Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 18 Februari 2026
Trending
  • Huawei Mate X7 hadir di Indonesia, siap saingi pasar smartphone lipat yang berkembang
  • AFTECH rilis white paper kolaborasi Bank-Pindar tingkatkan akses kredit
  • Pria Mantan Penitip Anak di Inggris Dipenjara 18 Tahun atas Kasus Pelecehan Siswa
  • Kemenlu Pastikan TNI ke Gaza Bukan Untuk Perang dan Lucuti Senjata Hamas
  • Hasil Lengkap Piala FA – Arsenal Dekati Quadruple, Tunggu Pertandingan Besar Babak Kelima
  • KM Dorolonda Perluas Rute, Jadwal Kapal Pelni Hingga 11 Maret Tuju Serui, Ternate, Bitung, Pantoloan
  • Bacaan Injil Katolik 16 Februari 2026 dan Renungan Harian
  • Di Manakah Tempat Berpuasa Terpanjang Sepanjang Ramadan 2026?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonom UGM Waspadai Pertumbuhan Ekonomi Lebih Rendah dari Triwulan Pertama
Nasional

Ekonom UGM Waspadai Pertumbuhan Ekonomi Lebih Rendah dari Triwulan Pertama

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 Mei 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Ekonom UGM Waspadai Pertumbuhan Ekonomi Lebih Rendah dari Triwulan Pertama
Suasana pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025(MI/SUSANTO)

BADAN Pusat Statistik telah merilis data, ekonomi Indonesia triwulan I-2025 terhadap triwulan I-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 4,87 persen (y-on-y). Atas dasar itu dan perkembangan situasi yang terjadi, Ekonom Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sekar Utami Setiastuti mengatakan, pemerintah harus mellakukan langkah-langkah strategis agar pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik.

“Jika situasinya seperti ini terus economic forecast akan dibawah 4,87%,” terang dia dalam EB Journalism Academy di FEB UGM, Yogyakarta, Rabu (14/5).

Pasalnya, pada triwulan pertama yang di dalamnya ada libur lebaran, pertumbuhan ekonomi tidak bisa terdongkrak signifikan. Pada triwulan pertama, konsumsi pemerintah turun karena kebijakan efisiensi dan banyak karyawan yang terkena PHK.

Baca juga : Ekonom UGM Ajarkan Jurnalis Tips Menghitung Ekonomi Makro

“Ada dua hal penting yang bisa akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi ke depan, yaitu Government consumtion dan Investment,” kata dia. Jika dua hal tersebut berhasil dilakukan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih tinggi dari triwulan pertama.

Untuk faktor dari luar, ia mengatakan, pemerintah tetap harus waspada dengan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. “Masih waspada karena (kebijakan) Trump tidak stabil banget,” papar dia  

Ketidakpastian Kebijakan Perdagangan jelas berdampak pada Perekonomian Indonesia. Misalnya, pada Investasi dan Pasar Keuangan, ketidakpastian itu mengakibatkan pelarian modal, penurunan investasi, arus keluar portofolio meningkat, volatilitas pasar, IHSG turun, imbal hasil obligasi nse, dan biaya pinjaman meningkat, dan krisis kredit sehingga membuat bank memperketat pinjaman, investasi bisnis turun.

Baca juga : Ekonomi Jakarta pada Triwulan I 2025 masih Tumbuh Kuat

Dari sisi nilai tukar dan inflasi, ketidakpastian juga mengakibatkan depresiasi rupiah. mata uang melemah akibat arus keluar modal, serta inflasi impor untuk impor, energi, dan harga pangan 

Ketidakpastian juga berdampak pada perdagangan & Pertumbuhan yang mengakibatkan gangguan ekspor: ekspor menurun karena banyak negara mengenakan tarif. PDB mengalami perlambatan sehingga investasi, ekspor, dan konsumsi berkurang,

Ia juga mengatakan, pemerintah RI harus bersiap jika sewaktu-waktu dampak perang dagang itu benar-benar terasa terhadap perekonomian dalam negeri.

“Kalau ada dampak negatif, ya gimana cara kita kasih stimulus ke yang memang terdampak,” jelas dia. Misalnya dalam jangka panjang ada satu sektor yang terdampak, ya berarti kan memang mungkin di situ nanti perlu ada stimulus ke sektor-sektor tertentu,” terang dia.

Sekar meminta, semua pihak tidak meremehkan dampak perang dagang. Pemerintah juga harus mampu menyampaikan komunikasi yang tepat ke publik. “Dengan respon yang tepat, market dan konsumen optimis, masyarakay akan terus melakukan konsumsi dan investasi,” tutup dia. (H-2)

 

dari Ekonom Ekonomi lebih pertama Pertumbuhan Rendah Triwulan UGM Waspadai
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Di Manakah Tempat Berpuasa Terpanjang Sepanjang Ramadan 2026?

18 Februari 2026

Kemenlu Pastikan TNI ke Gaza Bukan Untuk Perang dan Lucuti Senjata Hamas

18 Februari 2026

KM Dorolonda Perluas Rute, Jadwal Kapal Pelni Hingga 11 Maret Tuju Serui, Ternate, Bitung, Pantoloan

18 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Huawei Mate X7 hadir di Indonesia, siap saingi pasar smartphone lipat yang berkembang

18 Februari 2026

AFTECH rilis white paper kolaborasi Bank-Pindar tingkatkan akses kredit

18 Februari 2026

Pria Mantan Penitip Anak di Inggris Dipenjara 18 Tahun atas Kasus Pelecehan Siswa

18 Februari 2026

Kemenlu Pastikan TNI ke Gaza Bukan Untuk Perang dan Lucuti Senjata Hamas

18 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?