Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Monday, 2 November 2026
Trending
  • Outlook ekonomi Jatim 2026, JEBS gelar FGD bahas tantangan hilirisasi hingga tekanan industri rokok
  • Gol apik Yann Mabella bawa Persebaya Surabaya menang, siap hadapi Persijap Jepara
  • Instagram Siapkan Video 90 Menit, Siap Saingi YouTube
  • Masuk Indonesia cuma 2 unit, Ducati Panigale V2 Special Edition MM93 dijual miliaran!
  • Ratikita.id HST kembangkan bank sampah digital berbasis kecerdasan buatan
  • Misteri Brigpol WP: Bunuh Ibu Kandung Diduga Akibat Gangguan Jiwa
  • Teks Amanat Pembina Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98,Pidato Menpora RI 28 Oktober 2026 and Link PDF
  • Vietnam Genjot Pariwisata Premium, Tambah 10.000 Kamar Hotel Mewah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»berita»Instagram Siapkan Video 90 Menit, Siap Saingi YouTube
berita

Instagram Siapkan Video 90 Menit, Siap Saingi YouTube

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover2 November 2026No Comments6 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Langkah ambisius tengah disiapkan oleh Meta untuk mengubah lanskap industri media sosial global. Platform berbagi foto dan video populer, Instagram, secara resmi memulai babak baru dengan menguji coba fitur unggahan video berdurasi hingga 90 menit. Kebijakan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Instagram siap menantang dominasi YouTube dalam memperebutkan para pembuat konten atau kreator berbakat di seluruh dunia.

Inovasi tersebut menandai pergeseran arah strategi perusahaan yang dalam beberapa tahun ke belakang sangat identik dengan konten video pendek. Dalam sebuah pengumuman resmi yang disampaikan pada awal pekan, tepatnya Senin, Instagram memperkenalkan format video terbarunya yang diberi nama Features. Melalui terobosan ini, para kreator kini memiliki kebebasan lebih besar untuk membagikan karya visual berdurasi panjang, bersaing langsung dengan format konvensional yang selama ini menjadi keunggulan platform berbagi video milik Google.

Integrasi Konten Melalui Clips as Reels

Tidak hanya berfokus pada durasi panjang, Meta juga memahami pentingnya jembatan antara konten pendek dan panjang untuk menarik minat penonton. Oleh karena itu, bersamaan dengan peluncuran Features, perusahaan turut menguji fitur pendukung bernama Clips as Reels.

  • Mekanisme kerja fitur ini dirancang untuk memberikan kemudahan maksimal bagi kreator dalam mempromosikan karya mereka.
    • Kreator dapat mengambil cuplikan menarik dari video berdurasi panjang yang telah diunggah melalui fitur Features.
    • Cuplikan tersebut kemudian diubah menjadi format Reels yang dinamis dan adiktif.
    • Penonton yang menyaksikan Reels ini dapat dengan mudah diarahkan melalui tautan khusus menuju video lengkap berdurasi panjang.

Pendekatan ini dinilai sangat efektif untuk menjembatani kebiasaan pengguna masa kini yang menyukai guliran cepat (scrolling), namun tetap memiliki ketertarikan untuk menikmati cerita atau informasi yang lebih mendalam serta komprehensif.

Persaingan Sengit dalam Monetisasi Kreator

Selama beberapa tahun terakhir, peta persaingan media sosial dikuasai oleh tren video pendek vertikal. Kendati mampu mendatangkan jumlah penonton yang masif, format tersebut seringkali dikeluhkan oleh para kreator karena tidak selalu menghasilkan pendapatan langsung yang memadai. Instagram sendiri sebenarnya telah membekali platformnya dengan berbagai perangkat monetisasi, termasuk fitur langganan berbayar. Kendati demikian, skema pembayaran kepada kreator di platform ini umumnya tidak dihitung berdasarkan jumlah tayangan video secara langsung.

Kepala Instagram, Adam Mosseri, pernah memberikan penjelasan mendalam mengenai ekosistem pendapatan di platformnya. Menurutnya, para pembuat konten di Instagram umumnya mengandalkan tiga sumber utama penghasilan:
1. Pendapatan langsung dari platform melalui program khusus yang tersedia.
2. Dukungan finansial dari para penggemar setia.
3. Kerjasama komersial atau endorsement dari berbagai merek terkemuka.

Di antara ketiga sumber tersebut, kerja sama merek masih menjadi tumpuan utama penghasilan mayoritas kreator di Instagram. Meskipun perusahaan sempat menginisiasi program pembayaran berbasis kinerja, skalanya masih sangat terbatas. Mosseri bahkan mengungkapkan bahwa biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan program tersebut masih lebih besar dibandingkan pemasukan yang dihasilkan. Akibat kondisi finansial internal ini, Instagram belum memiliki rencana untuk memperluas program insentif berbasis kinerja tersebut secara signifikan dalam waktu dekat.

Sebaliknya, ekosistem monetisasi yang ditawarkan oleh YouTube dinilai jauh lebih matang dan langsung. Melalui Program Mitra YouTube, para kreator berhak mendapatkan bagian sebesar 55 persen dari total pendapatan iklan yang dihasilkan oleh video mereka. Sebagai bentuk komitmen terhadap komunitasnya, YouTube mencatatkan pencapaian luar biasa dengan telah menggelontorkan dana lebih dari US$ 100 miliar kepada para kreator, seniman, serta perusahaan media dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Bagi kreator, model bisnis video pendek kerap menghadirkan tantangan tersendiri dalam hal penempatan iklan, mengingat ruang yang tersedia jauh lebih sempit dibandingkan video berdurasi panjang. Akibat disparitas sistem pendapatan ini, banyak kreator yang menggunakan platform seperti Instagram dan TikTok sekadar sebagai alat promosi untuk mengarahkan penonton ke kanal YouTube mereka, alih-alih menjadikannya sebagai sumber penghidupan utama.

Mengulang Sejarah dengan Wajah Baru

Langkah Instagram untuk merambah ranah video berdurasi panjang ini seketika mengingatkan para pemerhati teknologi pada fitur IGTV. Sekitar delapan tahun lalu, Instagram pernah memperkenalkan produk serupa yang dirancang untuk menampung video berdurasi panjang, sebelum akhirnya harus menghentikan proyek tersebut karena kurang mendapat sambutan masif.

Kendati demikian, dengan dukungan infrastruktur bisnis periklanan Meta yang kini jauh lebih matang, peluang untuk menyematkan iklan komersial ke dalam video berdurasi panjang di Instagram terbuka sangat lebar. Hingga saat ini, pihak manajemen memang belum membeberkan secara detail mengenai skema monetisasi jangka panjang yang akan diterapkan pada fitur terbaru ini.

Meski demikian, perwakilan Meta menyampaikan bahwa perusahaan masih berada dalam tahap eksplorasi intensif. Tujuannya adalah merumuskan formula terbaik agar para kreator benar-benar dapat mengoptimalkan potensi penghasilan melalui kolaborasi merek, dukungan penggemar, serta ekosistem Instagram itu sendiri. Insentif berbasis kinerja juga tetap menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan secara matang.

Melalui kehadiran format video baru ini, Meta optimistis para kreator memiliki ruang gerak yang jauh lebih luas untuk mengeksplorasi kreativitas, merajut narasi cerita yang lebih kompleks, memperluas jangkauan audiens lintas segmen, serta membuka peluang kemitraan bisnis yang lebih menguntungkan di masa depan.

Perusahaan menegaskan komitmen penuhnya dalam mengoptimalkan serta mengembangkan strategi konten video tersebut guna menghadapi dinamika industri digital yang bergerak sangat cepat. Langkah ini diambil tidak hanya sekadar untuk mengikuti tren yang sedang berkembang di tengah masyarakat, melainkan sebagai bagian dari visi jangka panjang dalam memperkuat posisi merek di kancah global maupun nasional.

Dalam era di mana konsumsi konten visual mendominasi kebiasaan audiens, inovasi berkelanjutan pada format video menjadi sebuah keharusan yang mutlak. Manajemen meyakini bahwa pendekatan ini akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan bisnis secara keseluruhan serta mempererat kedekatan emosional antara perusahaan dan para konsumen setianya.

Langkah Strategis Pengembangan Jangka Panjang

Untuk memastikan keberhasilan visi jangka panjang tersebut, pihak manajemen telah merumuskan beberapa pilar utama yang akan menjadi fondasi dalam setiap eksekusi program ke depan. Pilar-pilar ini dirancang secara komprehensif agar selaras dengan kebutuhan pasar yang dinamis serta ekspektasi audiens yang semakin tinggi terhadap kualitas sebuah tayangan.

  • Peningkatan Kualitas Produksi

    Perusahaan berencana untuk terus meningkatkan standar produksi visual dengan memanfaatkan teknologi terkini serta memadukannya dengan kreativitas tanpa batas dari para talenta terbaik di bidangnya. Setiap konten yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga memiliki substansi yang kuat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari penonton.
    * Personalisasi Konten Berbasis Analisis Data

    Pemanfaatan mahadata (big data) dan analisis tren akan menjadi senjata utama untuk memahami preferensi audiens secara lebih mendalam. Melalui pendekatan berbasis data ini, perusahaan dapat menyajikan rekomendasi serta materi video yang dipersonalisasi sesuai dengan minat spesifik setiap kelompok demografi, sehingga tingkat keterlibatan (engagement) dapat meningkat secara drastis.
    * Kolaborasi Kreatif Lintas Sektoral

    Membuka ruang seluas-luasnya bagi para kreator konten independen, seniman, serta pelaku industri kreatif lainnya untuk berkolaborasi dalam berbagai proyek inovatif. Kemitraan strategis ini diyakini mampu menghadirkan sudut pandang baru yang segar serta memperluas jangkauan pasar ke berbagai segmen yang lebih luas dan beragam.

Fokus pada Pengalaman Pengguna yang Optimal

Selain berfokus pada variasi dan kualitas materi yang disajikan, perusahaan juga memberikan perhatian khusus pada aspek kenyamanan akses bagi para penikmat konten. Optimalisasi platform penayangan terus dilakukan agar proses menikmati sajian visual dapat berjalan secara mulus tanpa hambatan teknis, baik ketika diakses melalui perangkat seluler maupun komputer meja. Kemudahan navigasi serta kecepatan muat halaman menjadi prioritas utama guna memanjakan pengguna setianya.

Melalui serangkaian inisiatif komprehensif tersebut, perusahaan optimis bahwa strategi pengembangan jangka panjang ini tidak hanya akan memperkokoh dominasi mereka di pasar, tetapi juga mampu menetapkan standar baru bagi industri konten video secara keseluruhan di masa mendatang.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ratikita.id HST kembangkan bank sampah digital berbasis kecerdasan buatan

2 November 2026

8 tips agar vacuum cleaner portable bisa awet dan tidak cepat rusak

1 November 2026

Opini: Biokapitalisme digital – normalisasi pornografi dan darurat eros

31 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Outlook ekonomi Jatim 2026, JEBS gelar FGD bahas tantangan hilirisasi hingga tekanan industri rokok

2 November 2026

Gol apik Yann Mabella bawa Persebaya Surabaya menang, siap hadapi Persijap Jepara

2 November 2026

Instagram Siapkan Video 90 Menit, Siap Saingi YouTube

2 November 2026

Masuk Indonesia cuma 2 unit, Ducati Panigale V2 Special Edition MM93 dijual miliaran!

2 November 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?