DANA Indonesia Terima Penghargaan atas Kontribusi dalam Mengatasi Konten Ilegal di Ruang Digital
DANA Indonesia kembali mendapatkan apresiasi atas kontribusinya dalam menjaga keamanan ruang digital nasional. Platform dompet digital tersebut meraih penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI sebagai korporasi paling aktif melaporkan konten ilegal melalui sistem Aduan Instansi.
Penghargaan diberikan oleh Direktorat Pengendalian Ruang Digital di bawah Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi DANA dalam membantu pemberantasan aktivitas ilegal di internet, termasuk praktik perjudian online yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
Penghargaan ini diberikan bersamaan dengan pengembangan platform Aduan Instansi ke versi yang lebih canggih, guna memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap konten bermasalah di ruang digital.
DANA Aktif Melaporkan Konten Ilegal dan Judi Online
Sejak terhubung dengan sistem Aduan Instansi pada 2024, DANA secara aktif melaporkan berbagai konten yang mengatasnamakan perusahaan maupun memfasilitasi aktivitas ilegal. Konten yang dilaporkan meliputi:
- Situs web ilegal
- Aplikasi bermuatan pelanggaran
- Akun media sosial mencurigakan
- Konten yang terindikasi memfasilitasi perjudian online
- Penyalahgunaan identitas dan nama perusahaan
Hingga saat ini, sistem Aduan Instansi Komdigi telah menerima dan menindaklanjuti lebih dari 9,2 juta konten bermasalah, dengan mayoritas laporan berkaitan dengan perjudian online.
CEO dan Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat perlindungan pengguna dan meningkatkan literasi digital masyarakat. “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa DANA terus berkomitmen melakukan edukasi literasi digital, merespons aktivitas mencurigakan, serta mendukung terciptanya ekosistem digital yang sehat dan tepercaya,” ujar Vince, Selasa (2/6/2026).
Perkuat Pengawasan Transaksi Berbasis Teknologi
Untuk mencegah penyalahgunaan layanan, DANA menerapkan sistem pemantauan transaksi berbasis risiko yang didukung teknologi analitik dan keamanan digital. Menurut Vince, sistem tersebut dirancang untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan yang berpotensi terkait dengan tindak kejahatan digital, termasuk perjudian online.
Jika ditemukan transaksi yang memenuhi parameter risiko tertentu, DANA akan melakukan:
- Analisis dan investigasi internal
- Pembatasan layanan sementara
- Penundaan transaksi
- Langkah mitigasi sesuai ketentuan regulator
- Pelaporan kepada pihak berwenang bila diperlukan
Selain itu, DANA juga memperkuat koordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam memenuhi kewajiban pelaporan serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Hadirkan Fitur Perlindungan Pengguna
Sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen, DANA terus mengembangkan berbagai fitur keamanan digital yang dapat digunakan masyarakat. Beberapa fitur utama antara lain:
Scam Checker
Fitur ini memungkinkan pengguna memeriksa nomor telepon maupun tautan mencurigakan sebelum melakukan transaksi. Sistem terhubung dengan layanan pengaduan Komdigi untuk membantu mengidentifikasi potensi penipuan.Smart Friction
Merupakan sistem pengecekan berlapis yang dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna ketika akan mengirim dana ke rekening atau nomor yang terindikasi terkait aktivitas penipuan.DANA Protection
Layanan perlindungan yang membantu meningkatkan keamanan transaksi dan pengalaman pengguna dalam menggunakan dompet digital.
Selain perlindungan teknologi, DANA juga menjalankan program edukasi melalui Posko Bantuan Keliling yang telah hadir di 36 kota di Indonesia. Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keamanan transaksi digital dan cara melaporkan aktivitas mencurigakan.
Komdigi Dorong Kolaborasi Perangi Kejahatan Digital
Direktur Pengendalian Ruang Digital Komdigi, Safriansyah Yanwar Rosyadi, mengapresiasi kontribusi DANA dalam memperkuat sistem pelaporan dan pengawasan ruang digital nasional. Menurutnya, tantangan seperti perjudian online, penipuan digital, dan penyebaran konten ilegal membutuhkan kerja sama lintas sektor agar dapat ditangani secara efektif.
“Tantangan tersebut tidak dapat ditangani oleh satu instansi saja. Diperlukan kerja bersama, koordinasi yang cepat, serta sistem pelaporan yang efektif, terintegrasi dan akuntabel,” ujar Safriansyah.
Literasi Digital Jadi Kunci Perlindungan Masyarakat
DANA menilai keamanan ruang digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada tingkat literasi digital masyarakat. Karena itu, perusahaan terus mengedepankan edukasi agar pengguna lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan dan aktivitas ilegal di internet.
Dengan penghargaan dari Komdigi ini, DANA semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku industri teknologi finansial yang aktif mendukung terciptanya ekosistem digital Indonesia yang aman, sehat dan terpercaya bagi seluruh masyarakat.



