Peran Asuransi Kendaraan Bermotor dalam Industri Asuransi Umum
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menunjukkan bahwa lini usaha asuransi kendaraan bermotor tetap menjadi salah satu kontributor terbesar premi industri asuransi umum, meskipun situasi industri otomotif sedang mengalami penurunan. Ketua Umum AAUI Budi Herawan menjelaskan bahwa alasan utamanya adalah karena produk ini memiliki basis eksposur yang luas dan berkelanjutan.
Selain dari penjualan kendaraan baru, portofolio asuransi kendaraan juga didukung oleh kendaraan yang sudah ada di pasar dan masih membutuhkan perlindungan. Hal ini terlihat melalui perpanjangan polis tahunan, pembiayaan kendaraan, serta kebutuhan perlindungan risiko sehari-hari. Dengan karakteristik risiko yang mudah dipahami oleh masyarakat, asuransi kendaraan bermotor tetap menjadi produk ritel utama di industri.
Namun, Budi tidak menyangkal bahwa ada tantangan yang harus dihadapi oleh perusahaan dalam memasarkan produk tersebut. Di antaranya adalah persaingan tarif dan manfaat yang ketat, serta meningkatnya biaya klaim di tengah fluktuasi penjualan kendaraan. Selain itu, perubahan perilaku konsumen yang semakin sensitif terhadap harga dan kondisi ekonomi yang mendorong efisiensi pengeluaran turut memengaruhi keputusan pembelian asuransi.
Untuk menghadapi tantangan ini, Budi menekankan bahwa perusahaan asuransi perlu lebih selektif dalam akuisisi risiko dan penetapan harga. Fokus pada penguatan kualitas underwriting, optimalisasi kanal distribusi digital, serta pengembangan produk yang lebih relevan dengan kebutuhan nasabah, termasuk penyesuaian manfaat dan layanan, menjadi langkah penting untuk menjaga dan meningkatkan pendapatan premi.
Selain itu, peningkatan kualitas layanan klaim dan edukasi kepada konsumen menjadi faktor penting untuk menjaga retensi polis dan memperluas basis nasabah.
Kinerja Premi dan Klaim pada Kuartal III/2025
Berdasarkan data AAUI, pada kuartal III/2025, premi asuransi kendaraan bermotor mengalami penurunan sebesar 4,0% year-on-year (YoY) menjadi Rp14,11 triliun dari Rp14,69 triliun. Sementara itu, klaim naik 0,7% YoY menjadi Rp5,63 triliun.
Menurut Budi, kinerja ini mencerminkan bahwa tekanan risiko masih terjaga, tetapi tetap perlu diantisipasi. Misalnya, dengan menegaskan pentingnya pengelolaan klaim, pengendalian frekuensi kecelakaan, dan penyesuaian tarif yang seimbang agar kinerja tetap sehat.
Prospek Tahun 2026
Budi menyebutkan bahwa prospek asuransi kendaraan bermotor pada 2026 diperkirakan tetap stabil, meski tantangan utama tetap ada yaitu keseimbangan antara pertumbuhan premi dan kualitas risiko. Pelaku industri perlu mewaspadai tekanan biaya klaim, dinamika harga suku cadang, serta kompetisi pasar yang tinggi.
AAUI memandang bahwa pendekatan pertumbuhan yang prudent, berbasis manajemen risiko, dan keberlanjutan portofolio akan menjadi kunci dalam menjaga peran strategis lini usaha kendaraan bermotor di industri asuransi umum.
Kontribusi Produk Asuransi Kendaraan Bermotor
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap bahwa pada November 2025, produk asuransi kendaraan bermotor masuk ke dalam salah satu kontributor terbesar terhadap pendapatan premi di industri asuransi umum.
Awalnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyebut bahwa produk asuransi kesehatan menempati posisi keempat sebagai kontributor terbesar terhadap premi industri asuransi umum.
“Dan menempati posisi terbesar keempat setelah premi untuk asuransi harta benda, asuransi kredit, dan asuransi kendaraan bermotor,” ungkapnya dalam konferensi pers daring RDK Desember 2025.



