Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 8 Juni 2026
Trending
  • Harga HP Samsung A07 Terbaru Mei 2026: Naik Dibanding Harga Awal, Bandingkan dengan Xiaomi Redmi A5
  • Opini: Merdeka sebagai Manusia Indonesia di Tengah Ancaman Populisme
  • Mahasiswa Teknokrat Ikuti Pelatihan SIMAK di Masjid Al-Hijrah
  • Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Kuartal I Lesu, Bagaimana Prospeknya Tahun Ini?
  • Tewas di OKUS, Korban Amuk Massa Diekshumasi, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
  • Prakiraan Cuaca BMKG Gorontalo 3 Juni 2026: Mayoritas Wilayah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan
  • Jadwal Bola Malam Ini: Prancis di RCTI, Spanyol di iNews TV, Timnas Indonesia di SCTV
  • Menikmati Keindahan Grojogan Sewu, Wisata Favorit Tawangmangu
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Kuartal I Lesu, Bagaimana Prospeknya Tahun Ini?
Ekonomi

Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Kuartal I Lesu, Bagaimana Prospeknya Tahun Ini?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Juni 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pendapatan Premi Asuransi Jiwa pada Kuartal Pertama 2026

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan total pendapatan premi sebesar Rp 47,2 triliun pada kuartal pertama tahun 2026. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,5% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, yaitu sebesar Rp 47,50 triliun.

Berdasarkan jenis produk, produk asuransi jiwa tradisional masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan premi industri, yaitu sebesar Rp 30,1 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 2,9% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, yaitu sebesar Rp 31 triliun.

Kanal bancassurance tetap menjadi saluran distribusi terbesar dengan pendapatan premi sebesar Rp 18,54 triliun. Sementara itu, kanal distribusi alternatif membukukan premi sebesar Rp 14,44 triliun. Di sisi lain, kanal keagenan mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,2%, dengan pendapatan premi mencapai Rp 14,29 triliun.

Selain itu, premi bisnis baru tercatat tumbuh sebesar 5,0% menjadi Rp 27,90 triliun dan jumlah tertanggung meningkat sebesar 20,9% menjadi 118,28 juta orang.

Komitmen Industri dalam Pembayaran Klaim

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, menjelaskan bahwa sepanjang kuartal pertama 2026, industri asuransi jiwa berhasil membukukan total pendapatan keseluruhan sebesar Rp 47,63 triliun. Angka ini mengalami penurunan sebesar 6% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, yaitu sebesar Rp 50,66 triliun.

“Di saat yang sama, industri juga tetap menjalankan komitmennya melalui pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp 38,73 triliun kepada masyarakat atau tumbuh 1,5% dibandingkan dengan tahun lalu,” ujar Albertus dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6).

Stabilitas Keuangan Industri Asuransi Jiwa

Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, Regulator, Stakeholder Dalam Negeri dan Internasional AAJI, Handojo G. Kusuma, menyampaikan bahwa industri asuransi jiwa tetap menjaga ketahanan keuangan melalui pengelolaan investasi yang prudent dan terdiversifikasi.

Pada kuartal pertama 2026, total aset industri asuransi jiwa meningkat sebesar 5,8% menjadi Rp 652,89 triliun. Sementara itu, total investasi tumbuh sebesar 5,7% menjadi Rp 571,70 triliun.

Menurut Handojo, kenaikan aset dan investasi tersebut menunjukkan bahwa industri asuransi jiwa masih memiliki kondisi yang kuat. Hal ini mencerminkan kemampuan industri dalam menjaga stabilitas keuangan dan memenuhi kewajibannya kepada para pemegang polis.

“Karakteristik investasi industri asuransi jiwa yang berorientasi jangka panjang menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya kepada pemegang polis,” ujar Handojo.

Investasi yang Terdiversifikasi

Ia mengatakan diversifikasi investasi industri tercermin dari penempatan portofolio pada berbagai instrumen investasi, dengan Surat Berharga Negara (SBN) dan saham yang tetap menjadi instrumen utama.

Industri juga terus menjaga keseimbangan antara optimalisasi hasil investasi dan pengelolaan risiko jangka panjang di tengah dinamika pasar.

Pada kuartal I 2026, industri asuransi jiwa mengelola investasi senilai Rp 571,7 triliun atau tumbuh 5,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. SBN menjadi instrumen investasi terbesar dengan nilai Rp 248,03 triliun atau setara 43,4% dari total portofolio investasi industri. Nilai investasi pada SBN meningkat 15,8% secara tahunan.

Kontribusi pada Pembiayaan Pembangunan Pemerintah

AAJI menyatakan bahwa industri asuransi turut mendukung pembiayaan pembangunan pemerintah melalui penempatan dana pada instrumen SBN. Selain SBN, dana investasi juga ditempatkan pada saham sebesar Rp 112,64 triliun dan reksa dana Rp 72,45 triliun.

Perkembangan Pembayaran Klaim

Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI, Wianto Chen, menjelaskan bahwa industri asuransi jiwa terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan perlindungan masyarakat yang semakin beragam. Hal itu tercermin dari perkembangan pembayaran klaim pada kuartal I 2026, mulai dari manfaat akhir kontrak hingga perlindungan kesehatan.

AAJI mencatat klaim akhir kontrak melonjak 112% secara tahunan menjadi Rp 10,45 triliun. Kenaikan ini menunjukkan semakin banyak pemegang polis yang memasuki akhir masa perlindungan dan menerima manfaat sesuai ketentuan polis. Sebaliknya, klaim surrender turun 30,4% menjadi Rp 13,37 triliun.

Di sisi lain, industri membayarkan klaim meninggal dunia sebesar Rp 2,83 triliun pada kuartal I 2026. Sementara itu, klaim kesehatan meningkat 15,3% menjadi Rp 6,7 triliun. Menurut AAJI, tren kenaikan klaim kesehatan menjadi salah satu perhatian utama industri seiring masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Prospek Industri Asuransi Jiwa Hingga Akhir Tahun

Wianto menilai bahwa asuransi kesehatan akan tetap menjadi salah satu motor pertumbuhan industri asuransi jiwa ke depan. Menurutnya, produk asuransi kesehatan merupakan salah satu kontributor terhadap pendapatan premi industri.

Ia menilai potensi pertumbuhan asuransi kesehatan masih sangat besar mengingat penetrasi asuransi kesehatan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara lain di kawasan.

Dengan tingkat penetrasi yang masih rendah dan kebutuhan perlindungan kesehatan yang terus meningkat, permintaan terhadap produk asuransi kesehatan diperkirakan akan terus tumbuh.

Meski demikian, Wianto menilai industri masih menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara sisi permintaan dan pasokan layanan kesehatan.

Dia berharap koordinasi antara regulator dan penyelenggara asuransi kesehatan perlu terus diperkuat agar asuransi kesehatan dapat kembali menjadi lini bisnis yang menguntungkan bagi perusahaan asuransi jiwa. Sekaligus memperluas akses perlindungan bagi masyarakat.

Dari sisi pertumbuhan premi, Wianto mencatat premi asuransi kesehatan individu turun dari Rp 36,6 triliun menjadi Rp 35,75 triliun. Sebaliknya, premi asuransi kesehatan kumpulan justru naik.

Menurutnya, kondisi tersebut wajar di tengah kenaikan premi asuransi kesehatan dan melambatnya aktivitas ekonomi yang memengaruhi daya beli masyarakat. Faktor tersebut juga membuat permintaan dari segmen individu cenderung melemah dibandingkan segmen korporasi atau kumpulan.

“Sementara dari sisi asuransi kumpulan ini, tren asuransi kesehatan ini semakin naik,” katanya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kronologi Camat Bengkulu Marah Hancurkan Kaca Meja Sekolah Karena Nilai Anaknya Rendah

8 Juni 2026

Forum Ekonomi Hijau Buka Jalur Baru Pembangunan Berkelanjutan Indonesia

8 Juni 2026

Rupiah Tembus Rp18.000, Perbankan Kencangkan Penyaluran Kredit Valas

8 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Harga HP Samsung A07 Terbaru Mei 2026: Naik Dibanding Harga Awal, Bandingkan dengan Xiaomi Redmi A5

8 Juni 2026

Opini: Merdeka sebagai Manusia Indonesia di Tengah Ancaman Populisme

8 Juni 2026

Mahasiswa Teknokrat Ikuti Pelatihan SIMAK di Masjid Al-Hijrah

8 Juni 2026

Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Kuartal I Lesu, Bagaimana Prospeknya Tahun Ini?

8 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?