Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 29 Januari 2026
Trending
  • Gol Penentu Kemenangan Guinho di Laga Persib Bandung vs PSBS Biak
  • 5 Tempat Jogging di Surabaya untuk Olahraga Ringan Setelah Kerja
  • Kompolnas: Kasus Suami Korban Jambret Jadi Peringatan untuk Polisi
  • Sifat Raymond/Joaquin Dikagumi Ganda Malaysia Pasca Final Indonesia Masters 2026
  • Apakah Gym Termasuk Olahraga? Cek Fakta Penting!
  • Kejutan Transfer: Dion Marx Resmi Bergabung dengan Persib Bandung
  • Tindakan Richard Lee Pasca-Jadi Tersangka, Gugat Polda Metro Jaya via Praperadilan, Doktif: Tekanan
  • Alvia Nur Vida: Dari Tari Hobi Jadi Jalur Hidup di Sanggar Tresna Budaya Semarang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » AI mengubah dunia kerja, ini jurusan yang pasti sukses
Teknologi

AI mengubah dunia kerja, ini jurusan yang pasti sukses

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Januari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



JAKARTA, Indonesiadiscover.com

– Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bukan lagi isu masa depan. AI sudah nyata mengubah cara dunia bekerja, termasuk peta karier global. World Economic Forum bahkan memproyeksikan sekitar 85 juta pekerjaan akan tergantikan oleh AI pada 2025. Namun di saat yang sama, peluang baru justru bermunculan bagi mereka yang siap beradaptasi.

Pertanyaannya kini bukan lagi soal apakah AI akan mengubah pasar kerja, karena jawabannya sudah jelas. Tantangan sesungguhnya adalah jurusan kuliah apa yang mampu membuat lulusan berkolaborasi dengan AI, bukan tersingkir olehnya.

Mengacu pada analisis tren industri, proyeksi gaji, serta data ketenagakerjaan global, setidaknya ada enam bidang studi yang dinilai paling relevan untuk menghadapi ekonomi berbasis kecerdasan buatan. Bidang-bidang ini memadukan keunggulan manusia dengan literasi teknologi.

Human-Computer Interaction (HCI)

Human-Computer Interaction (HCI) menggabungkan psikologi, ilmu komputer, dan desain untuk menciptakan teknologi yang ramah pengguna. College Factual mencatat, pertumbuhan karier di bidang HCI diperkirakan mencapai 9,3 persen (2016–2026). Sementara itu, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (US BLS) memprediksi pekerjaan di sektor IT tumbuh 13 persen, dengan ilmuwan riset komputer meningkat hingga 16 persen. Proyeksi terbaru bahkan menunjukkan tren ini berlanjut hingga 2033.

Meski AI mampu menganalisis data pengguna, ia tetap tak bisa merasakan frustrasi atau kepuasan emosional manusia. Di sinilah peran profesional HCI menjadi krusial, seiring meningkatnya fokus perusahaan pada human-centered design.

Prospek karier:

UX researcher

Product designer

Human factors engineer

Accessibility specialist

Ilmu Kognitif

Ilmu kognitif berada di persimpangan psikologi, neurosains, ilmu komputer, dan filsafat. Jurusan ini membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang cara manusia berpikir dan memproses informasi, fondasi penting dalam pengembangan AI.

Keunggulan utamanya adalah fleksibilitas karier. Lulusan ilmu kognitif banyak dibutuhkan untuk peran-peran baru yang tidak sepenuhnya bisa diotomatisasi.

Prospek karier:

AI ethics specialist

Cognitive analytics

User researcher

Human factors consultant

Ilmu Komunikasi

Di tengah banjir konten buatan AI, komunikasi manusia justru makin bernilai. Mahasiswa ilmu komunikasi dilatih membaca konteks sosial, membangun kepercayaan, mengelola konflik, dan memengaruhi audiens, kemampuan yang sulit ditiru mesin.

Kuncinya adalah literasi digital. Lulusan komunikasi yang memahami analisis data, algoritma media sosial, dan strategi konten berpeluang besar menempati posisi strategis dengan gaji kompetitif.

Prospek karier:

Brand strategist

Crisis communication manager

Digital marketing director

Organizational development specialist

Kesehatan Masyarakat

Sektor kesehatan tetap menjadi pilar ekonomi global. Pada 2025, bidang kesehatan masuk kategori pekerjaan dengan gaji tertinggi, karena menggabungkan analisis data dan keputusan berbasis kemanusiaan.

AI memang membantu pelacakan penyakit dan pemodelan prediktif, tetapi keputusan akhir tetap membutuhkan pemahaman sosial, budaya, dan etika. Di Amerika Serikat, misalnya, perawat anestesi bisa memperoleh penghasilan hingga 200 ribu dolar AS per tahun.

Prospek karier:

Epidemiolog

Analis kebijakan kesehatan

Koordinator kesehatan global

Ahli biostatistik

Kewirausahaan

Di saat AI bekerja berdasarkan pola, kewirausahaan melatih mahasiswa melihat peluang yang tak terbaca algoritma. Jurusan ini mengasah adaptabilitas, kreativitas, dan keberanian mengambil risiko.

Wirausahawan yang bertahan di era AI adalah mereka yang memahami keterbatasan teknologi sekaligus mampu menawarkan solusi berbasis empati dan inovasi.

Prospek karier:

Pendiri startup

Analis modal

Konsultan inovasi

Business developer

Teknologi Pendidikan

Transformasi besar juga terjadi di dunia pendidikan. Permintaan tenaga pendidik yang mampu mengintegrasikan metode konvensional dan digital terus meningkat, terutama di bidang STEM.

AI dapat mempersonalisasi pembelajaran, tetapi peran guru sebagai pembimbing dan motivator tidak tergantikan. Selain itu, kebutuhan akan perancang sistem pembelajaran semakin besar.

Prospek karier:

Learning experience designer

Educational technology coordinator

Curriculum developer

Corporate trainer



Kampus di Indonesia yang Menyediakan Jurusan Terkait AI

Berikut sejumlah perguruan tinggi di Indonesia yang sudah membuka jurusan atau fakultas terkait kecerdasan buatan:

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) – Rekayasa Kecerdasan AI (S1)
  • Universitas Bina Nusantara – Artificial Intelligence (S1)
  • Universitas Airlangga – Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (S1)
  • Universitas Gadjah Mada – Kecerdasan Artificial (S2)
  • Universitas Syiah Kuala – Kecerdasan Buatan (S2)
  • Universitas Sumatera Utara – Sains dan Kecerdasan Buatan (S2)
  • Universitas Pelita Harapan – Faculty of Artificial Intelligence (FAI)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Laptop Toshiba Terbaik 2026 untuk Mahasiswa Desain: Kreativitas Tak Terbatas, Harga Cerdas

26 Januari 2026

Tampil Mewah! Yamaha NMAX Turbo Texmax 2026, Skutik Hitam Sporty

26 Januari 2026

Yamaha Perkenalkan TMAX Edisi Spesial dengan Jajaran Maxi Elegan dari XMax hingga NMax

26 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Gol Penentu Kemenangan Guinho di Laga Persib Bandung vs PSBS Biak

29 Januari 2026

5 Tempat Jogging di Surabaya untuk Olahraga Ringan Setelah Kerja

29 Januari 2026

Kompolnas: Kasus Suami Korban Jambret Jadi Peringatan untuk Polisi

29 Januari 2026

Sifat Raymond/Joaquin Dikagumi Ganda Malaysia Pasca Final Indonesia Masters 2026

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?