Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 15 Maret 2026
Trending
  • Jadwal Penutupan Pelabuhan ke Bali Saat Nyepi 2026, Pemudik Wajib Tahu
  • Hasil Serie A: Cremonese Kalah dari Lecce, Audero Cs Terpuruk di Zona Merah
  • Dua pemain asing Bali United mulai tampil mengancam di putaran kedua
  • Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan Pagi, Hujan Ringan Sore Sampai Malam
  • Jadwal MotoGP Brasil 2026 Live Trans7: Bezzecchi Ciptakan Sejarah untuk Aprilia
  • Telkom gelar GoZero% Festival Inovasi, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah
  • Pasar obligasi tertekan, ekonom: pemerintah harus yakin investor soal ekonomi RI
  • Dua Kesepakatan Bebaskan Nabilah O’Brien, Akui Lelah dan Ingin Tidur
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Beban Fiskal RI Semakin Tertekan Akibat Bunga Utang Luar Negeri
Ekonomi

Beban Fiskal RI Semakin Tertekan Akibat Bunga Utang Luar Negeri

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Maret 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Beban Fiskal RI Semakin Tertekan Akibat Bunga Utang Luar Negeri
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati(Dok.MI)

PENELITI Ekonomi Makro dan Finansial Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Riza Annisa Pujarama berpendapat membengkaknya jumlah utang luar negeri (ULN) Indonesia akan semakin memberatkan fiskal negara. Hal ini karena bunga utang akan menambah beban anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), ULN Indonesia pada Januari 2025 tercatat sebesar US$427,5 miliar atau setara Rp7.000 triliun (kurs Rp16.383). Angka tersebut naik 5,1% secara year on year (yoy) dibandingkan dengan Desember 2024 yang tumbuh 4,2% (yoy). 

“Dengan peningkatan utang tentu fiskal akan semakin ketat dan berpotensi mendorong peningkatan tarif pajak,” ungkap Riza kepada Media Indonesia, Senin (17/3).

Baca juga : Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Jadi Rp7.000 Triliun

Ia juga berpandangan jika penarikan utang terus dilanjutkan dalam jumlah yang besar dan tidak disalurkan untuk sektor produktif, maka kemungkinan akan terjadi lagi lonjakan utang jatuh tempo.

Dalam 10 tahun terakhir, ujar Riza, telah pemerintahan menarik utang besar hingga terjadi lonjakan utangnya. Berdasarkan data Indef, di 2014 total utang pemerintah sebesar Rp2.608,78 triliun. Lalu, di 2024 total utang pemerintah menembus Rp8.801,09 triliun. Ada penambahan peningkatan hingga Rp6.192,31 triliun. 

“Sehingga, dengan utang luar negeri yang besar akan berdampak pada utang jatuh tempo yang membengkak di 2025 hingga 2029,” tegasnya. 

Baca juga : BI: Utang Luar Negeri RI pada Oktober 2024 Turun Jadi Rp6.789 T

Dihubungi terpisah, ekonom dari Bright Institute Awalil Rizky berpendapat kenaikan ULN 5,1% yoy pada Januari 2025 masih cukup wajar atau relatif terkendali. Namun, ada beberapa hal yang perlu dicermati. Yakni, ULN yang mengalami kenaikan paling pesat adalah ULN Bank Indonesia yang mencapai 93,94% (yoy), dari US$14,61 miliar pada Januari 2024 menjadi US$28,34 miliar di Januari 2025.

“ULN Bank Indonesia ini dipicu oleh penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang sangat gencar,” ucapnya. 

Kemudian, membengkaknya ULN pada  Januari disebabkan oleh peningkatan ULN pemerintah yang mengalami kenaikan cukup pesat mencapai 5,34% yoy, dari US$194,42 miliar pada Januari 2024 menjadi US$194,39 miliar pada Januari 2025.  Ke depan, Awalil meramalkan akan ada peningkatan ULN.

“Potensi ULN akan meningkat hingga akhir tahun 2025 sangat besar. Ini karena ditambah dari ULN swasta, termasuk dari BUMN, dan Danantara,” pungkasnya. (H-4)

 

Akibat Beban Bunga Fiskal luar Negeri Semakin Tertekan Utang
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pasar obligasi tertekan, ekonom: pemerintah harus yakin investor soal ekonomi RI

15 Maret 2026

7 strategi investasi THR di saham dan komoditas

14 Maret 2026

Ungkapan promosi baju di WA, untung besar dan laris manis

14 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal Penutupan Pelabuhan ke Bali Saat Nyepi 2026, Pemudik Wajib Tahu

15 Maret 2026

Hasil Serie A: Cremonese Kalah dari Lecce, Audero Cs Terpuruk di Zona Merah

15 Maret 2026

Dua pemain asing Bali United mulai tampil mengancam di putaran kedua

15 Maret 2026

Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan Pagi, Hujan Ringan Sore Sampai Malam

15 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?