Kehilangan Portugal di Piala Dunia 2026 dan Kritik terhadap Pelatih
Perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 berakhir dengan kekalahan yang menyakitkan setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar di Stadion AT&T, Dallas, Selasa (7/7/2026). Kekalahan ini tidak hanya mengakhiri langkah Selecao das Quinas, tetapi juga menjadi laga terakhir Cristiano Ronaldo di ajang Piala Dunia. Di sisi lain, Roberto Martinez, pelatih Portugal sejak 2023, memutuskan untuk mundur setelah gagal membawa tim meraih prestasi tertinggi.
Martinez menghadapi banyak kritik setelah tidak mampu memaksimalkan potensi generasi emas Portugal. Legenda Portugal, Ricardo Quaresma, melontarkan kritik pedas terhadap kinerja Martinez. Ia menilai bahwa Portugal tidak pernah tampil meyakinkan sepanjang turnamen. Menurutnya, tidak ada satu pertandingan pun yang membuat orang bisa berkata bahwa Portugal bermain bagus atau menyerang dengan baik. Bahkan dalam pertandingan melawan Spanyol, ia mengatakan bahwa Portugal sepenuhnya menyerahkan pertandingan kepada lawan sejak menit pertama sampai akhir.
Quaresma menilai Spanyol mengendalikan tempo sepanjang laga, sementara Portugal bermain tanpa semangat dan terlalu lambat. Ia menilai bahwa Federasi Sepak Bola Portugal harus segera mencari pelatih baru yang benar-benar memahami karakter permainan tim nasional. Menurutnya, skuad Portugal saat ini memiliki kualitas individu yang luar biasa, tetapi membutuhkan sosok pelatih yang memahami bagaimana memaksimalkan kemampuan para pemain.
Kritik untuk Roberto Martinez
Quaresma juga menyayangkan para pemain Portugal yang terlihat terlalu takut mengambil inisiatif di lapangan. Mantan winger Portugal itu mengenang pengalamannya sebagai pemain, di mana ia sering dirugikan karena memilih mengikuti naluri permainan di lapangan meski keputusan tersebut tidak selalu disukai pelatih. Ia menilai bahwa para pemain saat ini sebenarnya memiliki kualitas dan pengalaman yang cukup untuk berani mengambil inisiatif ketika situasi pertandingan menuntut hal tersebut.
Ia meminta Federasi Sepak Bola Portugal melakukan evaluasi menyeluruh sebelum menunjuk pelatih baru. “Tim nasional harus duduk bersama, mengevaluasi apa yang sudah benar dan apa yang masih salah. Setelah itu, Portugal membutuhkan pelatih yang benar-benar mengerti sepak bola dan tahu apa yang dibutuhkan tim ini,” tegas Quaresma.

Respon Ronaldo
Berbeda dengan banyak kritik yang bermunculan, Ronaldo justru memberikan penghormatan kepada Roberto Martinez. Menurutnya, pelatih asal Spanyol tersebut layak mendapat apresiasi karena berhasil mempersembahkan gelar UEFA Nations League untuk Portugal pada 2025 lalu. “Apa yang ingin saya sampaikan kepada pelatih adalah saya sangat senang pernah bekerja dengannya. Dia adalah pelatih yang hebat dan pribadi yang luar biasa. Apa yang telah dia lakukan untuk Portugal patut diapresiasi.”
Ronaldo mengingatkan bahwa Martinez berhasil mempersembahkan satu gelar bagi Portugal, sesuatu yang menurutnya sering kali kurang dihargai publik. “Banyak orang tidak memberikan penghargaan yang pantas, tetapi Portugal dulu tidak terbiasa memenangkan gelar. Dalam beberapa tahun terakhir kami mulai meraih trofi dan itu menunjukkan betapa sulitnya membawa Portugal menjadi juara.”
Dalam wawancara seusai pertandingan, Ronaldo juga sempat ditanya soal pelatih Portugal selanjutnya. Perhatian publik mengarah pada nama Jorge Jesus yang mulai ramai disebut sebagai kandidat kuat pengganti Martinez. Namun Ronaldo memilih tidak ikut campur. CR7 menegaskan bahwa penentuan pelatih baru sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden Federasi Sepak Bola Portugal. “Saya bukan orang yang mengambil keputusan itu. Yang menentukan adalah presiden federasi. Saat ini juga bukan waktu yang tepat untuk membicarakan siapa yang akan datang.”
Ronaldo sendiri setelah gagal membawa Portugal melangkah lebih jauh, telah memastikan bahwa Piala Dunia 2026 menjadi penampilan terakhirnya di ajang tersebut. Namun demikian, kebersamaannya bersama Timnas Portugal belum sepenuhnya selesai. Ia belum memutuskan pensiun dari karier international. “Saya sedih harus mengakhiri Piala Dunia seperti ini. Tetapi seperti yang saya katakan kemarin, saya sudah memberikan segalanya dan melakukan yang terbaik. Saya pergi dengan hati yang tenang.”



