Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 15 September 2026
Trending
  • Nasib Amar Brkic Keponakan Bupati Kebumen Seusai Loloskan Timnas Indonesia U20 ke Piala Asia 2027
  • Ramalan zodiak 10-16 September 2026: Cinta, karier dan kehidupan Aries, Gemini hingga Virgo
  • Nasib 115 santri usai dirawat diduga keracunan MBG di Sidoarjo, kini masuk RS lagi gara-gara ini
  • Peluang Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia jadi ancaman utama
  • Ramalan zodiak Cancer besok Senin, 14 September 2026: Jaga pikiran positif dan berani berbicara
  • 5 populer internasional: Iran serang pangkalan AS di Yordania – Inggris larang impor produk Israel
  • Timnas Indonesia vs Malaysia, lawan siapkan 4 pemain naturalisasi, ancaman bagi Jay Idzes cs
  • 7 cara agar tetap membumi di tengah-tengah dunia yang makin kacau menurut psikologi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Daerah»Nasib 115 santri usai dirawat diduga keracunan MBG di Sidoarjo, kini masuk RS lagi gara-gara ini
Daerah

Nasib 115 santri usai dirawat diduga keracunan MBG di Sidoarjo, kini masuk RS lagi gara-gara ini

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 September 2026Tidak ada komentar7 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ringkasan Berita:

  • 115 santri kembali dilarikan ke rumah sakit, tetapi pihak pesantren menegaskan mereka merupakan pasien lama, bukan korban baru.
  • Para santri kembali mengalami diare, muntah, demam, mual, pusing, dan lemas saat masih dalam masa pemulihan.
  • Lima santri masih dirawat di RSI Siti Hajar, sedangkan 33 pasien di RSUD R.T. Notopuro telah dipulangkan.
  • Pemkab Sidoarjo membentuk satgas pengawas SPPG untuk memperketat pengawasan keamanan dan sanitasi pelaksanaan MBG.

 

Indonesiadiscover.com, SIDOARJO– Sebanyak 115 santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kembali dilarikan ke sejumlah rumah sakit pada Selasa (8/9/2026).

Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran karena para santri kembali mengalami berbagai keluhan kesehatan setelah sebelumnya mendapat perawatan akibat dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, pihak pesantren memastikan 115 santri yang kembali mendapat penanganan medis tersebut bukan korban baru.

Mereka merupakan pasien lama dari insiden sebelumnya yang sempat dipulangkan untuk menjalani rawat jalan di lingkungan pondok.

Saat kembali berada di pesantren, sebagian santri mengalami penurunan kondisi kesehatan. Keluhan yang muncul antara lain mual, pusing, lemas, diare, demam hingga muntah.

Kondisi itu membuat para santri kembali dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan di Sidoarjo.

Hingga Rabu (9/9/2026), penyebab pasti munculnya kembali keluhan tersebut masih belum diketahui.

Tim medis masih melakukan observasi untuk memastikan apakah kondisi itu berkaitan dengan insiden sebelumnya atau dipicu faktor lain.

115 Santri Kembali ke Rumah Sakit, Bukan Korban Baru

Waka Kesiswaan MA Manba’ul Hikam, Labiburrahman, membenarkan adanya sejumlah santri yang kembali dilarikan ke rumah sakit.

Ia menegaskan, para santri tersebut merupakan korban dari kejadian luar biasa (KLB) sebelumnya, bukan korban baru.

“Betul (kembali dilarikan ke RS). Yang sakit adalah anak yang kena kejadian luar biasa (KLB) sebelumnya (bukan korban baru),” kata Labiburrahman saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026), dikutip Indonesiadiscover.comdari Kompas.com.

Menurut dia, kondisi para santri kembali menurun karena proses pemulihan medis mereka belum sepenuhnya selesai ketika sudah dikembalikan ke lingkungan pondok.

“Masih masa pemulihan belum selesai dikembalikan ke pesantren sehingga sakit lagi,” jelasnya.

Keterangan tersebut menjadi poin penting dalam perkembangan kasus ini. Jumlah 115 santri yang kembali mendapatkan perawatan tidak serta-merta menunjukkan adanya gelombang korban baru dari dugaan keracunan MBG.

Sebaliknya, mereka merupakan pasien yang sebelumnya telah menjalani penanganan medis dan masih berada dalam tahap pemulihan.

Kondisi Santri di Rumah Sakit Sidoarjo

Penanganan terhadap para santri tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Sidoarjo.

Di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, sebanyak 33 pasien sempat mendapat perawatan. Humas RSUD R.T. Notopuro, Wawan, memastikan seluruh pasien dari kelompok tersebut kini sudah diperbolehkan pulang.

“Dua pasien hari ini pulang, dan sudah pulang semua,” ujar Wawan, Rabu.

Sementara itu, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo sebelumnya sempat merawat 44 santri.

Namun, hingga Rabu, masih terdapat lima pasien yang harus menjalani rawat inap karena mengalami keluhan diare.

Tim medis masih melakukan observasi untuk mencari tahu pemicu munculnya kembali gejala kesehatan tersebut.

“Apakah berkaitan dengan insiden kemarin atau disebabkan karena hal lain, masih diobservasi,” kata Koordinator Humas RSI Siti Hajar, Eka.

Keterangan rumah sakit ini sekaligus menunjukkan bahwa penyebab medis belum dapat dipastikan.

Karena itu, dugaan bahwa keluhan yang muncul kembali secara otomatis disebabkan oleh insiden sebelumnya masih membutuhkan pembuktian melalui pemeriksaan medis.

Mengapa Pasien Lama Bisa Kembali Dirawat?

Kembalinya santri ke rumah sakit menjadi perhatian karena mereka sebelumnya telah mendapat perawatan dan sebagian sudah diperbolehkan kembali ke pondok.

Dalam kondisi seperti ini, proses pemulihan menjadi bagian penting yang perlu dipantau. Gejala seperti diare, muntah, lemas, demam dan mual dapat membuat kondisi seseorang kembali menurun, terutama apabila pemulihan belum berlangsung sepenuhnya.

Namun, penyebab pasti kondisi tersebut tetap harus berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis.

Karena itu, informasi dari pihak rumah sakit yang masih melakukan observasi menjadi penting agar tidak terjadi kesimpulan terburu-buru mengenai penyebab sakitnya para santri.

Situasi ini juga menempatkan proses pemulangan pasien sebagai bagian penting dari penanganan insiden kesehatan massal. Pasien yang secara klinis sudah dapat pulang tetap membutuhkan pemantauan kondisi dan tindak lanjut apabila gejala kembali muncul.

Kasus Sidoarjo Jadi Evaluasi Pelaksanaan MBG

Munculnya kembali keluhan kesehatan pada para santri Manba’ul Hikam juga menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Subandi membentuk satuan tugas khusus yang bertugas mengawasi sekaligus mendampingi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah tersebut dilakukan setelah kasus keracunan massal yang sebelumnya menimpa ratusan siswa dan santri di Sidoarjo menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah.

Satgas tersebut akan diarahkan untuk mendampingi kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya dalam memastikan proses pelaksanaan MBG berjalan dengan baik dan memenuhi aspek keamanan pangan.

“Kita berkomitmen, program Presiden ini harus sukses di Sidoarjo, makanya kita harus bersama-sama mendampingi dan memastikan program itu berjalan dengan baik,” tegas Bupati Sidoarjo Subandi di Pendopo Sidoarjo, Selasa (8/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPC PKB Kabupaten Sidoarjo itu saat rapat koordinasi bersama Forkopimda Sidoarjo, Forkopimka, seluruh koordinator wilayah SPPG se-Kabupaten Sidoarjo dan Koordinator Wilayah KPPG Surabaya.

Satgas Akan Awasi Proses Produksi MBG

Subandi menjelaskan, pembentukan satgas lebih diarahkan pada fungsi pendampingan operasional SPPG.

Pengawasan dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari penerimaan bahan mentah, proses pengolahan, pengemasan hingga distribusi makanan.

Meski pemerintah daerah ikut melakukan pengawasan dan pendampingan, kewenangan komando penuh terhadap pelaksanaan program tersebut tetap berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).

Selain mengawasi alur produksi, satgas juga akan memeriksa kondisi sanitasi seluruh fasilitas SPPG.

Fasilitas yang telah mengantongi izin resmi tetap akan diperiksa kembali untuk memastikan kondisi lingkungan dan sanitasi memenuhi standar.

“Yang izinnya sudah selesai juga dicek kembali, apakah sanitasinya layak atau tidak, ini penting untuk menjaga kesehatan,” ujar mantan Wakil Bupati Sidoarjo itu.

Menurutnya, monitoring dan evaluasi harus dilakukan secara berkala.

Langkah tersebut diperlukan untuk menemukan persoalan di lapangan sekaligus mencari solusi sebelum masalah berkembang menjadi kejadian yang lebih besar.

Bahan Baku MBG Diminta Tak Dipaksakan Digunakan

Politikus yang pernah menjabat Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo itu juga mengingatkan para pengelola dapur SPPG agar tidak memaksakan penggunaan bahan makanan yang sudah rusak atau tidak memenuhi standar.

Bahan baku dengan kondisi buruk harus segera dipisahkan dan tidak boleh diolah menjadi makanan yang kemudian dikonsumsi penerima manfaat.

“Kalau bahannya tidak bagus, jangan digunakan, jangan sampai bahan yang tidak bagus tetap diolah, akhirnya yang menjadi korban adalah masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya.

Pesan tersebut menempatkan keamanan bahan baku sebagai salah satu titik krusial dalam pelaksanaan MBG, selain sanitasi dapur, proses pengolahan, pengemasan dan distribusi makanan.

Perkembangan terbaru kasus santri Manba’ul Hikam menunjukkan bahwa persoalan setelah kejadian kesehatan massal tidak berhenti ketika pasien keluar dari rumah sakit.

Sebanyak 115 santri yang kembali mendapatkan penanganan medis ternyata merupakan pasien lama yang masih berada dalam masa pemulihan. Fakta ini penting karena menunjukkan perlunya pengawasan kondisi pasien setelah dipulangkan, khususnya ketika sebelumnya mengalami keluhan kesehatan dalam jumlah besar.

Di sisi lain, penyebab munculnya kembali gejala pada para santri belum dapat dipastikan. Rumah sakit masih melakukan observasi untuk mengetahui apakah kondisi tersebut berhubungan dengan insiden sebelumnya atau memiliki penyebab lain.

Karena itu, langkah pemerintah Sidoarjo membentuk satgas pengawas SPPG menjadi relevan, terutama untuk memperketat pengawasan pada seluruh rantai penyediaan makanan.

Ke depan, keberhasilan MBG bukan hanya diukur dari seberapa banyak makanan dapat dibagikan kepada penerima manfaat. Aspek yang tidak kalah penting adalah memastikan bahan baku layak, proses pengolahan higienis, distribusi aman, serta adanya mekanisme respons cepat ketika muncul keluhan kesehatan.

Kasus 115 santri yang kembali dirawat menjadi pengingat bahwa keberhasilan program makanan bergizi membutuhkan pengawasan dari dapur hingga kondisi penerima manfaat setelah makanan dikonsumsi.

(M Taufik/Indonesiadiscover.com/Kompas.com)

Jadikan Indonesiadiscover.compreferensi beritamu dengan mengklik tautan ini

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ramalan zodiak 10-16 September 2026: Cinta, karier dan kehidupan Aries, Gemini hingga Virgo

15 September 2026

Nasib Amar Brkic Keponakan Bupati Kebumen Seusai Loloskan Timnas Indonesia U20 ke Piala Asia 2027

15 September 2026

Ramalan zodiak Cancer besok Senin, 14 September 2026: Jaga pikiran positif dan berani berbicara

15 September 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Nasib Amar Brkic Keponakan Bupati Kebumen Seusai Loloskan Timnas Indonesia U20 ke Piala Asia 2027

15 September 2026

Ramalan zodiak 10-16 September 2026: Cinta, karier dan kehidupan Aries, Gemini hingga Virgo

15 September 2026

Nasib 115 santri usai dirawat diduga keracunan MBG di Sidoarjo, kini masuk RS lagi gara-gara ini

15 September 2026

Peluang Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia jadi ancaman utama

15 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?