Ringkasan Berita:
- Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Direktur Utama Bulog menyerahkan bantuan berupa beras (10 kg per bulan) kepada 581 KPM di Desa Mekar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah (26 Agustus 2026).
- Pengiriman bantuan pangan di Lampung ditujukan kepada 1,24 juta KPM (total sebanyak 37.277 ton beras) dan penyalurannya sudah mencapai hampir 40 persen.
- Kementerian Pertanian menyediakan dana sebesar Rp350 miliar guna pengembangan 30 ribu hektare lahan perkebunan tebu, kopi, dan kakao secara gratis di Provinsi Lampung.
Indonesiadiscover.com, Lampung Tengah – Suasana di Lapangan Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bangun Rejo, Kabupaten Lampung Tengah tiba-tiba ramai dan penuh dengan ratusan warga pada hari Rabu (26/8/2026). Semangat masyarakat meningkat ketika sebuah helikopter milik TNI Angkatan Udara mendarat dengan lancar di area lapangan tersebut.
Helikopter militer mengangkut rombongan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman beserta Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
Kunjungan kerja (kunker) Menteri bersama jajarannya bertujuan untuk memberikan bantuan pangan secara langsung kepada 581 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di kawasan Bangun Rejo.
Saat tiba di lokasi, Menteri Amran disambut dengan hangat oleh Plt Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, yang melakukan upacara penyambutan khas daerah dengan memberikan selendang dan peci bermotif tapis Lampung. Para ibu-ibu hingga anak-anak terlihat memadati area pemberian bantuan.
Program bantuan pangan yang disalurkan oleh pemerintah pusat memberikan komoditas beras sebanyak 10 kilogram per KPM untuk penggunaan selama tiga bulan. Di Provinsi Lampung, program strategis ini ditujukan kepada total kuota sebanyak 1,2 juta KPM.
“Pasti bantuan ini kita berikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkannya. Akurasi sasaran merupakan bagian yang sangat penting dalam pelaksanaan program bantuan pangan pemerintah,” kata Menteri Amran setelah menyerahkan bantuan secara simbolis di Desa Mekar Jaya.
Saat menyerahkan bantuan, Amran menekankan bahwa kondisi ketahanan pangan nasional saat ini sangat kuat. Ia menyatakan bahwa persediaan beras Indonesia berada pada level tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Republik Indonesia.
Banyaknya cadangan beras nasional memaksa pemerintah untuk mengambil kebijakan menambah kapasitas tempat penyimpanan.
Pemerintah secara resmi menyewa gudang tambahan dengan kapasitas 2 juta ton untuk menyimpan hasil panen yang berlimpah, menambahi kapasitas gudang yang sudah ada sebesar 3 juta ton.
Ekspor ke Luar Negeri
Amran mengungkapkan, kondisi persediaan yang melimpah memungkinkan Indonesia mulai melakukan ekspor beras ke beberapa negara, termasuk Malaysia. Ia menyebutkan bahwa pengiriman terakhir ke Malaysia mencapai 1.000 ton.
Selain Malaysia, Amran menyebut bahwa beras Indonesia telah atau direncanakan masuk ke beberapa negara lain, seperti Arab Saudi, Qatar, Palestina, Timor Leste, dan Tiongkok.
Kepala Perusahaan Umum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan, bantuan pangan yang diberikan berlaku selama tiga bulan, yaitu Juli, Agustus, dan September 2026. Secara nasional, program bantuan pangan ditujukan kepada 33,2 juta penerima manfaat.
Setiap penerima menerima bantuan berupa beras sebanyak 10 kilogram setiap bulan. Jika diberikan selama tiga bulan, setiap penerima akan mendapatkan total 30 kilogram beras.
Khusus di Lampung, Rizal menyebutkan terdapat 1.242.582 penerima manfaat. Jumlah beras yang disiapkan untuk pendistribusian bantuan pangan di Lampung mencapai 37.277 ton.
“Secara nasional terdapat 33,2 juta penerima manfaat. Khususnya di Provinsi Lampung, jumlahnya mencapai 1.242.582 orang. Total beras yang disalurkan adalah sebanyak 37.277 ton,” ujar Rizal.
Di Desa Mekar Jaya, terdapat 581 penerima manfaat bantuan pangan. Rizal menyampaikan bahwa pendistribusian bantuan pangan telah dimulai sejak awal Agustus 2026.
Sampai Rabu (26/8/2026), pencapaian penyaluran dikatakan telah mendekati 40 persen. “Yang telah terealisasi sekarang hampir 40 persen dari penyaluran kami beberapa waktu lalu di awal bulan Agustus,” katanya.
Bulog berencana menyelesaikan penyaluran bantuan pangan selama periode tersebut sebesar 100% pada akhir September 2026.
Ismawati (46), penduduk setempat, menyatakan rasa terima kasih atas bantuan pangan yang diterimanya. Menurutnya, bantuan berupa beras tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
“Saya merasa bahagia dan berterima kasih telah menerima bantuan ini. Terima kasih kepada Bapak Menteri dan pemerintah pusat yang telah memberikan dukungan kepada kami,” ujar Ismawati.
Ia berharap program bantuan pangan semacam ini terus berlanjut dan disalurkan lebih sering kepada masyarakat yang membutuhkan. “Semoga bantuan seperti ini bisa diberikan lebih rutin, karena sangat membantu masyarakat,” katanya.
Gelontorkan Rp350 Miliar
Kementerian Pertanian menyediakan dana sebesar Rp350 miliar guna memperluas areal perkebunan seluas 30 ribu hektar di Provinsi Lampung.
Program ini melibatkan pengembangan komoditas tebu, kopi, dan kakao sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi produksi serta memperkuat ketersediaan pangan nasional.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat mengunjungi persiapan dan mutu pembibitan tanaman di Lampung bersama para pejabat Direktorat Jenderal Perkebunan, Rabu (26/8/2026).
Amran menyampaikan, dari keseluruhan lahan yang ditetapkan, sekitar 12 ribu hektare digunakan untuk komoditas tebu, sementara 18 ribu hektare lainnya dialokasikan untuk kopi dan kakao.
“Komoditas tebu mendapatkan luas lahan sebesar 12 ribu hektare, sementara kopi dan kakao menerima alokasi 18 ribu hektare,” ujar Amran.
Ia menegaskan bahwa semua bantuan dalam program tersebut diberikan secara gratis tanpa biaya. Bantuan meliputi penyediaan benih berkualitas, pengolahan lahan, hingga proses penanaman. “Program ini murni bantuan pemerintah dan tidak dimaksudkan untuk dijual,” tegasnya.
Secara nasional, program khusus ini bertujuan mengembangkan lahan seluas 870 ribu hektar dengan anggaran total sebesar Rp9,95 triliun. Selain meningkatkan produksi, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan menyerap sekitar 3-4 juta tenaga kerja.
Untuk memastikan program berjalan di tingkat petani, Kementan juga menyediakan bantuan terhadap berbagai hambatan teknis, termasuk ancaman hama.
“Menyangkut kendala teknis yang sering dialami petani seperti ancaman hama, Kementan menjamin keterlibatan Dinas Perkebunan Kabupaten dan Provinsi akan dikerahkan untuk segera menangani secara langsung di lapangan,” kata Amran.
Menurut Amran, peningkatan efisiensi perkebunan tidak dapat dipisahkan dari kualitas benih. Ia menyebutkan bahwa peningkatan mutu pembibitan saat ini terus dilakukan di berbagai wilayah dan menjadi salah satu dasar peningkatan hasil pertanian.
“Saat ini, kualitas benih unggul terpantau merata di berbagai wilayah, mulai dari Aceh, Lampung, Kalimantan, NTT, NTB, Sulawesi Tenggara, hingga Gorontalo. Peningkatan kualitas benih yang signifikan ini menjadi dasar utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional,” ujarnya.
Amran juga menghargai kontribusi para petani, penyuluh, pemerintah daerah, perangkat desa, serta jajaran TNI, Polri, dan kejaksaan dalam mendukung program pemerintah di bidang pertanian.
Ia menganggap keterlibatan lintas sektor sebagai komponen penting dalam memastikan program berjalan sampai ke tingkat lapangan.
Peningkatan produksi ini, lanjut Amran, ditujukan untuk memperluas pasar produk pertanian Indonesia.
Setelah memperkuat produksi dalam negeri, pemerintah kini berupaya meningkatkan kemampuan komoditas pangan nasional dalam memenuhi kebutuhan pasar global.
Salah satu caranya adalah melalui komoditas beras. Pemerintah telah merealisasikan kesepakatan awal ekspor beras sebanyak 1.000 ton bersama Bulog dan menargetkan peluang pasokan hingga 200.000 ton ke Malaysia, dari total kebutuhan impor negara tersebut yang mencapai 1 juta ton.
“Selain Malaysia, penetrasi pasar juga sedang dilakukan di negara-negara tetangga seperti Filipina, Timor Leste, dan Papua Nugini,” tutupnya.
(Indonesiadiscover.com/Hurri Agusto)



