Ringkasan Berita:
- Iran meluncurkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania sebagai balasan atas penghancuran kapal tanker minyaknya oleh AS
- Inggris mengumumkan larangan impor produk dari permukiman ilegal Israel di Tepi Barat, yang langsung dibalas Israel dengan penutupan konsulat Inggris di Yerusalem dan sanksi terhadap pejabat Inggris.
- Konflik AS–Iran juga menimbulkan beban finansial besar bagi Washington, dengan biaya perang mencapai sekitar 100 miliar dolar AS dan terus meningkat.
Indonesiadiscover.com– Berbagai kejadian global mendominasi pemberitaan dunia sepanjang sehari terakhir.
Iran meluncurkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, fasilitas strategis yang digunakan oleh pasukan AS dan sekutunya.
Serangan tersebut merupakan aksi balasan Iran terhadap AS setelah militer Amerika menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran di kawasan Teluk.
Sementara itu, Inggris memberlakukan sanksi perdagangan terhadap produk dari permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki, memicu tindakan balasan dari Israel.
Berikut berita populer internasional selengkapnya.
1. Iran Menggila! Pangkalan Sekutu AS di Yordania Dibombardir, Hanggar Jet F-35 Jadi Sasaran
Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara terlibat dalam rangkaian serangan yang menyasar aset militer dan infrastruktur strategis di kawasan Timur Tengah.
Konflik yang sebelumnya banyak terjadi di wilayah Iran dan perairan Teluk kini semakin meluas setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Yordania pada Rabu (9/9/2026).
Laporan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut serangan Iran diarahkan ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, salah satu fasilitas strategis yang digunakan oleh pasukan AS dan sekutunya di Yordania untuk menunjang operasional pesawat tempur F-35.
Militer Yordania mengonfirmasi adanya serangan rudal tersebut. Namun, sistem pertahanan udara Yordania diklaim berhasil mencegat sebagian besar rudal yang diluncurkan Iran.
Militer Yordania menyatakan sebanyak 18 dari 20 rudal balistik berhasil dicegat. Sementara dua rudal lainnya jatuh di wilayah yang tidak berpenghuni.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat serangan tersebut.
Namun, serangan Iran ke Yordania meningkatkan ketegangan antara Teheran dan Washington.
Baca selengkapnya >>>
2. Mesir-Greek-Siprus Yunani Serukan Gencatan Senjata Gaza, Dukung Palestina Merdeka Berdaulat
Mesir, Yunani, dan Pemerintahan Siprus Yunani menyerukan implementasi fase kedua rencana Gaza yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump serta penghentian serangan Israel terhadap Lebanon.
Seruan tersebut disampaikan dalam pertemuan trilateral yang berlangsung di El Alamein, Mesir utara, Selasa (8/9/2026).
Pertemuan mempertemukan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, Presiden Siprus Nikos Christodoulides, dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis.
Menurut pernyataan Kepresidenan Mesir, ketiga pemimpin menegaskan komitmen untuk memperkuat perdamaian, keamanan, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Mediterania Timur serta Timur Tengah.
Ketiganya juga sepakat memperluas kerja sama melalui mekanisme trilateral yang diluncurkan di Kairo pada November 2014.
Baca selengkapnya >>>
3. Inggris Mulai Ambil Tindakan Konkret soal Permukiman Israel, Menlu Ed Miliband: Itu Hal yang Benar
Hubungan Inggris-Israel berada di titik terendah.
Pemerintah Inggris mengumumkan sanksi perdagangan besar-besaran yang melarang semua impor dari permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki, Selasa (8/9/2026).
Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa kehadiran Israel di wilayah tersebut sepenuhnya melanggar hukum.
Dalam beberapa jam, pemerintah Israel menanggapi keputusan tersebut dengan tindakan balasan.
Israel memerintahkan penutupan segera Konsulat Jenderal Inggris di Yerusalem Timur, mengakhiri program pelatihan militer Inggris yang telah lama berjalan bagi pasukan Palestina, mengusir personel Inggris dari operasi koordinasi bantuan ke Gaza, serta memberlakukan larangan perjalanan secara eksplisit terhadap 12 anggota parlemen Inggris terkemuka.
Eskalasi ini menandai keretakan paling parah dalam hubungan bilateral resmi antara kedua sekutu Barat tersebut, mengutip First Post.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menuduh sejumlah elemen dalam pemerintahan Israel secara diam-diam mendukung pembersihan etnis yang dilakukan oleh pemukim militan Israel terhadap komunitas Palestina.
Baca selengkapnya >>>
4. Profil Menlu Inggris Ed Miliband, Sebut Israel Melakukan Pembersihan Etnis di Palestina
Inggris telah mengumumkan larangan impor semua barang yang diproduksi oleh pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Kebijakan ini menjadi langkah paling signifikan negara tersebut sejak Inggris mengakui negara Palestina tahun lalu.
Mengutip Al Jazeera, dalam pidatonya di Parlemen, Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menuduh Israel melakukan pembersihan etnis di Palestina.
Ia menegaskan bahwa kebijakan resmi Inggris, menyatakan permukiman Israel yang berkembang pesat di seluruh Tepi Barat yang diduduki sebagai tindakan yang melanggar hukum.
Ia mengatakan bahwa ia tidak percaya rakyat Inggris menginginkan untuk mendukung pendudukan dengan menerima produk dari pemukiman di toko-toko Inggris.
Miliband juga mengumumkan pembatasan baru yang lebih ketat terhadap penjualan senjata ke Israel.
Israel kemudian mengumumkan empat tindakan balasan, termasuk melarang 12 anggota parlemen Inggris memasuki Israel dan menutup konsulat Inggris di Yerusalem, setelah pidato Miliband.
Baca selengkapnya >>>
5. Perang Iran Kuras Dompet AS Rp1.763 Triliun, Tagihan Terus Membengkak
Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus memberikan tekanan besar terhadap Washington, bukan hanya dari sisi militer dan politik, tetapi juga keuangan.
Biaya konflik yang disebut telah mencapai sekitar 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.763 triliun kini menjadi sorotan di tengah meningkatnya kritik terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump.
Besarnya anggaran yang telah dikeluarkan menjadi perhatian karena biaya perang disebut masih terus bertambah selama operasi militer berlangsung.
Senator Demokrat sekaligus Wakil Ketua Komite Intelijen Senat AS, Mark Warner, menjadi salah satu tokoh yang secara terbuka mengkritik keputusan Trump mempertahankan operasi militer terhadap Iran.
Warner menyebut konflik tersebut sebagai “war of choice” atau perang pilihan. Menurutnya, perang itu dijalankan tanpa perencanaan, strategi, dukungan sekutu, maupun jalan keluar yang jelas.
Dalam video yang diunggah melalui platform X pada Senin, Warner juga mengungkap bahwa perang Iran yang dimulai pemerintahan Trump telah membebani masyarakat Amerika hingga 100 miliar dolar AS.
Tidak berhenti di angka tersebut, Warner mengklaim biaya operasi militer terus meningkat sekitar 1 juta dolar AS setiap dua menit.
Jika menggunakan perhitungan nilai tukar yang sama, tambahan tersebut setara dengan sekitar Rp17,6 miliar setiap dua menit.
Baca selengkapnya >>>
(Indonesiadiscover.com)



