahun-tahun mendatang.



