Final Camp PFA Cari Bakat 2026 Dimulai di Timika
Papua Football Academy (PFA) resmi membuka Final Camp PFA Cari Bakat 2026 di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Acara ini berlangsung pada Senin (6/7/2026), dengan peserta terbaik yang berhasil melewati tahapan seleksi sebelumnya.
Sebanyak 59 siswa dari berbagai wilayah di Papua akan bersaing memperebutkan 20 posisi sebagai anggota baru PFA. Mereka adalah hasil dari seleksi yang melibatkan 2.530 peserta dari 20 kabupaten/kota di Papua. Proses seleksi ini dilakukan melalui tahapan Layer Kota dan Visit sejak 1 Mei hingga 20 Juni 2026.
Program PFA Cari Bakat 2026 tidak hanya bertujuan untuk mencetak pemain sepak bola profesional, tetapi juga membentuk karakter dan melahirkan calon pemimpin masa depan Papua yang berkarakter dan disiplin. Direktur Akademik PFA, Coach Wolfgang Pikal, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil mencapai tahap akhir.
“Saya melihat kalian semua sudah sampai di sini. Itu artinya kalian telah melewati perjalanan dan perjuangan yang tidak mudah. Kalian adalah anak-anak terbaik yang berhasil lolos hingga tahap ini,” ujar Pikal dalam acara tersebut.
VP Relation PTFI, Engel Enoch, juga menyampaikan selamat kepada 59 peserta yang berhasil masuk Final Camp. Menurutnya, PFA bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang pembentukan kepemimpinan dan karakter.
“PFA bukan hanya memilih pemain sepakbola. Kami yakin anak-anak ini akan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan Papua. Karena itu proses ini tidak boleh dianggap sepele,” tegas Engel.
Dari 59 peserta, hanya 20 yang akan terpilih menjadi siswa PFA. Meski demikian, peserta yang belum lolos diminta untuk tetap semangat dan terus mengembangkan kemampuan mereka.
“Kami juga melihat karakter, kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah. Yang belum terpilih jangan putus asa, teruslah berjuang,” kata Engel.
Program PFA merupakan bentuk komitmen PT Freeport Indonesia dalam membangun sumber daya manusia Papua melalui olahraga. Selain fasilitas sepak bola, PFA juga berupaya membentuk pemimpin-pemimpin hebat di Tanah Papua.
“Kami membangun fasilitas bukan hanya untuk sepakbola, tetapi juga untuk membentuk sumber daya manusia dan pemimpin-pemimpin hebat Papua. Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi anak-anak semua,” ujarnya.
Engel juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjadikan Final Camp sebagai ajang membangun persaudaraan, saling mendukung, dan berkompetisi secara sehat.
“Kalian akan menjadi saudara dan keluarga. Bersainglah secara sehat, saling mengenal, saling menyemangati, tetap fokus, jaga kesehatan, dan manfaatkan pengalaman ini sebaik mungkin,” pesan Engel.
Selain itu, Engel turut mengapresiasi seluruh pelatih dan tim yang telah bekerja keras selama proses seleksi. Ia berharap bahwa seleksi ini benar-benar menemukan 20 talenta terbaik Papua.
Peserta Berharap Bisa Membawa Nama Baik Papua
Beberapa peserta dari berbagai daerah mengungkapkan antusiasme mereka terhadap Final Camp. Salah satunya adalah Israel Junior Eluay, peserta asal Kabupaten Jayapura, yang mengaku Final Camp merupakan kesempatan yang lama diimpikan.
“Ini momen yang saya tunggu-tunggu. Saya terus berlatih agar bisa membanggakan orang tua, marga, kampung, dan keluarga saya. Saya berasal dari SSB Kabupaten Jayapura,” ujarnya.
Alex Jikwa dari Kabupaten Jayawijaya juga mengungkapkan kegembiraannya. Ini adalah pertama kalinya ia datang ke Timika untuk mengikuti seleksi PFA.
“Saya mendapat informasi dari coach di SSB Tolikara. Orang tua sangat mendukung saya mengikuti seleksi ini. Saya berharap bisa memberikan hasil terbaik,” katanya.
Sementara Yoel Sokay, peserta asal Timika, mengatakan dirinya telah mengenal sepak bola sejak usia dini.
“Saya berasal dari SMP Negeri 2 Timika dan bergabung di SSB Papua Blessing. Saya mulai bermain sepak bola sejak usia tiga tahun karena ayah saya seorang pelatih,” ujarnya.
Melalui Final Camp ini, 59 peserta terbaik akan mengikuti serangkaian tes dan pembinaan sebelum dipilih 20 siswa yang akan bergabung sebagai angkatan baru PFA.
Sejarah dan Visi PFA
PFA berdiri sejak 31 Agustus 2022 dengan satu tujuan besar, yaitu membangun fondasi sepak bola Papua yang profesional dan berkelanjutan. Dalam waktu yang relatif singkat, PFA telah berkembang menjadi tempat lahirnya talenta-talenta muda dari Tanah Papua yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Selain kompetisi domestik, PFA juga memiliki program unggulan PFA Elite Camp yang memberikan pengalaman latihan dan kompetisi di luar negeri. Program ini dimulai dengan Elite Camp Korea Selatan pada tahun 2024. Batch kedua kemudian melanjutkan perjalanan ke Jepang, Austria pada tahun 2026, dan terbaru ke Australia pada tahun 2026.



