Indonesiadiscover.com.CO.ID –
JAKARTA.
Beberapa perusahaan telah melaksanakan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada awal Juli 2026. Namun, satu-satunya perusahaan yang masih membuka kesempatan pemesanan saham adalah PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS). Investor yang belum melakukan pemesanan sebaiknya segera mengambil langkah, karena hampir sejuta single investor identification (SID) sudah mendaftar untuk mendapatkan saham dari perusahaan milik Raffi Ahmad ini.
Masa penawaran umum IPO RANS masih berlangsung hingga 8 Juli 2026. Setelah itu, saham RANS akan melakukan debut perdagangan di BEI pada 10 Juli 2026.
Hingga 7 Juli 2026 pukul 10.00 WIB, menurut pantauan di Stocbit, sebanyak 930.999 SID telah menyetor dana dalam penawaran umum IPO saham RANS. Angka ini menjadi yang terbesar kedua setelah IPO saham PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang mencapai 1,26 juta SID.
Dalam IPO ini, RANS menawarkan maksimal 2,525 miliar saham baru atau setara dengan 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga penawaran Rp170 per saham. Distribusi saham IPO RANS dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026.
Di tengah proses tersebut, Semesta Indovest Sekuritas dalam riset yang dirilis pada 3 Juli 2026 menyatakan bahwa kekuatan utama RANS terletak pada ekosistem bisnis yang terintegrasi. Hal ini memberikan peluang bagi RANS untuk memaksimalkan tren pertumbuhan industri konten digital Indonesia dalam jangka panjang.
Dalam laporan mereka, analis menyebut bahwa RANS tidak hanya bergantung pada bisnis media digital, tetapi juga membangun model usaha yang menghubungkan konten, intellectual property (IP), manajemen talent, event, hingga bisnis pendukung seperti makanan dan minuman (F&B), fast moving consumer goods (FMCG), serta kosmetik.
Berdasarkan strategi ini, RANS memiliki skala jangkauan yang lebih luas dibandingkan perusahaan lain yang hanya fokus pada satu lini bisnis. Basis audiens digital yang besar serta pergeseran konsumsi media ke platform digital menjadi dasar dari skalabilitas RANS.
Namun, di sisi lain, RANS masih menghadapi tekanan kinerja keuangan sepanjang tahun 2025. Pendapatan RANS tercatat sebesar Rp 353,4 miliar, turun 13,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh merosotnya pendapatan dari lini brand ambassador dan talent management sebesar 51,5% secara tahunan, serta dampak dari divestasi PT RPKSB pada 2024.
Selain itu, beban operasional mencapai Rp 77,2 miliar, sehingga laba operasi turun menjadi Rp 75,6 miliar. Laba bersih perusahaan ini juga terkontraksi 38,8% menjadi Rp 61 miliar, dengan margin laba bersih alias net profit margin (NPM) menyusut menjadi 16% dari sebelumnya 23,6%.
Meski demikian, Semesta Indovest Sekuritas menilai struktur pendapatan RANS relatif lebih terdiversifikasi dibandingkan sebagian pelaku industri media digital. Saat ini, sekitar 33,5% pendapatan berasal dari monetisasi konten media sosial, 30,3% dari penjualan produk berbasis intellectual property (IP), 21,2% dari production house dan penyelenggaraan event, serta 14,7% dari bisnis talent management.



