Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 23 Agustus 2026
Trending
  • Toyota raih 6.175 SPK di GIIAS 2026, 56% dari mobil elektrifikasi
  • Ramalan Shio Besok 19 Agustus 2026: Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi
  • Menjelang HUT ke-81 RI, Maia Estianty Bagikan Momennya Saat Menonton Latihan Pesawat Tempur TNI AU di Atas Rumahnya: Hiburan Gratis di Rumah
  • Industri pulp dan kertas tingkatkan kompetitif dengan teknologi dan efisiensi
  • Unggahan Ruben Onsu Usai Jadi Tersangka, Tetap Tenang dan Tenang
  • Pengguna Pertalite dan Biosolar Waspadai, Kuota BBM Subsidi 2027 Dipangkas 50 Persen
  • Jadwal BWF World Championships 2026 Hari Ini: Fajar/Fikri Hadapi Korea, Live TV-Score
  • 10 Contoh Laporan Perjalanan ke Riau dengan Kalimat Efektif dan Metafora
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Pengguna Pertalite dan Biosolar Waspadai, Kuota BBM Subsidi 2027 Dipangkas 50 Persen
Politik

Pengguna Pertalite dan Biosolar Waspadai, Kuota BBM Subsidi 2027 Dipangkas 50 Persen

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Agustus 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengguna Pertalite dan Biosolar Siap-siap, Kuota BBM Subsidi 2027 Disunat 50 Persen Lebih

Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan pengurangan kuota BBM subsidi untuk Pertalite dan Biosolar pada tahun 2027. Rencana ini menimbulkan kekhawatiran bagi para pengguna BBM bersubsidi yang selama ini bergantung pada harga yang lebih murah dibandingkan BBM nonsubsidi.

Pemangkasan Kuota BBM Subsidi

Dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Kemenkeu RI (Kementerian Keuangan Republik Indonesia), pemerintah menyatakan bahwa kuota BBM subsidi untuk tahun 2027 akan sebesar 20,09 juta kiloliter. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan kuota pada tahun 2026 yang mencapai 48,43 juta kiloliter. Artinya, terjadi pengurangan signifikan sebesar 28,34 juta kiloliter atau sekitar 58,5 persen.

Ferry Ardiyanto, Plt./Plh. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kemenkeu, menjelaskan bahwa pengurangan kuota BBM subsidi dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengendalikan subsidi. Hal ini termasuk dalam rencana pengaturan penggunaan BBM subsidi seperti Pertalite.

Dasar Penetapan Harga Minyak Mentah

Pemerintah menggunakan patokan harga minyak mentah Indonesia Crude Price (ICP) sebesar 75 dollar AS (Rp 1,3 juta, kurs Rp 17.840) per barrel pada 2027 untuk menentukan besaran pengurangan kuota BBM subsidi. Meskipun angka ini masih di bawah harga minyak dunia saat ini yang berada di kisaran 83 dollar AS (Rp 1,47 juta) per barrel, penurunan kuota tetap menjadi langkah penting.

Dampak pada Masyarakat

Pengurangan kuota BBM subsidi akan langsung berdampak pada masyarakat yang selama ini bergantung pada Pertalite dan Biosolar. Saat ini, konsumsi BBM subsidi sedang melonjak tajam. Pada semester I 2026, volume penyaluran BBM subsidi naik sebesar 7,8 persen menjadi 7.989,5 ribu kiloliter. Angka ini meningkat dari 7.410,1 ribu kiloliter pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pangsa pasar Pertalite juga meningkat secara signifikan. Pada periode Januari-Mei 2026, pangsa pasar Pertalite sebesar 75,4 persen, namun naik menjadi 80,3 persen pada bulan Juli 2026. Hal ini menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap BBM bersubsidi.

Perbedaan Konsumsi BBM Bersubsidi dan Nonsubsidi

Di sisi lain, konsumsi BBM nonsubsidi mengalami penurunan. Pada periode yang sama, konsumsi BBM nonsubsidi turun sebesar 23,2 persen menjadi 18,8 persen. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin beralih ke BBM bersubsidi karena harganya yang lebih terjangkau.

Menurut Indra Abra Tallatov, Head of Center of Food, Energy, and Sustainable Development (CFESD) Institute For Development of Economics and Finance (Indef), migrasi konsumen ke BBM bersubsidi mengindikasikan bahwa perbedaan harga semakin memengaruhi perilaku konsumsi.

Upaya Mengetatkan Penyaluran BBM Subsidi

Pemerintah juga berupaya mengetatkan penyaluran BBM subsidi agar sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Salah satu langkah yang diambil adalah melarang kelompok masyarakat dengan ekonomi mampu membeli BBM subsidi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melarang golongan desil 9-10, yang dikategorikan sebagai masyarakat sangat mampu, untuk membeli BBM subsidi. Ia berharap agar masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi tidak kesulitan mendapatkannya.

“Ya sudahlah yang kaya-kaya yang sudah mampu itu jangan ngambil hak rakyat lah, kira-kira begitu. Subsidi itu ya untuk saudara-saudara kita yang berhak menerima,” ujarnya.

Kajian Lanjutan atas Pembatasan Pembelian BBM Subsidi

Meski aturan ini sudah diberlakukan, pembatasan pembelian BBM subsidi menggunakan ketentuan desil masih dalam proses kajian oleh pemerintah. Bahlil mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan evaluasi terkait hal tersebut.

“Pembatasan Pertalite, sekarang kita masih dalam kajian, lagi dikaji,” ujarnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pastikan Tidak Asal Pilih, Ini Sikap PCNU Tarakan Menghadapi Bursa Ketum PBNU di Muktamar NU 2026

23 Agustus 2026

Pengumuman Harga BBM 21 Agustus 2026, Pekerja Karanganyar Beralih ke Pertalite

22 Agustus 2026

Ratusan PPPK Tanahlaut Berpeluang Jadi Penuh Waktu 2027, Kondisi Keuangan Jadi Penentu

22 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Toyota raih 6.175 SPK di GIIAS 2026, 56% dari mobil elektrifikasi

23 Agustus 2026

Ramalan Shio Besok 19 Agustus 2026: Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi

23 Agustus 2026

Menjelang HUT ke-81 RI, Maia Estianty Bagikan Momennya Saat Menonton Latihan Pesawat Tempur TNI AU di Atas Rumahnya: Hiburan Gratis di Rumah

23 Agustus 2026

Industri pulp dan kertas tingkatkan kompetitif dengan teknologi dan efisiensi

23 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?