Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 10 Juli 2026
Trending
  • Warna Terakota Cocok Dengan Warna Apa? 12 Pilihan Ini!
  • Film Sunghai angkat misteri prasasti Kamulan, sineas Trenggalek bikin kisah lebih memikat
  • Pengalaman Mengemudi JETOUR T1 i-DM: Menghilangkan Kesan Menakutkan SUV dengan Kemudi Cerdas
  • Evolusi skutik sporti, Honda Vario Evo 160 resmi hadir di Riau
  • FGD Unimal Dorong Ekonomi Sirkular, Limbah Plastik Jadi Peluang Baru
  • Jaksa Tan Kabur ke Luar Negeri Usai Nadiem Divonis 10 Tahun, Bagaimana Aparat Menangkapnya?
  • Jadwal pemadaman listrik di Palangka Raya hari ini, 7 Juli 2026, Jalan G Obos-Mahir-Mahar-Adonis Samad
  • Jadwal dan Siaran Live Bola Argentina vs Mesir 16 Besar di TVRI Malam Ini, Daftar Nobar Kalsel
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Rusia Sebut NATO Bantu Ukraina Kembangkan Senjata Jarak Jauh, Beri Peringatan Bahaya
Nasional

Rusia Sebut NATO Bantu Ukraina Kembangkan Senjata Jarak Jauh, Beri Peringatan Bahaya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Juli 2026Tidak ada komentar7 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tuduhan Rusia terhadap NATO dan Perkuatan Kekuatan Militer

Rusia menuduh bahwa NATO semakin terlibat dalam konflik Ukraina dengan membantu pengembangan senjata jarak jauh yang dinilai mampu menyerang wilayahnya. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan proyek tersebut meningkatkan risiko konfrontasi langsung antara NATO dan Moskow. Di sisi lain, NATO terus mendorong negara anggotanya memperkuat kemampuan pertahanan dan meningkatkan belanja militer.

Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.588 pada Selasa (30/6/2026). Rusia menuduh NATO semakin memperdalam keterlibatannya dalam konflik Ukraina dengan membantu pengembangan senjata jarak jauh yang dinilai mampu menyerang target strategis jauh di dalam wilayah Rusia. Menurut Zakharova, tuduhan tersebut didasarkan pada tender pengembangan teknologi militer senilai 250.000 euro yang diumumkan pada pertengahan Juni oleh Komando Transformasi Sekutu NATO (Allied Command Transformation/ACT) bersama Pusat Analisis, Pelatihan, dan Pendidikan Gabungan NATO-Ukraina (JATEC).

JATEC sendiri dibentuk pada Februari 2025 dan menyebut dirinya sebagai organisasi gabungan NATO-Ukraina pertama yang berada di bawah Struktur Komando NATO. Meski dokumen tender tidak secara langsung menyebut Rusia sebagai sasaran, Zakharova menilai isi proyek tersebut mengarah pada peningkatan kemampuan serangan jarak jauh Ukraina. Tender itu memprioritaskan pengembangan sistem nirawak dan amunisi jelajah yang mampu beroperasi di lingkungan dengan gangguan perang elektronik maupun tanpa sinyal navigasi. Sistem tersebut dirancang untuk menyerang landasan pacu, fasilitas penyimpanan bahan bakar, serta infrastruktur pendukung pangkalan udara.

Dokumen itu juga menetapkan bahwa teknologi yang dikembangkan harus siap digunakan dalam operasi tempur dalam waktu 12 bulan dan dapat dioperasikan tanpa memerlukan pelatihan yang rumit. Batas akhir pengajuan proposal ditetapkan pada akhir Juli. Zakharova menilai proyek tersebut menjadi bukti NATO tidak hanya memperkuat kerja sama militer dengan Ukraina, tetapi juga mulai mengintegrasikan industri pertahanan negara itu ke dalam kompleks industri militer aliansi.

NATO Perkuat Kemampuan Pertahanan

Pernyataan Zakharova muncul di tengah meningkatnya dorongan NATO agar negara-negara anggotanya memperkuat kemampuan pertahanan. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, dalam beberapa kesempatan mengajak negara anggota mengadopsi “pola pikir masa perang” guna menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang. Sementara itu, sejumlah pejabat pertahanan Inggris dan Jerman juga mendorong peningkatan belanja militer agar memenuhi target pengeluaran pertahanan sebesar 5 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius bahkan sebelumnya menyatakan Rusia berpotensi menyerang salah satu negara anggota NATO paling cepat pada 2028, sehingga menurutnya diperlukan percepatan pembangunan kekuatan militer. Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki rencana menyerang NATO dan menyebut narasi mengenai “ancaman Rusia” hanya dijadikan alasan untuk membenarkan peningkatan militerisasi di Eropa.

Putin Tunggu Utusan Trump Datang ke Moskow, Siap Lanjutkan Negosiasi Rusia-AS

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan siap melanjutkan dialog dengan Amerika Serikat dan berharap para pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump segera kembali mengunjungi Moskow setelah perkembangan terbaru dalam konflik Timur Tengah. Dalam wawancara dengan jurnalis Rusia Pavel Zarubin, Putin mengatakan Rusia tetap membuka pintu bagi pembicaraan dengan Washington setelah Amerika Serikat mencapai kesepahaman dengan Iran.

“Kami berharap setelah semua peristiwa selesai, setelah fase aktif di jalur Iran berlalu, kami akan melihat kedatangan perwakilan pemerintahan AS yang telah berulang kali kami temui di Moskow,” kata Putin. Ia menegaskan Rusia siap membahas seluruh isu yang menjadi kepentingan kedua negara. “Kami siap untuk melanjutkan negosiasi dan siap untuk membahas semua detailnya,” ujarnya.

Putin Akui Rusia Alami Kekurangan Bahan Bakar, Serangan Ukraina Jadi Penyebab

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui negaranya tengah mengalami kekurangan bahan bakar akibat serangan Ukraina yang menargetkan infrastruktur energi Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Meski demikian, Putin menegaskan kondisi tersebut masih berada dalam batas yang dapat dikendalikan dan belum mencapai tingkat yang kritis. “Serangan terhadap fasilitas infrastruktur kami memang menimbulkan masalah. Saat ini kami mengamati adanya kekurangan tertentu, tetapi tidak kritis,” kata Putin dalam wawancara yang dipublikasikan Kremlin.

Menurut Putin, pemerintah kini memprioritaskan penguatan sistem pertahanan udara dan perlindungan terhadap fasilitas energi, terutama di Krimea yang dikuasai Rusia. Ia juga memastikan distribusi bahan bakar menuju wilayah tersebut akan ditingkatkan melalui jalur darat maupun laut untuk menjaga pasokan tetap stabil. Di tengah kondisi itu, Gubernur Irkutsk Igor Kobzev mengumumkan pembatasan pembelian bahan bakar di seluruh SPBU Rosneft di wilayahnya. Setiap kendaraan hanya diperbolehkan membeli maksimal 50 liter per hari.

Zelenskyy Klaim Ukraina Serang Dua Kilang Minyak Rusia, Sebut Mesin Perang Moskow Melemah

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pasukannya berhasil menyerang dua kilang minyak di Rusia dalam operasi pesawat nirawak selama akhir pekan. Salah satu serangan memicu kebakaran di kilang minyak Slavyansk-na-Kubani, wilayah Krasnodar. Otoritas setempat melaporkan satu orang tewas dan satu lainnya terluka akibat insiden tersebut. Zelenskyy juga mengklaim sebuah kilang minyak di wilayah Yaroslavl, sekitar 700 kilometer dari perbatasan Ukraina, turut menjadi sasaran serangan. Hingga kini, pemerintah Rusia belum mengonfirmasi adanya kerusakan pada fasilitas tersebut.

Namun, Gubernur Yaroslavl Mikhail Evraev membenarkan bahwa sejumlah jalan menuju Moskow sempat ditutup sementara akibat serangan pesawat nirawak Ukraina. Zelenskyy menilai serangan terhadap infrastruktur energi Rusia akan melemahkan kemampuan Moskow membiayai perang. “Setiap serangan berarti pengurangan sumber daya yang mendukung mesin perang Rusia, dan merupakan langkah lain menuju perdamaian,” tulis Zelenskyy melalui Telegram.

Ukraina akan Balas Serangan Rusia

Presiden Volodymyr Zelenskyy, mengomentari serangan Rusia baru-baru ini di Zaporizhzhia, Dnipro, Kherson, Kharkiv, Oblast Donetsk, dan Oblast Sumy. Ia mengatakan Ukraina akan terus menanggapi serangan dengan cara yang melemahkan kemampuan Rusia untuk melanjutkan perang. Zelenskyy mengatakan pasukan Rusia “memburu” target sipil dan transportasi di Zaporizhzhia, menyerang mereka dengan drone FPV dan kendaraan udara tak berawak lainnya. Dia juga menggambarkan serangan terhadap sebuah bisnis di Dnipro sebagai serangan brutal dan sama sekali tidak masuk akal.

“Rusia terus melancarkan perang terorisnya secara terang-terangan terhadap Ukraina, terhadap warga Ukraina,” kata Zelenskyy dalam pidato hariannya, Senin (29/6/2026) malam. “Tentu saja, kami akan menanggapi semua serangan Rusia ini dengan cara yang sepenuhnya adil. Dan kami melakukan ini sedemikian rupa sehingga, pertama dan terutama, sistem negara Rusia menderita, bersamaan dengan kemampuan Rusia untuk memperpanjang perang,” lanjutnya.

Latar Belakang Perang Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina yang pecah pada 24 Februari 2022 merupakan puncak dari ketegangan berkepanjangan yang telah berlangsung sejak Ukraina memisahkan diri dari Uni Soviet pada 1991. Hubungan Moskow dan Kyiv terus memburuk akibat perbedaan kepentingan di bidang politik, keamanan, dan arah kebijakan luar negeri. Salah satu faktor utama yang memperuncing hubungan kedua negara adalah semakin dekatnya Ukraina dengan negara-negara Barat, termasuk keinginannya menjadi anggota NATO. Rusia memandang langkah tersebut sebagai ancaman terhadap kepentingan dan keamanan nasionalnya karena dinilai dapat memperluas kehadiran aliansi militer Barat hingga ke perbatasan Rusia.

Ketegangan semakin meningkat pada 2014 setelah terjadinya pergantian pemerintahan di Ukraina. Pada tahun yang sama, Rusia mencaplok Semenanjung Krimea, sementara konflik bersenjata meletus di wilayah Donetsk dan Luhansk di Ukraina bagian timur. Berbagai upaya diplomasi dan kesepakatan damai telah dilakukan untuk meredakan konflik, namun belum berhasil mengatasi persoalan mendasar yang menjadi sumber perselisihan kedua negara. Situasi mencapai titik puncak pada Februari 2022 ketika Rusia melancarkan operasi militer besar-besaran ke Ukraina. Moskow menyatakan operasi itu bertujuan melindungi warga berbahasa Rusia serta mencegah perluasan NATO, sedangkan Ukraina dan negara-negara Barat menilai tindakan tersebut sebagai invasi terhadap wilayah negara yang berdaulat.

Sejak konflik berlangsung, Ukraina menerima dukungan militer, ekonomi, dan politik dari Amerika Serikat beserta sejumlah negara Eropa. Di sisi lain, Rusia menghadapi berbagai sanksi internasional yang menargetkan sektor keuangan, energi, perdagangan, hingga industri strategis lainnya. Perang ini juga membawa dampak luas terhadap dunia, termasuk gangguan pasokan energi dan pangan, serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Hingga kini, pertempuran masih terus berlangsung meskipun berbagai upaya negosiasi dan mediasi terus dilakukan. Namun, proses perdamaian belum membuahkan hasil karena perbedaan kepentingan kedua pihak dan kompleksitas dinamika geopolitik internasional.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal KMP Arar Juli 2026: Rute Sorong-Waisai-GAG-Gebe-Patani-Weda

10 Juli 2026

Jaksa Tan Kabur ke Luar Negeri Usai Nadiem Divonis 10 Tahun, Bagaimana Aparat Menangkapnya?

10 Juli 2026

Jadwal pemadaman listrik di Palangka Raya hari ini, 7 Juli 2026, Jalan G Obos-Mahir-Mahar-Adonis Samad

10 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Warna Terakota Cocok Dengan Warna Apa? 12 Pilihan Ini!

10 Juli 2026

Film Sunghai angkat misteri prasasti Kamulan, sineas Trenggalek bikin kisah lebih memikat

10 Juli 2026

Pengalaman Mengemudi JETOUR T1 i-DM: Menghilangkan Kesan Menakutkan SUV dengan Kemudi Cerdas

10 Juli 2026

Evolusi skutik sporti, Honda Vario Evo 160 resmi hadir di Riau

10 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?