Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Saturday, 17 October 2026
Trending
  • Cerita pelatih soal penyerangan bus Persib Bandung di Tol Bandung, tak sengaja parkir depan suporter
  • Injil Katolik misa hari ini Kamis 10 September 2026 dan Mazmur tanggapan
  • Fitur rahasia One UI 9, begini cara blokir internet aplikasi
  • Ajang MotoGP Mandalika 2026 ikut dongkrak omzet UMKM Lombok
  • Bupati Ketapang Alex minta kuota Pertalite ke SPBU tak dikurangi, antrean BBM jadi sorotan
  • Profil Kombes Christian Tobing Kapolresta Sidoarjo yang dimutasi ke SSDM Polri, ini prestasinya
  • Masih berlaku promo Superindo Jabodetabek & Palembang, banjir diskon produk
  • DPR desak penanganan serius korban keracunan MBG, siswi usia 16 tahun di Karo diduga hilang ingatan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Cerita pelatih soal penyerangan bus Persib Bandung di Tol Bandung, tak sengaja parkir depan suporter
Olahraga

Cerita pelatih soal penyerangan bus Persib Bandung di Tol Bandung, tak sengaja parkir depan suporter

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 October 2026No Comments6 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Cerita pelatih soal penyerangan bus Persib Bandung di Tol Bandung, tak sengaja parkir depan suporter

Indonesiadiscover.com — Kejadian mencekam terjadi saat bus rombongan Persib Bandung elite pro academy (EPA) U-18, berhenti di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026) malam.

Official Persib yang sempat keluar dari bus dianiaya kelompok pemuda yang diduga merupakan oknum suporter sepak bola.

Selain itu pemain dan official yang masih di dalam bus, sempat tak bisa melarikan diri, mendapat intimidasi, provokasi, hingga pelemparan dengan batu, yang membuat kaca bus pecah, dan beberapa pemain luka.

Tentu kepanikan ketakutan terjadi saat itu, sebab bukan hanya barang saja yang ludes dijarah, tapi nyawa juga terancam.

Akhirnya, Bus akhirnya bisa kembali melaju, setelah kembalinya sang sopir, dengan meninggalkan official yang telah turun ke luar dari bus.

Pelatih Persib U-18, Tito Agung Setiawan, menceritakan kronologis penyerangan dan penjarahan kepada rombongan timnya, dari kelompok yang diduga oknum suporter sepak bola ini.

“Dari awal memang kami kalau setiap tur, ya, selalu beristirahat di Rest Area apalagi ketika ke daerah Jawa Tengah. Cuman tempat peristirahatannya itu tidak tentukan, sesuai kondisi karena memang supir butuh istirahat,” ujar Tito, di Pendopo Kota Bandung, Senin (12/10/2026).

Akhirnya, kata Tito, pihaknya memilih Rest Area Batang KM 360, pihaknya tidak menyadari bahwa memang ada rombongan suporter yang sedang melakukan istirahat juga di rest area KM 360.

“Pada saat bis itu parkir tepat di depan kerumunan para suporter itu. Kemudian beberapa ofisial tim kami turun, ada Kang Pandu, Kang Ridwan, Kang Asep Supriyadi, kurang lebih lima orang yang turun duluan memang di situ,” kata Tito.

Tito menjelaskan, mungkin pada saat Kang Pandu memakai atribut Persib, di situ mulai ada pergerakan dari kelompok suporter itu, kelompok pemuda yang kemungkinan suporter.

“Nah, ketika lihat atribut Kang Pandu yang di Persib dia berbalik ke belakang nih ke bus. Nah pada saat berbalik ke belakang, ada (tulisan) jakartans di dalam t-shirtnya,” ujarnya.

Tito mengaku, pihaknya berpikir ini kelompok suporter, maka dirinya menahan anggota tim yang lain untuk tidak ada yang keluar lagi dari bus.

“Anggota tim yang lain tidak ada keluar lagi untuk tetap bertahan di bus. Nah mereka tunggu tidak ada yang turun lagi, akhirnya mereka (pika oknum suporter) masuk. Ada satu dua orang yang masuk, sambil mengkonfrontasi, mengintimidasi lah, memprovokasi kami, memaksa untuk turun dengan kata-kata kasar juga,” tuturnya.

Tito mengaku, saat itu, pihaknya tidak terpancing,  tetap harus berada di dalam sambil menunggu yang tadi turun itu kembali ke bus.

“Sambil menunggu juga kebetulan sopirnya melakukan istirahat dan dia meninggalkan bus. Akhirnya kita tidak bisa bergerak, tidak bisa mengambil posisi untuk lebih aman lagi,” ujar Tito.

Sampai supir itu kembali, menurut Titi, provokasi itu terus berlangsung dan ditambah dengan adanya pelemparan, intimidasi segala macam.

“Sampai puncaknya bus kita dilempari dengan batu, yang membuat pintu kaca belakang kiri dan kanan itu pecah. Dan ada juga beberapa pemain yang ada di dalam bus terkena serpihan (kaca) itu, ya, luka-luka ringan terkena serpihan itu,” kata dia.

Tito mengungkapkan, sampai pihaknya dapat kabar dari ofisialnya yang ke luar, Kang Pandu, memang tidak bisa kembali ke bus.

“Saya dengar, saya dengar kabarnya terkena pengeroyokan, pengeroyokan pemukulan. Kami memutuskan untuk bus keluar (rest area) dulu untuk mencari bantuan, bantuan polsek setempat, dan menemukan Polresta Batang waktu itu,” katanya.

Tito mengungkapkan, pihaknya melaporkan telah terjadi kejadian seperti ini, akhirnya ditindaklanjuti Polresta Batang untuk menjemput rekannya yang memang tertinggal di rest area 360.

“Alhamdulillah dalam beberapa jam ke depan semua anggota tim kembali dalam keadaan selamat, meskipun Kang Pandu mengalami luka-luka karena pengeroyokan itu,” kata dia.

Lalu Tito mengatakan, timnya pulang ke Bandung dengan berganti bis, dan meminta dikawal untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan kembali.

Sebetulnya, kata Tito, tak ada pemicu terjadinya penyerangan dan penjarahan, hanya karena sama-sama berada di rest area, di situ normal saja.

“Kita tidak ada pemikiran untuk kita bertemu dengan kelompok suporter atau apa. Kita hanya pure memang pengen istirahat, melakukan istirahat, beberapa pemain juga sudah pada pengen ke toilet atau melakukan aktivitas makan malam karena memang jamnya sudah  terakhir terlalu terlambat,” kata Tito.

Saat itu, menurutnya, betul-betul murni hanya ingin melakukan istirahat, tidak ada yang dipicu sama sekali.

“Mereka (oknum suporter) langsung bereaksi yang memang langsung memberikan provokasi itu saja. Tidak ada aktivitas dari kita, murni ketika lima anggota tim kami yang turun, mereka langsung berbalik ke bis dan langsung melakukan provokasi. Enggak ada pemicu dari situ,” ucap dia.

Menurut Tito, dari pemain yang terluka fisik paling kena serpihan kaca, luka-luka ringan.

“Ada pemain yang sempat ditarik, alhamdulillah sempat diselamatkan untuk kembali langsung ke bus. Anak yang pemain yang ditarik itu  tidak mengalami pengeroyokan, seperti yang dialami oleh Kang Pandu,” katanya.

Tito mengatakan, jumlah orang di dalam timnya terdapat 21 pemain, dan 11 official, jadi total ada 32 orang.

Sedangkan oknum suporter yang melakukan penyerangan, Tito mengaku, tak tahu jumlah pastinya.

“Persisnya saya tak tahu karena makin ke sini makin bertambah banyak. Tapi kalau saya lihat dari psikologis dengan keberanian, mungkin karena kita, dia tahu kita dalam satu bis, sepertinya lebih dari satu bus sepertinya ya,” kata Tito.

Tito menjelaskan, kalau misalkan mereka hanya 5 atau 6 orang, kemungkinan mereka juga akan berpikir dan ada rasa takut.

“Tapi dengan keberanian yang menggebu-gebu, yang seperti itu saya rasa lebih karena kalau pada saat kejadian itu saya lihat dari dalam bus, dalam situasi kekacauan itu jumlahnya makin bertambah makin bertambah,” katanya.

Menurut Tito, awalnya hanya sekitar 6 atau delapan orang yang melakukan provokasi dan intimidasi.

“Saya awal lihat hanya sekitar 6 sampai 8 orang, tapi makin ke sini, makin ke sini makin bertambah banyak, makin bertambah banyak. Mungkin ada kontak, ada yang manggil, suruh datang lagi, makin bertambah banyak, makin bertambah banyak, gitu,” katanya.

Setelah kejadian, Tito mengaku, dirinya juga merasa trauma.

“Setelah kejadian ya memang bukan hanya anak-anak, ya, saya sendiri merasa trauma. Bahkan kemarin juga langkah apa nih yang harus saya lakukan karena kompetisi ini masih terus berjalan, dan kita terus masih banyak pertandingan dan harus tur keluar kota,” katanya.

Tapi Tito mengaku, setelah mendengar yang disampaikan Pak Walikota Bandung, M Farhan, ada sedikit memberikan motivasi untuk tomnya kami terus berjalan.

“Tadi juga disinggung harus ada pendampingan, harus ada perwakilan dari TNI, dari Polri, itu sangat memberikan rasa aman buat kami, untuk tetap melakukan pembinaan sepak bola ini, untuk terus menjalankan kompetisi yang memang harus kita lalui ini,” katanya.

Tito mengaku, pihaknya juga dapat informasi bahwa kejadian tersebut, akan ditindaklanjuti juga oleh I League.

“Terus yang paling yang paling membuat kami tambah termotivasi tambah semangat lagi yang tadi Pak Walikota, akan mendampingi minimal keamanan dari Satpol, ada dari Dishub, dan bahkan ada perwakilan TNI Polri,” katanya.

Tito mengatakan, dengan tindakan pengamanan pencegahan itu memberikan rasa aman yang lebih kepada pihaknya.

“Yang membuat kami bisa penuh rasa percaya diri, dan aman untuk melanjutkan sisa kompetisi ini,” ucapnya.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Ini Penjelasan Pelatih Persib U-18 Saat Timnya Diserang Oknum Suporter Di Rest Area KM 360, 

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Prediksi skor Villarreal vs Napoli: I Partenopei berburu poin di Estadio de la Cerámica

16 October 2026

Prediksi skor Feyenoord vs Como: I Lariani siap bikin kejutan di De Kuip, berpotensi hujan gol!

16 October 2026

Prediksi skor RB Leipzig vs PSV Eindhoven: Die Roten Bullen siap mengamuk di Red Bull Arena

15 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Cerita pelatih soal penyerangan bus Persib Bandung di Tol Bandung, tak sengaja parkir depan suporter

17 October 2026

Injil Katolik misa hari ini Kamis 10 September 2026 dan Mazmur tanggapan

17 October 2026

Fitur rahasia One UI 9, begini cara blokir internet aplikasi

16 October 2026

Ajang MotoGP Mandalika 2026 ikut dongkrak omzet UMKM Lombok

16 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?