Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 15 September 2026
Trending
  • Cek jadwal bus AKAP dari Bali ke Pulau Jawa Kamis (10/9), sebegini
  • Prediksi skor Slavia Prague vs Lens: Statistik dan head-to-head di Liga Champions UEFA
  • Ramalan zodiak Taurus besok Senin, 14 September 2026: Rawat diri dan hindari drama
  • Konvensi Partai Republik: Trump, magnet elektoral sekaligus risiko politik
  • Klarifikasi Atta Halilintar usai pose mesra bareng cewek beredar, suami Aurel: Minta foto itu biasa
  • Ingin memulai hari lebih sehat? Lakukan 7 perilaku ini menurut psikologi
  • Soal Massa Iddah Politik Calon Ketua Umum PBNU,Gus Romy: Gus Yusuf Bisa Terdampak
  • Run & Rise 2026 sukses digelar, ribuan langkah pelari jadi harapan akses air bersih
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Daerah»Konvensi Partai Republik: Trump, magnet elektoral sekaligus risiko politik
Daerah

Konvensi Partai Republik: Trump, magnet elektoral sekaligus risiko politik

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 September 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Trump jadi pusat perhatian dalam konvensi Partai Republik jelang pemilu paruh waktu di AS. Namun, popularitasnya yang rendah membuat sejumlah kandidat khawatir kedekatan dengan Trump justru bisa merugikan peluang mereka.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan ikut dalam pemilu paruh waktu pada 3 November 2026. Meski begitu, Partai Republik justru menempatkannya sebagai tokoh utama dalam sebuah konvensi besar yang digelar dua bulan menjelang pemilu. Pada Rabu dan Kamis, Partai Republik berkumpul di American Airlines Center, Dallas, yang berkapasitas sekitar 20.000 penonton, untuk menggelar “Konvensi Pemilu Paruh Waktu Partai Republik”.

Di AS, konvensi partai berskala besar seperti ini biasanya hanya digelar menjelang pemilihan presiden. Partai Demokrat pernah mencoba mengadakan pertemuan serupa pada 1970-an dan awal 1980-an, tetapi bagi Partai Republik, ini merupakan yang pertama. Melalui konvensi di Texas tersebut, mereka ingin menggerakkan para pendukung Trump agar memberikan suara kepada kandidat Partai Republik.

Apakah Trump justru bisa merugikan kampanye?

Partai Republik memasuki masa kampanye dengan presiden yang tingkat popularitasnya rendah. Menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos baru-baru ini, tingkat persetujuan publik terhadap kinerja Donald Trump hanya 33%. Selain itu, para pendukung Partai Demokrat saat ini jauh lebih bersemangat menghadapi pemilu. Hampir separuh pendukung Demokrat menyatakan sangat antusias menyambut pemilu paruh waktu, dibandingkan dengan hanya 31% pendukung Partai Republik.

Meski demikian, konvensi ini sepenuhnya berpusat pada Trump. Presiden dijadwalkan tampil pada kedua malam penyelenggaraan, sehingga sorotan terhadapnya bahkan lebih besar daripada terhadap para kandidat Partai Republik yang benar-benar akan bertarung memperebutkan kursi Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat pada November. Namun, bagi sebagian kandidat tersebut, kedekatan dengan Trump justru membawa risiko. Survei Politico terhadap lebih dari 70 kandidat dan anggota parlemen Partai Republik menemukan bahwa banyak di antara mereka enggan menghadiri konvensi ini.

Sejumlah kandidat yang bertarung di daerah pemilihan dengan persaingan ketat tampaknya berusaha menghindari kesan terlalu dekat dengan presiden. Bahkan, ada yang memilih tidak menghadiri konvensi partainya sendiri. Hal ini memperlihatkan dilema yang dihadapi Partai Republik terkait Trump. Di satu sisi, ia dapat menggerakkan basis pendukung MAGA. Di sisi lain, kehadirannya juga bisa membuat pemilih moderat menjauh, bahkan menguntungkan pihak oposisi.

Menonjolkan keberhasilan atau menyerang Demokrat?

Meski hasil jajak pendapat terhadap presiden kurang menggembirakan, rangkaian acara konvensi pada awalnya dirancang untuk menonjolkan pencapaian positif pemerintahannya sejauh ini. Isu-isu seperti ekonomi, keamanan perbatasan, perdagangan, dan keamanan publik akan digunakan untuk menunjukkan apa saja yang menurut Partai Republik telah berhasil dicapai Trump.

Melalui sesi-sesi seperti “Two Visions for America” dan “The Opposition Contrast”, konvensi ini juga dirancang untuk menyerang Partai Demokrat. Partai Republik menggambarkan Demokrat sebagai partai yang didominasi kelompok kiri dan menyebut mayoritas Demokrat di Kongres sebagai ancaman terhadap kebijakan-kebijakan Trump selama ini. Jika Demokrat menguasai Kongres, mereka memang dapat menghambat agenda Trump selama dua tahun berikutnya sekaligus memberikan Kongres kewenangan yang jauh lebih besar untuk mengawasi dan menyelidiki pemerintahannya.

Apakah Trump punya jawaban atas tingginya biaya hidup?

Rekam jejak ekonomi Trump menjadi salah satu hal yang paling sulit dijual kepada pemilih. Program konvensi berfokus pada apa yang telah dilakukannya, mulai dari pemotongan pajak, penurunan harga obat-obatan, hingga upaya mendorong produksi dalam negeri.

Namun, belum jelas apakah Trump akan menawarkan sesuatu yang benar-benar baru di Dallas. Ilmuwan politik Sascha Lohmann dari German Institute for International and Security Affairs (SWP) menilai hal itu kecil kemungkinannya. Menurutnya, pidato Trump dalam acara kampanye semacam ini biasanya kurang terstruktur dan jarang memaparkan langkah kebijakan yang konkret.

“Apa yang kita lihat di sana hampir seperti semacam ‘aliran kesadaran’,” kata Lohmann. Trump cenderung berbicara panjang lebar tentang “apa pun yang kebetulan sedang terlintas dalam pikirannya saat itu”.

Masalah bagi Trump adalah narasi keberhasilan ekonominya tidak sesuai dengan apa yang dirasakan banyak warga AS. Dalam jajak pendapat terbaru FT/Focaldata, hampir dua pertiga responden mengatakan ekonomi AS bergerak ke arah yang salah. Sebanyak 57% bahkan menyatakan kondisi keuangan pribadi mereka memburuk sejak Trump kembali menjabat.

Apa yang akan dikatakan Trump tentang perang Iran?

Salah satu hal yang paling mencolok dari program konvensi yang direncanakan adalah hampir tidak adanya pembahasan tentang perang Iran. Dari 109 agenda dan pembicara yang telah diumumkan, terdapat sesi untuk memperingati 25 tahun serangan 11 September serta sejumlah agenda ekonomi, tetapi tidak ada perhatian khusus terhadap perang yang masih berlangsung dengan Iran.

Penyelenggara konvensi tampaknya ingin sebisa mungkin menghindari sorotan terhadap isu yang sensitif secara politik tersebut. Namun, Trump sendiri sejauh ini mengambil pendekatan berbeda dan terus menggambarkan perang itu sebagai sebuah keberhasilan. Lohmann memperkirakan Trump akan mempertahankan narasi tersebut di Dallas.

Menurut Lohmann, argumen Trump adalah “bahwa Iran telah dilemahkan lebih jauh daripada yang pernah berhasil dilakukan presiden mana pun sebelumnya, bahwa program nuklirnya telah dilenyapkan, dan bahwa Iran kini hampir memohon agar konflik diakhiri”.

Akankah Dallas menjadi panggung awal suksesi Trump?

Secara resmi, konvensi di Dallas berfokus pada pemilu paruh waktu. Namun, segera setelah pemilu tersebut selesai, perhatian akan beralih ke pemilihan presiden berikutnya. Wakil Presiden JD Vance mendapat peran penting dalam konvensi ini, sementara Marco Rubio, yang berpotensi menjadi pesaing terkuatnya di Partai Republik, sejauh ini tidak tercantum dalam daftar pembicara.

Trump hampir pasti tidak akan menunjuk Vance sebagai penerusnya di Dallas. Meski begitu, konvensi ini memberi kesempatan kepada wakil presidennya untuk memperkenalkan diri kepada para pendukung MAGA sebagai sosok yang berpotensi mewarisi gerakan tersebut.

“Sepertinya wakil presiden akan menjadi salah satu pusat perhatian di Dallas,” kata Lohmann, “terutama karena sejauh ini Vance hanya memikul sedikit tanggung jawab politik atas perang dengan Iran.”

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Jerman Diadaptasi oleh Rivi Satrianegara Editor: Rizki Nugraha

ind:content_author: Andreas Noll

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Cek jadwal bus AKAP dari Bali ke Pulau Jawa Kamis (10/9), sebegini

14 September 2026

Prediksi skor Slavia Prague vs Lens: Statistik dan head-to-head di Liga Champions UEFA

14 September 2026

Ramalan zodiak Taurus besok Senin, 14 September 2026: Rawat diri dan hindari drama

14 September 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Cek jadwal bus AKAP dari Bali ke Pulau Jawa Kamis (10/9), sebegini

14 September 2026

Prediksi skor Slavia Prague vs Lens: Statistik dan head-to-head di Liga Champions UEFA

14 September 2026

Ramalan zodiak Taurus besok Senin, 14 September 2026: Rawat diri dan hindari drama

14 September 2026

Konvensi Partai Republik: Trump, magnet elektoral sekaligus risiko politik

14 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?