Pria Bugil yang Memukuli Pemotor di Lenteng Agung Ternyata Mahasiswa STIPAN
Seorang pria tanpa busana yang melakukan aksi pemukulan terhadap pengendara motor di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, ternyata bukanlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Setelah penyelidikan dilakukan, diketahui bahwa pelaku adalah seorang mahasiswa bernama Yosua (23) yang sedang dalam kondisi mabuk.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan Yosua setelah kejadian tersebut. Saat diperiksa di lokasi kejadian, jawaban Yosua tidak jelas dan tidak koheren. Menurut Nurma, warga sekitar merasa gerah karena melihat pria tanpa baju tersebut berkeliling.
“Masuk akal kalau warga merasa gerah. Kita amankan dia karena dalam kondisi mabuk,” ujar Nurma melalui telepon.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Jaksel, AKP Joko Adi Wibowo menyebutkan bahwa barang bukti berupa papan kayu yang digunakan Yosua untuk memukul dua pengendara masih belum ditemukan. Ia menjelaskan bahwa massa yang banyak di lokasi kejadian menyebabkan barang bukti tersebut hilang atau disingkirkan oleh masyarakat.
Polisi kemudian membawa Yosua ke kantor polisi dan memberinya waktu untuk beristirahat hingga pengaruh minuman kerasnya menghilang. Setelah kondisinya lebih sadar pada Rabu pagi, polisi mulai melakukan pemeriksaan terhadap Yosua.
Nurma mengungkapkan bahwa Yosua mengaku meminum minuman keras jenis Intisari sebanyak satu botol di kamar kosnya. Ia mengaku tidak tahu alasan dirinya melepas pakaian dan memukuli pengendara.
“Kami tanya kenapa dia melepas baju, ia tidak ingat. Dia hanya bilang merasa panas dan gerah,” kata Nurma menirukan percakapan dengan Yosua.
Terkait aksi pemukulan, Yosua juga mengaku tidak ingat apa yang dilakukannya. “Dia bilang ‘saya enggak tahu bu, saya enggak ingat’,” tambah Nurma.
Yosua merupakan mahasiswa Semester 6 di Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN) yang lokasinya berada di dekat tempat kejadian. Ia berasal dari Merauke, Papua, dan telah ngekos di dekat kampus selama tiga tahun terakhir.
Menurut pengakuannya kepada polisi, Yosua mengonsumsi minuman keras karena kesedihan setelah ibunya meninggal dunia. Ia mengaku sedih dan depresi karena belum menyelesaikan kuliah sementara ibunya sudah tiada.
Namun, Nurma menegaskan bahwa polisi masih mendalami pengakuan tersebut. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah kesedihan akibat kematian ibunya benar-benar menjadi alasan Yosua mengonsumsi minuman keras.
Meski telah diamankan, Yosua belum ditahan. Statusnya masih sebagai tahanan sementara untuk kepentingan pendalaman kasus. Polisi juga masih mencari korban yang dipukul Yosua. Hingga Rabu (19/8/2026), korban belum membuat laporan polisi.
Nurma menjelaskan bahwa polisi telah berkomunikasi dengan korban dan meminta mereka datang ke Polsek Jagakarsa untuk membuat laporan. “Kita sedang mencari korban dan menunggu mereka datang,” katanya.




