Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 13 Juni 2026
Trending
  • 15 Puisi Alam yang Menggugah Hati
  • Live Streaming Balapan MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, Pantau Hasilnya Sekarang
  • Itel A100 Pro: Smartphone Murah dengan Performa Tinggi dan Baterai Tahan Lama
  • 5 Manfaat Tabungan Berjangka Saat Suku Bunga Naik
  • Mengungkap Kotoran Pemerasan di Imigrasi, Transaksi Keuangan 35 PNS Capai Rp366 M, Gaji Hanya 3 Persen
  • Sekolah Rakyat Singkawang Capai 58 Persen, Siap Selesai 20 Juni
  • Juara Polytron Indonesia Open 2026: Raymond/Joaquin Dinilai Salah Satu MD Terbaik
  • Libur Sekolah, Sleman Target 450 Ribu Wisatawan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hiburan»15 Puisi Alam yang Menggugah Hati
Hiburan

15 Puisi Alam yang Menggugah Hati

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover13 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Puisi tentang Alam yang Menggambarkan Keindahan Dunia

Puisi sering kali menjadi wadah untuk menyampaikan perasaan, pikiran, dan pengalaman seseorang. Dalam konteks alam, puisi bisa menjadi jembatan antara manusia dan keindahan lingkungan sekitarnya. Dengan bahasa yang indah dan penuh makna, puisi tentang alam mampu menghadirkan bayangan-bayangan yang memukau dan membuka mata pembaca terhadap keajaiban dunia ini.

Selain menggambarkan objek alam yang menarik, puisi-puisi berikut juga menyimpan pesan-pesan dalam yang ingin disampaikan oleh para penyair. Mereka tidak hanya menciptakan kata-kata yang indah, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pembaca untuk melihat dunia dengan lebih dalam dan penuh rasa syukur. Berikut adalah beberapa puisi karya para penyair ternama Indonesia:

  1. Akulah Si Telaga karya Sapardi Djoko Damono



    Akulah si telaga, berlayarlah di atasnya

    Berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang

    Menggerakkan bunga-bunga padma

    Berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya

    Sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja

    Perahumu biar aku yang menjaganya.

  2. Hutan Karet karya Joko Pinurbo



    Daun-daun karet berserakan

    Berserakan di hamparan waktu

    Suara monyet di dahan-dahan

    Suara kalong menghalau petang

    Di pucuk-pucuk ilalang belalang berloncatan

    Berloncatan di semak-semak rindu

    Dan sebuah jalan melingkar-lingkar

    Membelit kenangan terjal

    Sesaat sebelum surya berlalu

    masih kudengar suara bedug bertalu-talu.

  3. Pantun Terang Bulan di Midwest karya Taufiq Ismail



    Sebuah bulan sempurna

    Bersinar agak merah

    Lingkarannya di sana

    Awan menggaris bawah

    Sungai Mississippi

    Lebar dan keruh

    Bunyi-bunyi sepi

    Amat gemuruh

    Ladang-ladang jagung

    Rawa-rawa dukana

    Serangga mendengung

    Sampaikah suara

    Cuaca musim gugur

    Bukit membisu

    Asap yang hancur

    Biru abu-abu

    Danau yang di sana

    Seribu burung belibis

    Lereng pohon pina

    Angin pun gerimis.

  4. Derai-Derai Cemara karya Chairil Anwar



    Cemara menderai sampai jauh

    Terasa hari akan jadi malam

    Ada beberapa dahan di tingkap merapuh

    Dipukul angin yang terpendam

    Aku sekarang orangnya bisa tahan

    Sudah berapa waktu bukan kanak lagi

    Tapi dulu memang ada suatu bahan

    Yang bukan dasar perhitungan kini

    Hidup hanya menunda kekalahan

    Tambah terasing dari cinta sekolah rendah

    Dan tahu, ada yang tetap tidak diucapkan

    Sebelum pada akhirnya kita menyerah.

  5. Biru Bukit, Bukit Kelu karya Taufiq Ismail



    Adalah hujan dalam kabut yang ungu

    Turun sepanjang gunung dan bukit biru

    Ketika kota cahaya dan dimana bertemu

    Awan putih yang menghinggapi cemaraku

    Adalah kemarau dalam sengangar berdebu

    Turun sepanjang gunung dan bukit kelu

    Ketika kota tak bicara dan terpaku

    Gunung api dan hama di ladang-ladangku

    Lereng-lereng senja

    Pernah menyinar merah kesumba

    Padang ilalang dan bukit membatu

    Tanah airku.

  6. Sajak Matahari karya WS. Rendra



    Matahari bangkit dari sanubariku

    Menyentuh permukaan samodra raya

    Matahari keluar dari mulutku

    Menjadi pelangi di cakrawala

    Wajahmu keluar dari jidatku

    Wahai kamu, wanita miskin!

    Kakimu terbenam di dalam lumpur

    Kamu harapkan beras seperempat gantang

    Dan di tengah sawah tuan tanah menanammu!

    Satu juta lelaki gundul!

    Keluar dari hutan belantara

    Tubuh mereka terbalut lumpur

    Dan kepala mereka berkilatan

    Memantulkan cahaya matahari

    Mata mereka menyala

    Tubuh mereka menjadi bara

    Dan mereka membakar dunia

    Matahari adalah cakra jingga

    Yang dilepas tangan Sang Krishna

    Ia menjadi rahmat dan kutukanmu

    Ya, umat manusia!

  7. Lereng Merapi karya Sitor Situmorang



    Ku tahu sudah, sebelum pergi dari sini

    Aku akan rindu balik pada semua ini

    Sunyi yang kutakuti sekarang

    Rona lereng gunung menguap

    Pada cerita cemara berdesir

    Sedu cinta penyair

    Rindu pada elusan mimpi

    Pencipta candi Prambanan

    Mengalun kemari dari dataran ….

    Dan sekarang aku mengerti

    Juga di sunyi gunung

    Jauh dari ombak menggulung

    Dalam hati manusia sendiri

    Ombak lautan rindu

    Semakin nyaring menderu ….

  8. Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono



    Tak ada yang lebih tabah

    Dari hujan bulan Juni

    Dirahasiakannya rintik rindunya

    Kepada pohon berbunga itu

    Tak ada yang lebih bijak

    Dari hujan bulan Juni

    Dihapuskannya jejak-jejak kakinya

    Yang ragu-ragu di jalan itu

    Tak ada yang lebih arif

    Dari hujan bulan Juni

    Dibiarkannya yang tak terucapkan

    Diserap akar pohon bunga itu.

  9. Malam Laut karya Toto Sudarto Bachtiar



    Karena laut tak pernah takluk, lautlah aku

    Karena laut tak pernah dusta, lautlah aku

    Terlalu hampir tetapi terlalu sepi

    Tertangkap sekali terlepas kembali

    Ah malam, gumpalan cahaya yang selalu berubah warna

    Beginilahh jika mimpi menimpa harapan banci

    Tak kusangka serupa dara

    Sehabis mencium bias mendera

    Karena laut tak pernah takluk, mereka tak tahu aku di mana

    Karena laut tak pernah dusta, ku tak tahu cintaku di mana

    Terlalu hampir tetapi terlalu sepi

    Tertangkap sekali terlepas kembali.

  10. Gunung Lokon karya Acep Zamzam Noor



    Sebuah resonansi

    Digetarkan cahaya pagi

    Ujung dari doa yang murung

    mengendap di keheningan

    Lereng gunung

    Monumen kabut

    Yang menjulang tanpa tiang

    Menjadi gerbang sunyi

    Angin tanpa arah

    Dingin tanpa muasal

    Mengental

    Seperti amsal

    Sebuah vibrasi

    Yang diletupkan lava

    Menepi di akhir mazmur

    Dari udara tercium

    Harum sulfur

    Kaldera waktu

    Yang bergolak tanpa suara

    Menjelma daratan baru

    Kuburan tanpa nisan

    Luka tanpa jejak

    Menguap

    Bersama epitaf.

Demikian kumpulan puisi tentang alam yang sarat akan makna dan pesan di dalamnya. Para penyair bukan hanya berhasil membuat kata-kata yang indah, tetapi juga berhasil membuat pembaca membayangkan keindahan alam yang digambarkan. Di antara puisi di atas, mana yang paling menyentuh untukmu, Bela?

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ketut Rina: Tari Kecak Sebagai Terapi, Pelestarian Tak Kalah dari Dunia Digital

13 Juni 2026

Gempa 7,7 di Minahasa Utara, Warga Merasa Seperti di Atas Kapal

13 Juni 2026

Kode Redeem Free Fire Terbaru Senin 8 Juni 2026, Cek Hadiah Gratisnya

13 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

15 Puisi Alam yang Menggugah Hati

13 Juni 2026

Live Streaming Balapan MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, Pantau Hasilnya Sekarang

13 Juni 2026

Itel A100 Pro: Smartphone Murah dengan Performa Tinggi dan Baterai Tahan Lama

13 Juni 2026

5 Manfaat Tabungan Berjangka Saat Suku Bunga Naik

13 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?