Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 14 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Reksadana Saham Tergelincir, Manajer Investasi Perkuat Pemilihan Saham Berkualitas
Ekonomi

Reksadana Saham Tergelincir, Manajer Investasi Perkuat Pemilihan Saham Berkualitas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com.CO.ID – JAKARTA.

Tekanan Pasar Keuangan yang Berdampak pada Industri Reksadana

Tekanan di pasar keuangan domestik masih menjadi tantangan berat bagi kinerja industri reksadana. Di tengah pelemahan pasar saham dan meningkatnya volatilitas nilai tukar rupiah, manajer investasi memilih untuk memperkuat kualitas portofolio melalui seleksi emiten berbasis fundamental guna menjaga kinerja reksadana saham hingga kuartal III 2026.

Berdasarkan data Infovesta per Mei 2026, mayoritas jenis reksadana mencatatkan kinerja negatif. Reksadana saham menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 10,22% secara bulanan (month on month/MoM) dan turun 17,66% sejak awal tahun (year to date/YtD). Sementara itu, reksadana campuran melemah 5,13% MoM dan terkoreksi 0,62% YtD. Adapun reksadana pendapatan tetap masih membukukan kenaikan tipis 0,22% MoM, meski secara YtD turun 0,62%.

Di sisi lain, reksadana pasar uang tetap mencatatkan kinerja positif sebesar 0,27% MoM dan tumbuh 1,60% YtD. Tekanan juga tercermin pada pergerakan pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melemah sepanjang pekan dan ditutup di level 5.594 pada perdagangan Jumat (5/6/2026).

Strategi Manajer Investasi dalam Menghadapi Ketidakpastian

Senior Vice President Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi Riawan mengatakan bahwa dalam kondisi pasar saat ini pengelolaan risiko menjadi sama pentingnya dengan upaya mengejar imbal hasil.

“Strategi yang kami lakukan adalah meningkatkan eksposur pada emiten dengan model bisnis yang resilien, neraca keuangan yang sehat, serta kemampuan menjaga pertumbuhan laba di tengah ketidakpastian ekonomi,” ujar Reza kepada Indonesiadiscover.com.co.id.

Menurut dia, HPAM juga menerapkan pengelolaan portofolio secara aktif dengan terus mengevaluasi valuasi dan prospek masing-masing sektor. Selain itu, likuiditas portofolio tetap dijaga agar perusahaan memiliki fleksibilitas dalam merespons perubahan pasar sekaligus memanfaatkan peluang investasi ketika terjadi dislokasi harga.

Strategi tersebut tercermin pada produk HPAM Syariah Ekuitas yang hanya terkoreksi 0,39% secara bulanan dan turun 2,35% sejak awal tahun hingga Mei 2026. Berdasarkan fund fact sheet per 30 April 2026, sekitar 83% dana kelolaan HPAM Syariah Ekuitas ditempatkan pada saham, 14% pada deposito berjangka, dan 3% dalam bentuk kas.

Lima posisi terbesar portofolio ditempati saham PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) sebesar 17,6%, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) sebesar 16,4%, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) sebesar 16%, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) sebesar 14,1%, dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) sebesar 10%.

Kuartal III 2026: Fokus pada Diversifikasi dan Pemilihan Saham Berbasis Fundamental

Memasuki kuartal III 2026, Reza mengatakan pihaknya akan tetap mengedepankan diversifikasi sektoral dan pemilihan saham berbasis fundamental. Fokus utama diarahkan pada emiten yang memiliki fundamental kuat, tata kelola yang baik, profitabilitas berkelanjutan, serta memenuhi prinsip-prinsip syariah.

Di tengah kondisi pasar yang masih menantang, HPAM berupaya menjaga keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan pengelolaan risiko melalui seleksi saham yang lebih ketat dan diversifikasi portofolio yang optimal. Perusahaan juga terus memantau perkembangan makroekonomi dan sentimen pasar untuk melakukan penyesuaian portofolio secara oportunistis apabila diperlukan.

Reza memperkirakan pasar saham masih bergerak fluktuatif dalam jangka pendek seiring investor mencermati arah suku bunga global, stabilitas nilai tukar rupiah, dan arus modal asing ke pasar negara berkembang. Meski demikian, ia menilai prospek jangka menengah hingga panjang tetap konstruktif. Fundamental ekonomi Indonesia masih ditopang oleh konsumsi domestik, inflasi yang relatif terkendali, dan stabilitas sektor keuangan.

Selain itu, koreksi pasar yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir dinilai membuat valuasi sejumlah saham menjadi lebih menarik dibandingkan rata-rata historisnya. “Hingga akhir tahun, peluang perbaikan kinerja tetap terbuka apabila stabilitas pasar keuangan global membaik dan arus dana investor kembali mendukung pasar domestik,” kata Reza.

Rekomendasi Strategi Investasi untuk Berbagai Jenis Investor

Untuk strategi investasi, Reza menilai investor konservatif dapat lebih fokus pada instrumen pasar uang dan pendapatan tetap berdurasi pendek guna menjaga stabilitas dan likuiditas. Sementara investor moderat dapat mengombinasikan reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham secara seimbang.

Adapun investor agresif dengan horizon investasi jangka panjang dapat mulai meningkatkan eksposur ke reksadana saham secara bertahap guna memanfaatkan potensi pemulihan pasar ketika sentimen membaik.

“Kuartal III bukan hanya tentang melindungi portofolio dari volatilitas, tetapi juga mempersiapkan posisi investasi untuk menangkap peluang pertumbuhan ketika kondisi pasar mulai kembali stabil,” tutup Reza.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026

BEI Evaluasi Aturan Papan Pemantauan Khusus

11 Juli 2026

Bursa Asia Tertekan Selasa (7/7) Akibat Kenaikan Laba Samsung dan Pelemahan Yen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?