Pertemuan AHY dan Menteri Keuangan Bahas Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kementerian Keuangan. Pertemuan ini dilakukan untuk membahas berbagai isu terkait restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.
Pertemuan tersebut juga mencakup diskusi tentang pendanaan infrastruktur yang membutuhkan anggaran besar, serta penanganan bencana di Pulau Sumatera. AHY tiba di kantor Menteri Keuangan pada pukul 15.23 WIB, mengenakan batik corak hitam putih lengan panjang. Ia didampingi oleh Sesmenko Bidang Infrastruktur dan para deputi lainnya, serta disambut oleh sejumlah pejabat Kemenkeu.
Menko AHY menyampaikan bahwa kedatangannya bertujuan untuk berkonsultasi terkait dengan pendanaan infrastruktur yang membutuhkan dukungan anggaran besar. Ia juga ingin menyampaikan kepada Menteri Keuangan apa saja yang perlu mendapatkan atensi dan dukungan.
“Kita ingin menyampaikan kepada beliau apa saja yang perlu mendapatkan atensi dan juga dukungan,” ujar AHY kepada wartawan.
Selain itu, AHY menjelaskan bahwa pertemuan ini juga akan membahas soal restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang hingga saat ini belum menemukan titik terang. Ia ingin memastikan bahwa arahan Presiden dapat dijalankan dengan baik dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
“Konektivitas yang saya sampaikan di awal tadi juga pasti akan terkait dengan kereta cepat. Kereta cepat Jakarta-Bandung yang beberapa saat yang lalu juga mendapatkan perhatian masyarakat luas,” kata AHY.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya menargetkan agar Whoosh dapat beroperasi dengan baik dan berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang pengembangan jalur kereta cepat ke wilayah lain di masa depan.
“Kita tentu bukan hanya ingin KCJB atau KCIC ini bisa beroperasi dengan baik, sukses. Dan pada akhirnya juga bisa dikembangkan. Karena tentu tidak berhenti di Bandung. Kita berharap pengembangan kereta cepat ini juga bisa hingga Surabaya bahkan,” ujarnya.
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mengalami Pembengkakan Biaya
Kereta Cepat Jakarta-Bandung mulai beroperasi pada 2 Oktober 2023, namun proyek ini mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar 1,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 19,54 triliun. Untuk menutupi pembengkakan biaya tersebut, proyek ini memperoleh pinjaman dari China Development Bank (CDB) senilai 230,99 juta dollar AS dan 1,54 miliar renminbi, dengan total setara Rp 6,98 triliun.
Kereta Cepat Whoosh dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), sebuah perusahaan patungan antara konsorsium Indonesia PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dengan kepemilikan saham 60 persen, dan konsorsium China Beijing Yawan HSR Co. Ltd yang memegang 40 persen saham.
Komposisi pemegang saham PSBI adalah sebagai berikut:
* PT Kereta Api Indonesia (Persero): 51,37 persen
* PT Wijaya Karya (Persero) Tbk: 39,12 persen
* PT Jasa Marga (Persero) Tbk: 8,30 persen
* PT Perkebunan Nusantara I: 1,21 persen
Penyelesaian Utang Whoosh Masih Didiskusikan
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya menyatakan bahwa skema penyelesaian utang Whoosh masih didiskusikan meskipun Presiden Prabowo Subianto memastikan akan membayar cicilan utang proyek di era Jokowi tersebut sebesar Rp 1,2 triliun per tahun.
“Itu masih didiskusikan, masih didiskusikan detailnya. Itu masih, yang ada adalah masih garis-garis besarnya,” kata Menkeu Purbaya saat kunjungan di Surabaya.
Purbaya menyebut pemerintah akan mengirim tim ke China untuk menegosiasikan pembayaran utang proyek kereta cepat. “Mungkin Indonesia akan kirim tim ke China lagi kan untuk diskusi seperti apa nanti pembayaran persisnya. Saya minta tadi, kalau itu saya diajak biar saya tahu diskusinya seperti apa nanti,” tambahnya.
Prabowo Subianto juga menyatakan bahwa pemerintah Indonesia siap membayar kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh yang mencapai sekitar Rp 1,2 triliun per tahun.
“Pokoknya enggak ada masalah karena itu kita bayar mungkin Rp 1,2 triliun per tahun. Tetapi manfaatnya, mengurangi macet, mengurangi polusi, mempercepat perjalanan, ini semua harus dihitung,” ujar Prabowo usai meninjau Stasiun Manggarai dan meresmikan beroperasinya Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta.



