Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa Bumi Kuat di Sulawesi Utara
Pagi ini, Senin 8 Mei 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi terjadinya tsunami setelah gempa bumi kuat berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya. Gempa tersebut terjadi pada pukul 06:37:42 WIB, dengan pusat gempa berada di 5.69 Lintang Utara (LU) dan 125.05 Bujur Timur (BT), sekitar 236 kilometer Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Berdasarkan hasil analisis awal, gempa memiliki magnitudo 7,9, namun kemudian diperbarui menjadi 7,7 dalam pemutakhiran sistem peringatan dini. Kedalaman gempa mencapai 105 kilometer, yang menunjukkan bahwa gempa ini merupakan gempa dalam. BMKG memperkirakan gelombang laut tinggi akibat gempa tersebut dapat memicu potensi tsunami di beberapa wilayah Indonesia.
Wilayah yang Terkena Dampak
BMKG langsung merilis peringatan dini tsunami untuk lima provinsi di Indonesia, yaitu:
- Sulawesi Utara (SULUT)
- Gorontalo
- Sulawesi Tengah (SULTENG)
- Maluku Utara (MALUT)
- Kalimantan Timur (KALTIM)
Dalam pemutakhiran peringatan dini yang dirilis pada pukul 06.51 WIB, sejumlah daerah di Sulawesi Utara ditetapkan dalam status Siaga Tsunami. Wilayah tersebut antara lain:
- Kabupaten Kepulauan Sangihe
- Kepulauan Talaud
- Kota Manado
- Kota Bitung
- Minahasa Utara
- Minahasa
- Minahasa Selatan bagian utara
- Kepulauan Minahasa
- Bolaang Mongondow bagian utara
Selain itu, status Siaga juga berlaku untuk beberapa wilayah di Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.
BMKG memprediksi gelombang tsunami pertama akan tiba di:
- Kepulauan Sangihe pada pukul 06.49 WIB
- Kepulauan Talaud pada pukul 06.59 WIB
- Kota Manado dan Minahasa Utara bagian utara sekitar pukul 07.09 WIB
Beberapa wilayah lainnya ditetapkan dalam status Waspada, seperti:
- Halmahera
- Halmahera Utara
- Bone Bolango
- Kutai Timur
- Berau
- Bulungan
- Nunukan
- Kota Bontang
- Kota Tarakan
Imbauan dari BMKG
BMKG mengimbau pemerintah daerah yang berada pada status Siaga untuk segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman. Sedangkan wilayah berstatus Waspada diminta menjauhi kawasan pantai dan tepian sungai hingga ada informasi lebih lanjut.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait.
Daftar Wilayah Berstatus Siaga Tsunami
Berikut adalah daftar wilayah yang berstatus Siaga Tsunami beserta waktu perkiraan kedatangan gelombang tsunami:
- Kepulauan Sangihe – 06.49 WIB
- Kepulauan Talaud – 06.59 WIB
- Kota Manado – 07.09 WIB
- Minahasa Utara bagian utara – 07.09 WIB
- Minahasa bagian utara – 07.12 WIB
- Kepulauan Minahasa – 07.13 WIB
- Minahasa Selatan bagian utara – 07.14 WIB
- Kota Bitung – 07.17 WIB
- Bolaang Mongondow bagian utara – 07.19 WIB
- Gorontalo bagian utara – 07.24 WIB
- Buol – 07.25 WIB
- Toli-Toli – 07.27 WIB
- Minahasa Utara bagian selatan – 07.31 WIB
- Minahasa bagian selatan – 07.32 WIB
- Donggala bagian utara – 07.40 WIB
- Kota Ternate – 07.41 WIB
- Kota Palu bagian barat – 08.14 WIB
Daftar Wilayah Berstatus Waspada Tsunami
Wilayah yang berstatus Waspada meliputi:
- Halmahera – 07.26 WIB
- Halmahera Utara – 07.31 WIB
- Minahasa Selatan bagian selatan – 07.40 WIB
- Kutai Timur – 07.42 WIB
- Berau – 07.43 WIB
- Bolaang Mongondow bagian selatan – 07.44 WIB
- Kota Tidore – 07.45 WIB
- Bone Bolango – 08.02 WIB
- Bulungan – 08.04 WIB
- Donggala bagian barat – 08.06 WIB
- Nunukan – 08.13 WIB
- Kota Bontang – 08.27 WIB
- Kota Tarakan – 08.27 WIB
Petunjuk Evakuasi dan Peringatan
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah berstatus Siaga untuk segera melakukan evakuasi, sedangkan wilayah berstatus Waspada diminta menjauhi pantai dan tepian sungai hingga ada informasi resmi selanjutnya.
Awas
Pemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status “Awas” diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi menyeluruh.
Siaga
Pemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status “Siaga” diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi.
Waspada
Pemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status “Waspada” diharap memperhatikan dan menjauhi pantai dan tepian sungai.


