
Persebaya Surabaya harus puas melihat posisi mereka merosot ke peringkat kedelapan klasemen sementara ajang Super League musim 2026/2027. Kepastian ini didapat setelah skuad berjuluk Green Force tersebut gagal mengamankan kemenangan di kandang sendiri dan hanya mampu bermain imbang 2-2 kala menjamu PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo. Pertandingan yang berlangsung sengit tersebut meninggalkan pekerjaan rumah yang cukup banyak bagi jajaran pelatih.
Dengan raihan sembilan poin dari lima pertandingan yang telah dilakoni, tekanan kini mulai dirasakan oleh tim kebanggaan masyarakat Surabaya ini. Terlebih lagi, sang juru taktik, Bernardo Tavares, harus segera melakukan evaluasi secara menyeluruh mengingat timnya sudah harus bersiap menghadapi laga tandang yang berat melawan PSM Makassar. Hasil imbang di kandang tentu menjadi sebuah kemunduran bagi ambisi klub untuk terus berada di jalur persaingan papan atas klasemen.
Mengupas Dua Kesalahan Fatal Pertahanan Persebaya
Kegagalan untuk mengamankan tiga poin penuh di hadapan puluhan ribu pendukung setia tentu sangat disayangkan. Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Bernardo Tavares seusai pertandingan, terdapat dua titik kelemahan krusial di lini belakang yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh skuad Super Elja.
Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut menyoroti bahwa dua gol yang bersarang di gawang timnya lahir dari detail-detail kecil yang seharusnya bisa dihindari jika para pemain mempertahankan konsentrasi penuh.
Kesalahan pertama bermula dari pelanggaran tidak perlu di area yang berbahaya, yang kemudian sukses dikonversi menjadi gol oleh kubu lawan melalui eksekusi matang.
Kesalahan kedua berkaitan erat dengan buruknya koordinasi posisi, di mana para pemain membiarkan adanya ruang terbuka yang terlalu longgar di antara lini pertahanan dan lini tengah.
Ruang kosong yang diberikan kepada pemain PSS Sleman tersebut membuat tim tamu leluasa dalam melepaskan tembakan berbahaya. Meskipun secara keseluruhan Green Force dinilai mampu mengontrol jalannya laga dengan cukup baik, dua kelengahan tersebut harus dibayar mahal dengan hilangnya dua poin penting di kandang.
Apresiasi terhadap Keseimbangan Tim secara Keseluruhan
Kendati kecewa dengan hasil akhir pertandingan, Bernardo Tavares tetap memberikan catatan positif terhadap performa anak asuhnya, khususnya mengenai organisasi pertahanan secara garis besar. Ia berpendapat bahwa di luar dua insiden yang berujung gol tersebut, struktur dan keseimbangan pertahanan timnya sudah berjalan sesuai dengan rencana taktik yang diinginkan.
Fondasi permainan yang telah dibangun sejak awal musim dinilai masih berada di jalur yang benar. Masalah utama bukanlah pada kapasitas individu pemain bertahan, melainkan pada tingkat kedisiplinan posisi ketika menghadapi tekanan mendadak dari skema serangan balik lawan. Evaluasi ini menjadi landasan penting untuk menghadapi ketatnya kompetisi pekan-pekan berikutnya.
Evaluasi Lanjutan Sektor Penyerangan dan Aliran Bola
Selain menyoroti rapuhnya lini pertahanan pada momen-momen tertentu, pelatih berlisensi UEFA Pro ini juga memberikan perhatian khusus pada aspek penyerangan tim. Menurutnya, perpindahan bola dari satu sisi ke sisi lapangan lain masih berjalan lambat dan kurang efektif dalam membongkar barisan pertahanan lawan yang menumpuk banyak pemain di lini belakang.
Dalam beberapa situasi, penggunaan bola lambung dinilai kurang efektif dibandingkan memaksimalkan aliran bola bawah yang lebih cepat dan terarah.
Green Force sebenarnya memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mengeksploitasi celah pertahanan lawan, baik sepanjang babak pertama maupun babak kedua.
Peluang-peluang emas sebenarnya berhasil diciptakan melalui berbagai skema variasi serangan, mulai dari area tiang dekat, tengah, tiang jauh, hingga memanfaatkan umpan-umpan tarik yang mematikan.
Namun, efektivitas dalam penyelesaian akhir masih menjadi kendala klasik yang harus segera diselesaikan. Ketajaman di depan gawang lawan mutlak diperlukan agar dominasi permainan yang ditunjukkan oleh Persebaya Surabaya dapat diterjemahkan menjadi kemenangan di atas lapangan.
“Namun hari ini, setiap kali kita melepaskan tembakan, kiper lawan berhasil menghalau, bek lawan melakukan blok atau akurasi kita kurang tepat, memang ada hari-hari seperti ini.”
Kondisi pelik tersebut tentu menuntut skuad Persebaya Surabaya untuk segera meningkatkan ketepatan serta ketajaman dalam pengambilan keputusan ketika memperoleh kesempatan emas mencetak gol di area pertahanan lawan. Meskipun diliputi rasa kecewa yang mendalam karena kemenangan yang sudah di depan mata harus terlepas begitu saja di pengujung laga, sang juru taktik Bernardo Tavares tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat juang para pemainnya selama berjuang menghadapi perlawanan sengit dari PSS Sleman.
“Sejujurnya, saya merasa frustasi dengan hasil akhir pertandingan ini, tetapi menurut saya, sikap para pemain sudah menunjukkan karakter yang baik di lapangan,” pungkasnya menutup sesi evaluasi pascalaga.
Sikap positif serta mentalitas pantang menyerah tersebut sangat diharapkan mampu menjadi modal utama bagi tim untuk segera memperbaiki berbagai macam kekurangan yang masih terlihat sebelum mereka harus melangkah menghadapi tantangan berikutnya yang jauh lebih berat di kompetisi domestik.
Posisi Klasemen Persebaya Surabaya Turun, Mampukah Bangkit Saat Melawan PSM Makassar?
Persebaya Surabaya kini mau tidak mau harus rela menempati peringkat kedelapan dalam jajaran klasemen sementara kompetisi Super League musim 2026/2027. Hingga sejauh ini, tim kebanggaan Kota Pahlawan tersebut baru mampu mengumpulkan total sembilan poin saja setelah melewati lima pertandingan awal musim.
Tambahan satu poin dari hasil imbang 2-2 melawan PSS Sleman kemarin praktis membuat Green Force kehilangan kesempatan emas untuk memperkuat posisi mereka dalam persaingan ketat di papan atas klasemen sementara. Kendati demikian, perjalanan musim masih panjang dan ruang untuk berbenah masih terbuka lebar bagi skuad asuhan Bernardo Tavares.
Ujian Berat di Parepare Menghadapi Juku Eja
Tantangan berat berikutnya kini sudah menanti di depan mata ketika Persebaya Surabaya dijadwalkan harus bertandang ke markas lawan untuk menghadapi perlawanan sengit dari PSM Makassar. Duel sarat gengsi ini akan dilangsungkan di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada hari Kamis, 22 Oktober 2026.
Pertandingan yang merupakan bagian dari rangkaian pekan keenam kompetisi tersebut akan menjadi panggung krusial bagi Bernardo Tavares untuk membuktikan hasil evaluasi menyeluruh setelah timnya gagal mendulang poin penuh di kandang sendiri pada laga sebelumnya.
Beberapa aspek penting yang menjadi sorotan dalam sesi latihan pekan ini meliputi:
- Perbaikan Lini Pertahanan
- Mengurangi celah di lini belakang yang kerap dimanfaatkan oleh penyerang lawan untuk mencetak gol mudah melalui serangan balik cepat.
- Meningkatkan koordinasi antarpemain belakang agar tidak mudah kehilangan konsentrasi terutama pada menit-menit akhir pertandingan.
- Memperkuat duel-duel udara dan antisipasi terhadap situasi bola mati yang kerap menjadi ancaman berbahaya dari kubu PSM Makassar.
- Peningkatan Efektivitas Serangan
- Mengasah ketajaman lini depan agar setiap peluang matang yang diciptakan dapat dikonversikan menjadi gol kemenangan.
- Memperbaiki akurasi umpan akhir dan keputusan taktis di sepertiga akhir lapangan penalti lawan.
- Membangun kreativitas lini tengah yang lebih solid untuk membongkar barisan pertahanan rapat yang kemungkinan besar akan diterapkan oleh tim tuan rumah.
Perbaikan di sektor pertahanan dan ketajaman lini serang ini dipastikan akan menjadi perhatian utama bagi seluruh elemen tim Green Force dalam masa persiapan intensif menghadapi Juku Eja.
Jika skuad asuhan Bernardo Tavares mampu meminimalisir berbagai kesalahan mendasar sekaligus memaksimalkan setiap peluang sekecil apa pun di depan gawang lawan, maka Persebaya Surabaya dipastikan memiliki peluang besar untuk kembali mengumpulkan poin penting demi mendongkrak posisi mereka di tangga klasemen sementara Super League. Dukungan penuh dari para suporter setia tentu juga akan menjadi tambahan energi moral yang sangat berarti bagi para pemain saat berjuang di kandang lawan nanti.


