Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 31 Agustus 2026
Trending
  • Bambang Rukminto Kritik Alasan Polda Metro Tunda Transaksi Rekening Botok: Ada Tindak Pidana?
  • Tips aman berkendara di jalan pegunungan, tetap cari aman
  • Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia
  • Iran Mengapresiasi China yang Berani Lawan Trump: Hubungan Kami Tak Perlu Izin AS
  • Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 27 Agustus 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Prediksi Skor Lillestrom vs Egnatia: Kanarifuglene Berpeluang Menang!
  • Profil Ayu Zhafira, Putri Indonesia di Miss Norway 2026
  • Terjemahan lirik lagu September – Daughtry: Kami tahu kami harus pergi dari kota ini, tapi tidak tahu kapan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Iran Mengapresiasi China yang Berani Lawan Trump: Hubungan Kami Tak Perlu Izin AS
Nasional

Iran Mengapresiasi China yang Berani Lawan Trump: Hubungan Kami Tak Perlu Izin AS

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover31 Agustus 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ringkasan Berita:

  • Iran mengapresiasi Tiongkok karena menolak ancaman sanksi Amerika Serikat, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa hubungan strategis antara Teheran dan Beijing tidak memerlukan persetujuan Washington.
  • Tiongkok menjaga hubungan ekonomi dengan Iran, khususnya sebagai salah satu pembeli terbesar minyak Teheran.
  • Perilaku Tiongkok menjadi tantangan bagi strategi Trump dalam mengisolasi Iran, karena hubungan perdagangan antara kedua negara dapat membantu Teheran mempertahankan sumber pendapatan meskipun menghadapi tekanan ekonomi dan sanksi Amerika Serikat.

Indonesiadiscover.com–Iran mengapresiasi sikap Tiongkok yang menolak ancaman sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap negara dan perusahaan yang tetap menjalin hubungan perdagangan dengan Teheran.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menganggap penolakan Tiongkok terhadap sanksi Amerika Serikat sebagai dukungan yang penting bagi Iran di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dari Washington.

Ghalibaf menyampaikan apresiasinya melalui postingan di media sosial X pada hari Rabu. Ia menekankan bahwa hubungan strategis antara Iran dan Tiongkok tidak memerlukan persetujuan dari negara lain, termasuk Amerika Serikat.

Menurut Ghalibaf, hubungan antara kedua negara didirikan atas dasar rasa saling menghargai, kerja sama yang saling menguntungkan, serta kesepahaman bersama mengenai terbentuknya dunia yang multipolar.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Teheran tetap setia menjaga hubungan dengan Beijing meskipun Washington berupaya membatasi peluang perdagangan Iran melalui sanksi.

Tiongkok Menolak Ancaman Sanksi Sekunder Amerika Serikat

Pujian terhadap Iran muncul setelah Tiongkok secara terbuka menolak ancaman sanksi tambahan yang dikeluarkan pemerintah Presiden Donald Trump.

Sanksi tambahan adalah kebijakan yang memungkinkan Amerika Serikat memberikan hukuman kepada perusahaan atau pihak dari negara lain yang masih melakukan transaksi tertentu dengan pihak yang telah ditetapkan sanksi oleh Washington.

Dalam situasi Iran, ancaman ini bisa menyebabkan perusahaan asing menghadapi sanksi jika terus beroperasi di Teheran.

Namun, Tiongkok menegaskan tidak menerima pendekatan tersebut. Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan bahwa Beijing menentang sanksi yang dijatuhkan secara sepihak, yang tidak memiliki dasar hukum internasional atau persetujuan dari Dewan Keamanan PBB.

Tiongkok juga menegaskan bahwa hubungan dan kerja sama ekonominya dengan Iran dilakukan sesuai dengan peraturan hukum internasional.

Beijing bahkan memberi peringatan bahwa pemerintah Tiongkok akan mengambil tindakan yang diperlukan guna menjaga hak dan kepentingannya.

Sikap tersebut menjadi tantangan bagi Washington karena Tiongkok merupakan salah satu mitra ekonomi utama Iran.

Tiongkok Tetap Menjadi Pembeli Terbesar Minyak Iran

Kerja sama antara Iran dan Tiongkok tidak hanya didasarkan pada kepentingan politik, tetapi juga memiliki aspek ekonomi yang signifikan.

Tiongkok selama bertahun-tahun menjadi salah satu pembeli terbesar minyak Iran.

Untuk Teheran, perdagangan minyak dengan Tiongkok merupakan salah satu sumber pendapatan yang penting dalam menghadapi berbagai sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh negara-negara Barat.

Sementara untuk Beijing, minyak Iran merupakan salah satu sumber energi yang bisa berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan energi dalam negerinya.

Hubungan perdagangan ini memberikan posisi penting bagi Tiongkok dalam perekonomian Iran.

Jika Washington berupaya menurunkan pendapatan Iran dengan membatasi ekspor minyak, kehadiran Tiongkok sebagai pembeli utama bisa menyulitkan penerapan strategi tersebut.

Oleh karena itu, penolakan Beijing terhadap ancaman sanksi sekunder Amerika Serikat menjadi isu yang lebih luas daripada hanya sebuah perselisihan diplomatik.

Sikap Tiongkok juga menunjukkan bahwa Beijing berkeinginan untuk menjaga kebebasan dalam menentukan hubungan perdagangan serta kebijakan ekonominya sendiri.

AS Tingkatkan Tekanan Ekonomi terhadap Iran

Di sisi lain, pemerintahan Trump terus memperkuat tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Washington sebelumnya mengumumkan pemberlakuan sanksi terbaru terhadap hampir 60 orang, entitas, dan kapal yang diduga terkait dengan jaringan ekonomi Iran.

Tindakan tersebut merupakan bagian dari usaha Amerika Serikat dalam mengisolasi Iran dari perekonomian dunia.

Washington juga mengingatkan perusahaan dan negara asing agar tidak memberikan bantuan kepada Iran dalam menghindari sanksi.

Dengan kebijakan ini, Amerika Serikat berusaha membuat negara-negara yang masih melakukan perdagangan dengan Iran menghadapi dampak ekonomi.

Namun, strategi tersebut menghadapi hambatan karena Iran masih memiliki beberapa mitra dagang yang bersedia menjaga hubungan ekonomi.

Tiongkok adalah salah satu negara yang paling signifikan dalam jaringan tersebut.

Iran Mengklaim Sanksi AS Melanggar Hukum Internasional

Teheran mengkritik kebijakan sanksi terbaru yang diambil Washington. Iran menganggap tindakan AS untuk memaksa negara-negara lain berhenti berdagang dengan Teheran sebagai intervensi terhadap kedaulatan negara lain.

Bagi Iran, setiap negara memiliki kekuasaan untuk menentukan sendiri hubungan ekonomi dan perdagangan dengan negara lain.

Oleh karena itu, ancaman sanksi sekunder Amerika Serikat dianggap sebagai bentuk tekanan yang melebihi kepentingan dalam negeri Amerika.

Tiongkok memiliki pandangan yang hampir sama terkait penerapan sanksi sepihak.

Beijing sering kali menegaskan bahwa hubungan ekonomi antar negara seharusnya tidak ditentukan oleh tekanan satu arah dari sebuah negara.

Hubungan Iran dan Tiongkok Menjadi Tantangan bagi Trump

Kerja sama antara Iran dan Tiongkok saat ini menjadi salah satu tantangan bagi kebijakan ekonomi pemerintahan Trump.

Washington berupaya membatasi kemampuan Iran dalam meraih pendapatan melalui aktivitas perdagangan global.

Namun, Tiongkok memiliki kemampuan ekonomi yang besar serta kepentingan strategis tersendiri di kawasan Timur Tengah.

Beijing juga tidak menunjukkan tanda-tanda akan sepenuhnya mematuhi tekanan Washington terhadap Iran.

Bagi negara Iran, sikap Tiongkok memberikan kesempatan bagi mereka untuk menjaga kegiatan perdagangan meskipun menghadapi tekanan sanksi.

Untuk Tiongkok, menjaga hubungan dengan Iran dapat mendukung kebutuhan energi sekaligus memperkuat posisi Beijing di kawasan.

Keadaan ini menjadikan hubungan Iran-China sebagai bagian krusial dalam persaingan yang lebih luas antara Washington dan Beijing.

Iran Tidak Takut Menghadapi Tekanan Amerika Serikat

Penghargaan Ghalibaf terhadap Tiongkok menunjukkan bahwa Teheran memandang Beijing sebagai mitra strategis dalam menghadapi tekanan dari Amerika Serikat.

Iran berupaya mempertahankan akses ke pasar dan sumber pendapatan dengan melalui negara-negara yang masih bersedia berdagang.

Tiongkok menjadi salah satu jalur yang paling penting dalam strategi tersebut.

Di sisi lain, Amerika Serikat menghadapi tantangan dalam memastikan sanksi yang diberlakukannya benar-benar berdampak pada negara dan perusahaan yang masih melakukan aktivitas bisnis dengan Iran.

Jika Tiongkok tetap menjaga hubungan perdagangan dengan Teheran, khususnya di bidang energi, usaha Washington untuk mengisolasi Iran akan menghadapi tantangan yang lebih berat.

Akhirnya, perselisihan ini tidak hanya terkait dengan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran. Persoalan ini juga menunjukkan persaingan kepentingan antara tiga negara besar.

Yaitu Amerika Serikat yang berusaha memperkuat tekanan terhadap Teheran, Iran yang berupaya menjaga jaringan ekonominya, serta Tiongkok yang menolak hubungan ekonominya dengan Iran diatur oleh Washington.

Di tengah tekanan tersebut, Beijing telah menyampaikan pesan yang jelas bahwa hubungan strategisnya dengan Iran tidak memerlukan persetujuan dari Amerika Serikat.

(Indonesiadiscover.com/ Namira)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Bambang Rukminto Kritik Alasan Polda Metro Tunda Transaksi Rekening Botok: Ada Tindak Pidana?

31 Agustus 2026

Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

31 Agustus 2026

Profil Ayu Zhafira, Putri Indonesia di Miss Norway 2026

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Bambang Rukminto Kritik Alasan Polda Metro Tunda Transaksi Rekening Botok: Ada Tindak Pidana?

31 Agustus 2026

Tips aman berkendara di jalan pegunungan, tetap cari aman

31 Agustus 2026

Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

31 Agustus 2026

Iran Mengapresiasi China yang Berani Lawan Trump: Hubungan Kami Tak Perlu Izin AS

31 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?